Firman Tuhan
(Kejadian 39:1-23)
Bagaimana bisa berjalan bersama Allah di dalam kesulitan? Mari kita belajar lewat pengalaman Yusuf:
Kesulitan mungkin akan berlanjut sampai rencana-Nya di genapi. Rencana Allah bagi Yusuf adalah mempersiapkannya untuk menyelamatkan keluarga dan bangsanya dari kelaparan. Untuk sampai posisi yang terhormat itu, Allah membawanya ke rumah potifar. Di sana Yusuf mendapatkan berbagai pelajaran penting yang sangat dibutuhkan bagi masa depannya. Saat itu ia dipakai Allah untuk merajut rencana-Nya. Efesus 2:10, mengatakan: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,.....,Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya." Jadi pastikan, bersama Dia kita pasti bisa bertahan.
Kita akan banyak belajar di saat gelap dari pada di saat terang. Selain menemukan kesetiaan Allah, Yusuf pun belajar untuk menangani pekerjaan yang rendah, ia pun berani berkata TIDAK kepada pencobaan yang datang di saat yang memungkinkan, sebab ia sadar Allah selalu hadir di setiap saat. Kedua prinsip ini tidak akan pernah menjadi milik kita samapai UJIAN itu terjadi di dalam hidup kita.
Apa yang kita pelajari di dalam gelap, harus kita bagikan di dalam terang, Yusuf membagikan iman dan pengetahuannya dengan berani, ia mampu menafsirka mimpi firaun dengan baik (Kejadian 41:15-16). Ia tidak bersedih, walaupun ditahanan tanpa kesalahan, ia selalu siap menolong orang lain (Kejadian 40:1-23). Pengalaman pahit yang Yusuf pelajari membuat ia bertumbuh dan semakin tahu siapa Allah itu.
Kalau kita sedang berada di dalam kesulitan, bersyukurlah, karena lewat saat-saat sulit itu, Allah sedang membentuk kita. IA memakai setiap ujian untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan kita (Ayub 23:10 dan Roma 8:28).
Teruslah memandng Dia dan berjalan bersama-Nya, seperti Yusuf.***
Selamat Sore
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵