“Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.” 1 Petrus 4:19
Alkitab menyatakan, “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak putri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.” (Ibrani 11:24-26)
Demi panggilan Tuhan Musa rela meninggalkan harta kekayaan dan segala kehormatan yang ia dapat saat berada di Mesir, untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. Tetapi bangsa Israel sama sekali tidak menunjukkan respons positif terhadap pengorbanan Musa ini. Sebaliknya mereka seringkali marah, menggerutu dan mengolok-olok Musa. Bahkan mereka menuduh bahwa Musalah penyebab penderiaan yang mereka alami selama ini. Bangsa Israel merasa lebih senang dan betah tinggal di Mesir dari pada harus mengembara di padang gurun menuju tanah Perjanjian, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak seperti di Mesir. Namun Musa bisa menjaga hati, tetap taat kepada pimpinan Tuhan dan terus berupaya menjalankan tuganya demi kebaikan bangsa Israel itu, walau mereka memandangnya dengan sebelah mata.
Banyak hamba Tuhan yang tak luput dari hal yang demikian. Meski sudah melayani jiwa-jiwa dengan segenap hati dan jiwa, berkorban waktu dan tenaga, mereka masih kurang dianggap dan sering diremehkan pelayanannya. Janganlah kita kecil hati. Tetaplah teguh pada tugas dan panggilan seperti Musa. Kalaupun kita harus menderita karena melakukan kehendak Allah, kita harus menyerahkan jiwa kita kepadaNya. Sekalipun kita menderita karena perbuatan orang lain yang memusuhi perbuatan benar kita, jangan sekali-kali kita menuntut balas. Sebaliknya haruslah kita selalu berbuat baik kepada mereka dan juga kepada Allah Pencipta yang setia.
Itulah yang dikehendaki Allah kepada kita. Yang terpenting ialah motif pelayanan yang benar harus tetap kita pertahankan sekalipun banyak tantangan dan masalah yang menyerang. Percayalah, “Penjagamu tidak akan terlelap. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” (Mazmur 121:3b,5).
Jerih lelah kita bagi Tuhan tidak pernah sia-sia! Tetap lakukan tugasmu dengan setia.
Post By : Vicky Ch Boediarto