Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Jumat, 29 April 2011

Memahami Kebaikan Allah

*** Sungguh menyedihkan bila kita menganggap Allah, yang kebaikan-Nya sempurna itu, tak ubahnya seperti Penguasa Yang Sadis.Semakin kita percaya bahwa Allah melukai untuk menyembuhkan, maka kita akan semakin percaya bahwa tidak ada gunanya meminta-minta kebaikan-Nya. Seorang jahat masih dapat berubah sebentar dari temperamennya yang buruk, karena ia mungkin masih memiliki kesadaran, walaupun waktunya sedikit dan untuk sementara waktu saja. Tetapi ketahuilah, Allah tidak seperti itu.

Mungkin gambaran yang lebih mendekati untuk kebaikan Allah, adalah seperti seorang ahli bedah yang tujuannya selalu baik. Semakin baik dan semakin tulus dia, semakin tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam melakukan aksi pembedahan. Bila ia mengikuti permintaan Anda untuk berhenti atau karena Anda merasa kesakitan, dan ia menghentikan tugasnya sebelum operasi itu selesai, maka semua usahanya menjadi tidak ada gunanya sama sekali.

Satu pertanyaan yang besar bagi kita adalah: Apakah penderitaan, bahkan sampai pada tingkat yang ekstrim, memang diperlukan? Jawabannya ada pada diri Anda, kebaikan-Nya selalu tersedia pada saat penderitaan seperti itu harus Anda alami. Jika kita katakan bahwa penderitaan tidak perlu bagi kita, maka tidak akan ada yang disebut dengan Allah yang baik, bahkan tidak akan ada yang disebut Allah. Karena bagaimana mungkin kita dapat menyebut Dia sebagai Allah yang baik, sedangkan tidak ada keburukan yang kita alami, padahal Dia mengijinkan berbagai hal yang buruk untuk terjadi , demi kabaikan-Nya untuk kedewasaan kita.

Sahabat GMA, mungkin saat ini Anda sedang mengalami ujian dan pencobaan, jangan menyerah, IA selalu ada di dekat kita, IA selalu siap menolong Anda. Masalahnya apakah Anda sudah berseru kepada-Nya?*


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.


Post By: 黄秋婵