Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Selasa, 03 Mei 2011

IA memiliki Peta Jalan

Anak-Ku Tersayang,


Bayangkanlah sebuah jalan yang kasar, berbahaya, tidak tercantum pada peta, yang menuju ke bukit-bukit curam tempat hidup binatang-binatang buas. Sekarang bayangkanlah dirimu sendiri yang tanpa perlawanan bagaikan seekor domba—tanpa senjata, tanpa peta, dan tanpa pemandu—tidak yakin dengan tempat kamu berada atau tujuan kamu pergi.

Bukan suatu gambaran yang baik! Tetapi itu merupakan suatu potret yang akurat tentang kamu sebelum Yesus memasuki hidupmu. Betapa berbedanya gambar yang hendak dilukiskan-Nya tentang hidupmu jikalau kamu mau mempersilahkan-Nya! Ia mengenalimu. Ia memiliki peta jalan melintasi gunung-gunung berbahaya itu. Ia ingin membawamu ke suatu tempat yang penuh damai, sukacita dan bahagia bersama-Ku.

Yesuslah Gembalamu, dan Ia menunggu untuk membimbingmu. Maukah kamu percaya dan mengikuti-Nya?

Bapamu,
Tuhan


"Seperti domba, dahulu saudara sesat dari jalan Allah, tetapi sekarang saudara telah kembali kepada Gembala Saudara, pemelihara jiwa yang melindungi saudara dari segala serangan" (1 Petrus 2:25)

SELAMAT SIANG.
TUHAN MEMBERKATI.


Post By: Yohana Lina Susanti

Memberi dan Menerima

Firman Tuhan


Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita
Dan Allah sanggup melipatkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berlebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Korintus 9:6-8).

Elizabeth Bibesco, pernah berkata:"Blessed are those who can give without remembering and take without forgetting." Berbahagialah orang yang memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan."

Manusia bertendensi untuk memberi dengan "mengingat." Kita memberi dengan pengharapan bahwa orang yang kita beri akan mengingat dan akan membalas kebaikan kita. Kita memberi dengan pengharapan bahwa orang yang kita beri akan menghargai kebaikan kita. Akibatnya kita menjadi kecewa bilaman pengharapan kita tidak terpenuhi. Bila kita membiasakan diri untuk memberi tanpa mengingat, maka kita akan merasakan sukacita di dalam memberi. Ingatlah sukacita dalam memberi, tetapi lupakahlah pemberian kita.

Sebaliknya, bila kita menerima; ingatlah untuk bersyukur akan berkat-berkat yang kita terima. Bersyukur dan berterima kasihlah kepada orang yang telah memberi.

BERILAH TANPA MENGINGAT DAN TERIMALAH TANPA MELUPAKAN!***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵