Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Rabu, 09 Februari 2011

PESAN DI TENGAH BADAI

Firman Tuhan
(Mazmur 62:1-8)


Salah satu hal tersulit untuk dilakukan adalah "menunggu Tuhan dengan tenang." Bagi kita, menunggu itu identik dengan menunggu dengan pasif sampai sesuatu terjadi. Namun biasanya kita menjadi tidak sabar di tengah berkecamuknya badai hidup. Naluri kita akan menuntut reaksi cepat untuk mengubah segala sesuatunya.

Namun kata "tunggu" di sini memiliki makna yang berbeda, artinya "kita perlu waktu jeda hingga ada instruksi berikutnya." Memang kadang Tuhan berdam diri, tapi itu semua ada maksudnya. Ia tahu saat yang tepat untuk bertindak bagi kita, namun sebelum saa itu tiba, kita harus sabar. Tahukah Anda bahwa dibutuhkan lebih banyak kekuatan dan pengusaan diri untuk dapat berdiam di tengah badai ketimbang kalang kabut mencari solusinya sendiri.

Saya mengaku bahwa saya pun kadang tidak sabar untuk menunggu. Saya jadi sering gelisah dan mulai mempertanyakan Tuhan. Atau malah mengeluh. Rasul Paulus berkata dengan jelas agar kita tidak "kuatir tentang apa pun juga" tapi berdoa kepada Tuhan yang memberikan kedamaian. Jadi kita perlu menanti dengan tenang dan sabar. Untuk bisa sabar, kita perlu yakin akan hikmat, kash, kuasa, dan waktu Tuhan. Percayalah bersandar kepada-Nya tidak akan pernah salah.

Kunci untuk mendapatkan ketenangan di tengah badai hanyalah menanti dengan setia di hadapan Tuhan. Bila kita menolak melakukannya, maka hasilnya akan buruk. Tuhan senantiasa mendengar doa kita, tapi kita harus bersedia dengan tenang menantikan jawaban dari-Nya.***



Selamat malam

TUHAN MEMBERKATI.


Post By : Iffon Lestari