Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Jumat, 24 Desember 2010

PENGENDALIAN DIRI

Firman Tuhan

Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah
seperti kota yang roboh temboknya ( Amsal 25 : 28).


Kota yang roboh temboknya adalah kota yang mudah ditaklukan musuh, Sebab tembok adalah sarana pertahanan yang ampuh pada zaman itu. Mengendalikan diri ibarat tembok bagi hidup kita.

Dalam Alkitab ditemukan berbagai contoh kegagalan hidup manusia karena tidak dapat mengendalikan dirinya: Simson,yang tidak dapat menahan nafsunya terhadap wanita, tidak dapat menjadi alat sepenuh bagi Tuhan (Hak.13-16).Ini juga terjadi atas Daud yang tidak dapat menahan nafsunya, sehingga mengambil Betsyeba, istri Uria (2 Sam. 11).Contoh yang lain adalah Akhan, yang tdak tahan melihat kekayaan perak, jubah dan sebatang emas, sehingga ia mencurinya (Yos 7), dan akibatnya ia membinasakan dirinya sendiri dan keluargana. Hal yang sama juga dialami oleh Yudas yang tidak tahan menahan diri terhadap keinginan untuk memiliki uang banyak, sehingga ia menjual gurunya sendiri.

Masih banyak contoh dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa, ketidak mampuan mengontrol diri atau menahan nafsu, sangat berbahaya. Pada zaman kita ini, kenyataan tersebut banyak kita saksikan, dengan banyaknya berita-berita yang menyedihkan tentang jatuhnya anak-anak Tuhan atau hamba-hamba Tuhan, karena tidak menguasai diri.

Dalam Galatia 5:23, pengendalian diri adalah buah Roh.Hal inilah yang harus dikembangkan. Karunia bisa diperoleh kapan saja, tetapi buah Roh hanya dpat diperoleh melalui pergumulan panjang dari hari ke hari. Pergumulan itu akan melatih kita untuk semakin menyadari bahwa di dalam diri kita terdapat dua hukum yang setiap saat selalu bertentangan satu dengan yang lain,yaitu hukum Roh dan hukum dosa. Melatih kepekaan kita untuk semakin peka bahwa Hukum Roh lah yang harus kita taati. Latihan pengendalian diri ini akan menciptakan suatu irama kesucian Tuhan di dalam diri kita, sehingga semakin kuatlah tembok hidup kita.***





Selamat pagi.

Tuhan berkati.

Post By : Iffon Lestari

Rabu, 22 Desember 2010

PEKA TERHADAP ORANG LAIN

"Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama," (Kisah 2:44)

Cara hidup jemaat mula-mula begitu luar biasa: mereka mempraktekkan kasih, senantiasa sehati sepikir dan sangat peka terhadap kebutuhan orang lain sehingga mereka berprinsip bahwa; "...segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing." (Kisah 2:44-45). Ini sangat kontradiktif bila dibandingkan dengan keadaan manusia sekarang, di mana banyak orang cenderung egois dan kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Pola hidup jemaat mula-mula ini menjadi seperti sebuah 'tamparan keras' bagi jemaat Tuhan saat ini. Kita tanpa sadar terkontaminasi gaya hidup orang dunia, tidak peduli dengan saudara seiman, mulai membangun kubu-kubu dan sengaja menutup mata terhadap mereka yang membutuhkan.

Menyedihkan sekali jika kita orang Kristen tapi tidak punya kasih dalam wujud nyata. Memiliki kasih adalah mutlak bagi kita karena Tuhan menempatkan kita di dunia ini untuk menjadi saksiNya, sebab orang lain menilai kita bukan dan apa yang kita ucapkan saja, tapi dari apa yang telah kita perbuat bagi mereka. Seringkali kita mendengar pernyataan demikian, "jangankan memikirkan kebutuhan orang lain, untuk diri sendiri saja tidak cukup" Perhatikan firman Tuhan, "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu." (Amsal 19:17). Jadi saat kita menabur kebaikan terhadap orang lain sama artinya kita sedang memiutangi Tuhan dan Dia akan membalasnya berlipat kali ganda.

Jika saat ini kita diingatkan Tuhan untuk menabur kasih bagi sesama, jangan tunda-tunda lagi. Belajarlah memberi dengan iman, jangan dengan akal pikiran yang membuat kita melakukan hitung-hitungan dengan Tuhan. Janda Sarfat memberi makan nabi Ella meskipun ia hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli; dia taat melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan dan akhirnya mujizat terjadi (baca 1 Raja-raja 17:16).

Bila kita mau taat melakukan perintah Tuhan, maka Dia akan menjamin hidup kita dan Dia pula yang menyediakan benih itu untuk kita tabur.


SELAMAT MALAM.
SELAMAT BERISTIRAHAT.
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti

Minggu, 19 Desember 2010

DALAM SEGALAPERKARATUHAN BEKERJA

“Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar dan melepaskan mereka dari segala kesesakan.” Mazmur 34:18

Selama kita masih berada di dunia ini kehidupan kita tak luput dari masalah. Kita tak pernah luput dari masalah atau penderitaan.

Mengapa dunia dipenuhi masalah? Masalah dan penderitaan timbul karena dunia sudah jatuh dalam dosa. Dalam 1 Yohanes 5: 19 dikatakan bahwa “…seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” Namun sebagai orang percaya kita tidak usah akut dan cemas karena Tuhan bisa memakai semua masalah atau penderitaan yang terjadi untuk menarik kita untuk lebih dekat kepada Dia. Seringkali situasi sulit atau masa-masa gelap di dalam kehidupan kita memaksa kita untuk datang kepada Tuhan dengan kesungguhan hati. Kala kita terkulai tidak berdaya karena sakit, tidak punya uang untuk bayar kos atau kontrakan, anak sakit, gagal dalam rumah tangga atau studi, usaha bangkrut, ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi dan sebagainya, kita menangis dan berteriak kepada Tuhan. Pujian dan penyembahan kita naikkan kepada Tuhan dengan hati hancur dan mendalam. Seperti Hana. Dalam pergumulan berat, “…dengan hati pedih ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu.” (1 Samuel 1;10). Daud berkata, “Tuhan itu dekat dengan orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Mazmur 34:19).

Belajarlah untuk bersabar dan tetap menaruh iman pengharapan kepada Tuhan sebab “…Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28). Tuhan adalah pemegang kendali seluruh kehidupan yang ada di muka bumi ini, termasuk masalah-masalah yang terjadi dan kita alami. Oleh karenanya serahkanlah beban itu kepada Tuhan, maka Dia akan turut bekerja. Allah turut bekerja yaitu ‘mengolah’ masalah tersebut sehingga mendatangkan kebaikan bagi kita. Tuhan sanggup mengubah yang buruk menjadi baik karena ada pengorbanan yang sempurna yang sudah Tuhan Yesus kerjakan di atas kayu salib. Kita harus ingat bahwa kita memiliki Tuhan yang jauh lebih besar dari masalah apa pun yang ada di dunia ini. Allah mengatakan: “…semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4)

Asal kita percaya penuh kepada Tuhan, setiap masalah selalu ada jalan keluarnya karena Dia turut bekerja!

Post By: Vicky Ch Boediarto

Sabtu, 18 Desember 2010

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

“Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur?” Yesaya 28:24

Di dalam Pengkotbah 3:1-2 tertulis: “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.” Di sini dapat disimpulkan bahwa untuk segala sesuatu ada masanya atau waktunya. Ada waktu untuk membajak, mencangkul dan juga menabur. Jadi tidak seluruh waktu harus digunakan untuk membajak, atau tidak seluruh waktu kita gunakan untuk menabur saja, sebab nantinya juga ada waktu untuk menuai.

Daud berkata, “Masa hidup kami tujuhpuluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” (Mazmur 90:10). Artinya kita hidup di dunia ini ada batas waktunya. Karena itu kita harus menggunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin untuk melakukan penaburan, sebab akan tiba waktunya kita akan mati; sewaktu-waktu kita pun dapat mati, karena hidup kita ini seperti uap saja, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap.

Tuhan berfirman, “Jikalau kamu hidup menurut ketetapanKu dan tetap berpegang pada perintahKu serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur.” (Imamat 26:3-5a). Berkat disediakan bagi umat yang hidup menurut ketetapan Tuhan dan perjanjianNya. Ini berbicara tentang berkat penuaian, dan berkat ini diberikan dengan maksud supaya kita giat menabur. Menabur dalam hal apa? Yaitu menabur dalam hokum Kasih Kristus. Kita tidak dapat melakukannya dengan hawa nafsu daging, tetapi harus di dalam Roh. Jadi biji-biji buah Roh lah yang kita taburkan. Hal itu hanya dapat terwujud bila kita mau mematikan perbuatan-perbuatan daging, “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh…” (Galatia 5:17). Ketika menabur di dalam Roh, kita harus rela mematikan perbuatan daging karena tidak semua yang kita tabur akan mempunyai nilai kekal.

Hanya bila kita menabur dalam Roh, penaburan kita akan memiliki nilai yang kekal.

Post By : Vicky Ch Boediarto
“Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur?” Yesaya 28:24

Di dalam Pengkotbah 3:1-2 tertulis: “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.” Di sini dapat disimpulkan bahwa untuk segala sesuatu ada masanya atau waktunya. Ada waktu untuk membajak, mencangkul dan juga menabur. Jadi tidak seluruh waktu harus digunakan untuk membajak, atau tidak seluruh waktu kita gunakan untuk menabur saja, sebab nantinya juga ada waktu untuk menuai.

Daud berkata, “Masa hidup kami tujuhpuluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” (Mazmur 90:10). Artinya kita hidup di dunia ini ada batas waktunya. Karena itu kita harus menggunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin untuk melakukan penaburan, sebab akan tiba waktunya kita akan mati; sewaktu-waktu kita pun dapat mati, karena hidup kita ini seperti uap saja, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap.

Tuhan berfirman, “Jikalau kamu hidup menurut ketetapanKu dan tetap berpegang pada perintahKu serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur.” (Imamat 26:3-5a). Berkat disediakan bagi umat yang hidup menurut ketetapan Tuhan dan perjanjianNya. Ini berbicara tentang berkat penuaian, dan berkat ini diberikan dengan maksud supaya kita giat menabur. Menabur dalam hal apa? Yaitu menabur dalam hokum Kasih Kristus. Kita tidak dapat melakukannya dengan hawa nafsu daging, tetapi harus di dalam Roh. Jadi biji-biji buah Roh lah yang kita taburkan. Hal itu hanya dapat terwujud bila kita mau mematikan perbuatan-perbuatan daging, “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh…” (Galatia 5:17). Ketika menabur di dalam Roh, kita harus rela mematikan perbuatan daging karena tidak semua yang kita tabur akan mempunyai nilai kekal.

Hanya bila kita menabur dalam Roh, penaburan kita akan memiliki nilai yang kekal.

Jumat, 17 Desember 2010

AJARAN KESETIAAN



Setia dan Kebersamaan lebih mahal dari harta manapun di dunia ini




“Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela.” Mazmur 18:26

Penulis sering mendengar keluhan dari banyak anak muda Kristen perihal pelayanan mereka di gereja. Keluh mereka, “Pelayanan di gereja cuma begitu-begitu saja, tidak ada peningkatan. Sudah capai melayani, yang hadir cuma sedikit. Malas ah jadi singer terus.” Kemalasan seringkali melanda anak-anak Tuhan, apalagi bila disinggung tentang pelayanan. Kita ogah-ogahan dan tidak setia terhadap tugas yang dipercayakan. Kita ingin melayani Tuhan dalam skala yang lebih besar dan spektakuler sehingga banyak orang mengenal siapa kita. Banar apa kata Alkitab bahwa tidak mudah menemukan orang yang setia sebagaimana juga dikatakan oleh Salomo, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah yang menemukannya” (Amsal 20:6).

Harus kita ketahui bahwa setiap hal yang besar akan datang dari hal-hal yang kecil, yang mungkin tidak berarti di mata manusia, itu sebenarnya adalah proses memperkuat kapasitas diri kita untuk dapat dipercaya mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Contoh yang tidak asing bagi kita adalah perumpamaan tentang talenta: ada 3 orang hamba yang dipercayakan harta oleh tuannya. Yang pertama diberi 5 talenta, kedua diberi 2 talenta dan yang ketiga diberi 1 talenta sesuai dengan kesanggupan mereka masing-masing (baca Matius 25:15). Hamba pertama dan kedua dengan setia mengembangkan talenta yang dipercayakan kepada mereka, dan beroleh laba. Ketika tuannya datang mereka beroleh pujian: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:23).

Tidak demikian dengan hamba yang ketiga. Dia tidak mau mengembangkan talenta yang dipercayakan kepadanya walaupun jumlahnya kecil, sehingga ketika tuan datang, apa yang diberikan kepada hamba itu diambil darinya. Dan hamba yang tidak setia itu akhirnya dicampakkan “…ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Matius 25:30)

Apakah kita sudah cukup setia dengan apa yang saat ini Tuhan percayakan kepada kita?

Post By : Vicky Ch Boediarto

Jumat, 10 Desember 2010

HAL MENGERTI KEHENDAK TUHAN

“Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari TauratMu.” Mazmur 119:18

Masalah dan situasi-situasi sulit mungkin diijinkan Tuhan dengan tujuan untuk melatih iman kita. Dia ingin mendewasakan kita. Tuhan tidak pernah salah atas setiap tindakanNya karena Dia tahu sejauh mana kekuatan dan kemampuan kita. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13). Oleh karenanya milikilah hati yang dapat menanggapi dengan benar setiap pencobaan yang sedang kita alami. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dan membiarkan kita! Mari camkan itu. Selalu ada rencanaNya yang indah.

Kembali kepada burung rajawali, ia memiliki pandangan mata yang sangat tajam. Ia bisa melihat kearah depan dan samping pada waktu yang besamaan. Rajawali bisa melihat ikan dalam air meski dari jarak yang sangat jauh saat ia sedang terbang melayang tinggi. Rajawali benar-benar memiliki ketajaman yang luar biasa dalam melihat. Memiliki ketajaman dalam hal melihat adalah kerinduan Tuhan bagi anak-anakNya. Mata yang tajam akan melihat kehendak Tuhan sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang benar dan mana yang tidak benar seperti tertulis: “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:17). Mata yang tajam pasti dapat melihat setiap kesempatan yang ada dan menggunakannya sebaik mungkin. Apalagi menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat ini, bukan waktunya untuk santai atau bermalas-malasan lagi, sebaliknya “…perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5;15-16).

Jadi kita butuh mata setajam rajawali yang bisa mencermati dan melihat keadaan sekitar. Kita juga harus menggunakan mata kita untuk melihat hal-hal yang baik, karena mata kita adalah jendela hati kita; apa yang kita lihat akan mempengaruhi keadaan hati kita.

Mata rohani yang tajam pasti dapat mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup ini.


Post By : Vicky Ch Boediarto

Sabtu, 04 Desember 2010

Arti Doamu

“Biarlah doaku adalah bagiMu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.” Mazmur 141:2

Setiap kita pasti berharap agar doa-doa yang kita panjatkan selalu didengar dan dijawab Tuhan. Kenyataannya tidak semua doa kita itu dijawab Tuhan. Akibatnya banyak orang Kristen yang menjadi kecewa, mogok melayani, dan tidak lagi mau berdoa. Sangat menyedihkan lagi ada juga akhirnya putar haluan, lari mencari pertolongan di luar kuasa Tuhan.

Doa adalah nafas hidup orang percaya. Ketika kita dalam masalah atau pergumulan yang berat, yang kita butuhkan adalah doa. Baik itu doa yang kita panjatkan sendiri kepada Tuhan atau melalui dukungan doa dari saudara kita seiman lainnya. Begitu pentingkah doa itu bagi kita? Doa lahir karena kita menyadari akan keterbatasan dan ketidakberdayaan kita dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada. Karena itu kita sangat membutuhkan pertolongan dari Tuhan melalui doa kita. Dalam Yakobus 5:16b dikatakan: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Jadi, di dalam doa terkandung mujizat yang luar biasa bagi orang percaya. Karena itu jangan malas untuk berdoa! Sesibuk apa pun, berdisiplinlah menyediakan waktu untuk berdoa. Keberhasilan kita dalam rumah tangga, pekerjaan dan juga pelayanan sangat ditentukan oleh ketekunan kita dalam doa. Pelayanan pekerjaan Tuhan (penginjilan) di atas muka bumi ini tidak akan berhasil jika tidak didahului oleh para pendoa syafaat yang siang malam mengetuk pintu hati Tuhan melalui doa-doa mereka. Ketahuilah bahwa Tuhan Yesus sendiri tidak pernah lalai untuk berdoa dan membangun kekariban dengan Bapa di sorga. Itulah kunci keberhasilan pelayanan Yesus saat Ia berada di bumi. Mengapa Yesus perlu berdoa kepada BapaNya? Karena Yesus hendak memberikan teladan kepada kita bahwa dalam wujudNya sebagai manusia Dia bergantung sepenuhnya kepada kuasa dari Bapa, bukan mengandalkan kekuatanNya sendiri.

Seberapa sering kita berdoa? Atau malah kita berkata, “Mana sempat, keburu telat!”. Untuk kegiatan lain saja kita sempat-sempatkan, apakah untuk berdoa saja kita tidak punya waktu?

“Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!” Yesaya 55:6.

Post By : Vicky Ch Boediarto

Jumat, 26 November 2010

CEMBURU YANG SEBENARNYA

Pada saat memasuki abad ke-21, para ilmuwan sepakat menyimpulkan penelitiannya, bahwa hubungan dua orang dalam mendifinisikan cinta adalah: Campuran dari ‘Psikologi, Biologi dan Kimia’. Seseorang yang sudah mengalaminya, bisa berpendapat bahwa: Perasaan cinta (rasa sayang terhadap seseorang) tidak mengenal bangsa, budaya, maupun usia, bahkan tidak mengenal situasi dan kondisi dari manusia mana pun di dunia ini. Di mana penghayatan hubungan itu terisi dengan kemauan, harapan, dan tuntutan, serta dibumbui oleh fantasi, imajinasi, dan visualisasi. Dan, yang paling membuat hubungan menjadi panas serta menimbulkan keretakan adalah bumbu cinta yang bernama cemburu!

Rasa cinta (sayang)—selain berisi harapan untuk selalu dekat dengan segala hal yang diinginkan—juga memiliki pemahaman bahwa, orang yang dicintai itu ‘milikku’. Dikarenakan pemahaman ini, menyebabkan seseorang mengalami apa yang dinamai ‘cinta egois’, cinta yang mengekang pasangannya dalam banyak bentuk. Ini terjadi karena rasa takut kehilangan orang yang dicintai.

Jika hubungan berdasarkan hal ketakutan, bisa dipastikan lambat atau cepat, pasangan menjadi menjauh dan berusaha ‘damai’ hanya untuk membuat ketenteraman. Tetapi sebaliknya, perasaan cinta malah menjadi mencair. Ibarat gunung es, jika terlalu dipegang dan dibakar cemburu Buta, maka yang terjadi bukan lebih mencintai, tetapi cinta menjadi hilang. Karena, pasangan merasa tidak dihargai, lebih tepat tidak dipercayai. Padahal, seseorang akan lebih bereaksi positif jika dipercayai. Jangankan pasangan kita, anak-anak pun lebih respek jika diberi kepercayaan.

Seseorang yang terjebak dalam hal mencintai dengan perasaan takut kehilangan, biasanya banyak dibakar oleh api cemburu. Dan, dengan bercanda orang mengatakan, bahwa cemburu adalah bumbunya saling mencintai. Bahkan, banyak pendapat yang mengatakan bahwa ‘Cemburu ada, karena cinta yang dalam’ memang betul, perasaan cemburu adalah ekspresi adanya cinta, tetapi itu bukan cinta terhadap pasangan kita, tetapi lebih dimaksud cinta kepada diri kita sendiri, yaitu takut kehilangan orang yang dicintai.

Maka, banyak macam eksepresi cemburu yang dikeluarkan, contoh: tidak memercayai apa yang dilakukan pasangan di luar keterlibatan kita. Menjadikan kita paranoia dengan berpikir selalu negatif terhadap kelakuan pasangan kita. Rasa percaya diri meluntur, maka banyak ulah menjadi ‘show-of’ terlalu menonjolkan diri yang tidak pada tempatnya, dan membuat perbandingan dengan orang lain, seolah memperlihatkan bahwa kita paling pantas untuk dicintai.

Hubungan yang berdasarkan rasa memiliki ini, selalu sadar atau tidak sadar ketakutan pasangannya hilang (direbut/beralih kepada orang lain). Ini semua membuat kualitas hidup menjadi negatif, pola pikir dan cara berinteraksi yang buruk, sampai timbul sikap memojokkan pasangan. Terkadang, begitu SANGAT parahnya sikap curiga kepada pasangan, mulai dari diam-diam memeriksa dompet, HP saat pasangan sedang mandi, sampai mengecek tagihan kartu kredit, ATM, menyelidiki via orang kantornya untuk mendapat jadwal kegiatan bisnis, serta bersedia mencuci (membersihkan) mobil sang suami, hanya karena sekedar ingin menemukan apa yang bisa jadi bukti kecurigaan. Maka, terjadilah permainan “Tom & Jerry” di antara pasangan. Hal ini benar-benar Sudah Gila & keterlaluan bukan...??!!! Bayangkan jika anda yang diperlakukan sebaliknya?????????????????

Menjadi pasangan suami istri berdasarkan ketakutan ditinggalkan, takut pasangan beralih mencintai orang lain, sesungguhnya hal itu hanya akan membuat kita lelah dan depresi sendiri. Hal ini menjadikan situasi rumah tangga menjadi tidak enak, sebab ke mana saja pasangannya pergi selalu timbul rasa takut kehilangan dia. Sampai-sampai banyak istri di Indonesia, memegang uang / harta / aset suaminya 100 persen, dan keuangan suaminya dijatah seperti anaknya yang masih SD. Kalau minta uang lebih ditanya untuk apa dan mengapa? sekali lagi...... Bayangkan Jika Anda yang diperlakukan sebaliknya????

Istri model begini berpikir, kalau suami tidak punya uang, maka tidak akan bisa berbuat apa-apa, (padahal ini pemikiran yang paling lugu dari seorang perempuan). Survei membuktkan, para suami yang diperlakukan demikian, di luar rumah menjadi teramat Buas & bahkan sangat LIAR !!!! seolah secara psikologis dia mau memperlihatkan, “Saya ini laki-laki yang bisa berbuat apa saja!” Tetapi, di depan istrinya ia mengalah, karena ia tidak mau ribut, apalagi cerai (formalitas status dipertahankan) atau demi anak-anaknya ia 'Terpaksa' bertahan walau hatinya kadang ingin M E N J E R I T.....!!! bahkan konon tidak menutup kemungkinan justru hal inilah yang memicu trend Poligami Terselubung di zaman modern ini. Nah jika benar-benar sudah sampai separah itu.... Bayangkan Siapa yang dirugikan..... bukankah Anda sendiri???

Banyak sifat/karakter orang, banyak pasangan yang begitu menjadi istri atau suami, menjadi orang yang seolah menjadi pemilik dari diri pasangannya. Maka, rumah tangga yang dibangun berdasarkan sifat pasangan seperti ini menjadikan pasangannya bukan menghargai dan kasih sayang tumbuh semakin subur, tetapi jadi hanya sekedar takut saja di depannya, sementara di belakangnya seperti kuda lepas dari kandang. Maka, pikir baik-baik sebelum “kasih leher” untuk diikat dengan tali perkawinan.

Hidup berpasangan yang terikat pernikahan, sudah selayaknya didasari cinta. Cinta di sini merupakan kepercayaan dan kesetiaan, di mana hal ini tidak diminta, tetapi kesadaran individu lebih melestarikan adanya cinta jenis ini. Jadi, cinta di sini bukan berarti orang harus selalu turut "apa maunya kita". Tetapi, cinta dan rasa sayang yang dibangun dari sikap percaya dan menghargai masa lalu masing-masing pihak, akan terasa hangat dan abadi sepanjang masa.

Berhati-hatilah...... Egosentris kita banyak pegang peranan dalam hal hubungan. Jadi, pasangan dilihat sebagai hak milik. Dia harus memenuhi keinginan dan gambaran kita, berperilaku seperti kemauan kita dan kalau bisa cinta kita terus. Ini berarti hidup terus-menerus dari (dengan cara amat halus) agresi kehendak – sikap dan ego yang dibuat. Egoisme ini jadi memberi selalu jarak dan tanpa respek pada pasangan.

Untuk hidup dengan rasa memiliki pada umumnya terjadi efek tak dapat memberi napas (baca: ketenangan) kepada yang lain. Maka, secara tidak disadari akan membuahkan teror (perkosaan jiwa) menimbulkan rasa tidak ada kebebasan kepada yang lain, tetapi sekaligus mendapat perasaan keamanan supaya tidak di tinggalkan, walaupun terkadang hanya sebatas fantasi, atau kenyataan semu saja!

Salam bahagia untuk semua pasangan di dunia ini....

SELAMAT MALAM...TUHAN MEMBERKATI


Post By : Yohana Lina Susanti 小兰
Oleh: Lianny Hendranata

Rabu, 17 November 2010

TETAP KUAT MESKI TAK DIANGGAP

“Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.” 1 Petrus 4:19

Alkitab menyatakan, “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak putri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.” (Ibrani 11:24-26)

Demi panggilan Tuhan Musa rela meninggalkan harta kekayaan dan segala kehormatan yang ia dapat saat berada di Mesir, untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. Tetapi bangsa Israel sama sekali tidak menunjukkan respons positif terhadap pengorbanan Musa ini. Sebaliknya mereka seringkali marah, menggerutu dan mengolok-olok Musa. Bahkan mereka menuduh bahwa Musalah penyebab penderiaan yang mereka alami selama ini. Bangsa Israel merasa lebih senang dan betah tinggal di Mesir dari pada harus mengembara di padang gurun menuju tanah Perjanjian, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak seperti di Mesir. Namun Musa bisa menjaga hati, tetap taat kepada pimpinan Tuhan dan terus berupaya menjalankan tuganya demi kebaikan bangsa Israel itu, walau mereka memandangnya dengan sebelah mata.

Banyak hamba Tuhan yang tak luput dari hal yang demikian. Meski sudah melayani jiwa-jiwa dengan segenap hati dan jiwa, berkorban waktu dan tenaga, mereka masih kurang dianggap dan sering diremehkan pelayanannya. Janganlah kita kecil hati. Tetaplah teguh pada tugas dan panggilan seperti Musa. Kalaupun kita harus menderita karena melakukan kehendak Allah, kita harus menyerahkan jiwa kita kepadaNya. Sekalipun kita menderita karena perbuatan orang lain yang memusuhi perbuatan benar kita, jangan sekali-kali kita menuntut balas. Sebaliknya haruslah kita selalu berbuat baik kepada mereka dan juga kepada Allah Pencipta yang setia.

Itulah yang dikehendaki Allah kepada kita. Yang terpenting ialah motif pelayanan yang benar harus tetap kita pertahankan sekalipun banyak tantangan dan masalah yang menyerang. Percayalah, “Penjagamu tidak akan terlelap. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” (Mazmur 121:3b,5).

Jerih lelah kita bagi Tuhan tidak pernah sia-sia! Tetap lakukan tugasmu dengan setia.

Post By : Vicky Ch Boediarto

Selasa, 09 November 2010

Jepit Rambut

Firman Tuhan

Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
(Mazmur 25:10)



Jepit rambut tipis biasanya berwarna hitam dan berukuran kecil--kerap kali dianggap remeh oleh banyak orang. Namun, buat saa, jepit rambut itu sangat berguna. Selama beberapa waktu, ia kan menjepit dan menjaga rambut saya agar tetap di tempatnya, sehingga kelahatan rapi. Sementara beraktifitas, kadang saya meraba jepit rambut saya dan lega jika mendapati ia menjalankan tugasnya dengan baik..
Sekalipun mungkin--andai rambut saya bisa "merasa"--itu menyebabkan si jepit "dibenci" oleh rambut saya karena ia membuat rambut saya tidak bisa terurai dengan bebas.

Dalam hidup kita pun,ada banyak "jepit" yang Tuhan taruh,yakni "Jepit-jepit" peraturan yang menurut kita terkadang memebosankan, mengekang, membatasi, kuno, dan membuat kita merasa tidak enak, tetapi sangat perlu. Perlu untuk mengarahkan kita tetap berada dijalan yang Tuhan kehendaki. Perlu untuk membentuk kita menjadi pribadi seperti yang Tuhan mau!

Mari sekali lagi kita belajr dari Daud. Salah satu kunci keberhasilan Daud adalah ia mencintai hukum-hukum Tuhan. Ia idak bosan dengan hukum-Nya. Ia telah mengalami bagaimana hukum Tuhan itu telah membuatnya berbalik dari kejahatan (ayat 7,8); juga membangkitkannya dari kejatuhan; membuatnya kembali karib dengan Allah dan tidak kehilangan karunia-Nya (ayat 14). Tuhan telah menyediakan jalan hidup yang penuh kasih setia dan kebenaran. Kita diminta untuk berpegang pada janji-Nya, menuruti peringatan-Nya. Mungkin peringatan-Nya tak tampak menarik bagi kita, tetapi serupa dengan jepit rambut yang kecil, ia pasti sangat berguna.***

Post By : Iffon Lestari

Sabtu, 30 Oktober 2010

Weekend

1. Wake Up (Bangunlah) – ambil keputusan untuk menyambut setiap hari baru dengan penuh sukacita.
~ “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.” (Mazmur 118:24)

2. Dress Up (Berdandanlah) – cara yang paling baik untuk berdandan adalah dengan tersenyum. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk membuat penampilan Anda menjadi lebih baik, yang perlu Anda lakukan hanyalah TERSENYUM.
~ “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

3. Shut Up (Berdiamlah) – ucapkanlah hal-hal yang baik dan belajarlah untuk mendengar. Tuhan memberikan kepada kita dua telinga dan satu mulut dengan maksud agar kita mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.
~ “Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya.” (Amsal 13:3)
~ “Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” (Amsal 20:19)
~ “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” (Amsal 19:20)

4. Stand Up (Berdirilah) – dan pegang teguh apa yang Anda percayai. Jika Anda tidak berpegang teguh pada sesuatu, maka Anda akan mudah jatuh dalam hal apa pun.
~ “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” ( Galatia 6:9-10)

5. Look Up (Pandanglah) – kepada Tuhan.
~ “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)

6. Reach Up (Raihlah) – atau kejarlah sesuatu yang lebih tinggi. Berusahalah selalu untuk membuat diri Anda menjadi lebih baik.

7. Lift Up (Angkatlah) – Doa-doa Anda.
~ “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

JESUS BLESS ALL ^___^
HAPPY WEEKEND

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Rabu, 27 Oktober 2010

Dalam Kesesakanmu Berserulah kepada TUHAN

Kemudian mereka menarik dan mengangkat Yeremia dengan tali dari perigi itu.“ Yeremia 38:13a

Mungkin kita berkata dalam hati, “Menjadi orang percaya ternyata tidak mudah, acapkali kita diperhadapkan pada masalah atau kesesakan.” Tapi bukan hanya orang Kristen saja yang punya masalah, semua orang tanpa kecuali (selama masih bernafas di dunia ini) pasti punya masalah. Jadi kita tidak mengalaminya sendiri! Karena itu, stop mengasihi diri sendiri karena ada satu hal yang pasti, yaitu jaminan pemeliharaan Tuhan bagi anak-anakNya. Pemazmur berkata, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semua itu;” (Mazmur 34:20). Tuhan selalu punya cara ajaib untuk menolong dan menyediakan jalan keluar bagi setiap permasalahan. Masalah tidak hanya dialami orang Kristen awam, tetapi bisa terjadi dalam kehidupan pelayan Tuhan atau orang-orang yang terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.

Yeremia, meskipun sebagai nabi Tuhan, pun mengalami masa-masa yang sulit. Ketika menyampaikan nubuat yang diperintahkan Tuhan kepadanya, Yeremia dibenci dan dianiaya. Tertulis: “Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi….mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.” (Yeremia 38:6). Dalam keadaan demikian, sudah tentu sebagai manusia Yeremia merasa takut dan nyaris putus asa. Tetapi Yeremia tidak berteriak-teriak minta tolong kepada manusia. Alkitab mencatat Yeremia berseru kepada Tuhan, “Ya Tuhan, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku!” Janganlah Kaututupi telingaMu terhadap kesahku dan teriak tolongku!” (Ratapan 3:55-56).

Sungguh, Tuhan itu bukan Tuhan yang tuli, Dia mendengar teriak anak-anakNya yang berada dalam kesesakan. Maka Tuhan memakai Ebed-Melekh untuk menyelamatkan Yeremia. Orang Etiopia itu melapor kepada raja bahwa Yeremia telah dimasukkan ke dalam perigi (Yeremia 38:7-9). Lalu raja menyuruh Ebed-Melekh untuk membebaskan Yeremia, “Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!” (Yeremia 38:10). Bila saat ini kita sedang dalam ‘perigi masalah’ dan sepertinya tidak ada harapan, berserulah kepada Tuhan, Dia pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Kata Yeremia, “Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku.” Ratapan 3:58

Post by: Vicky Ch Boediarto

Jumat, 22 Oktober 2010

TAK LAGI KUATIR DAN TETAP BERSYUKUR

Post By: Vicky Ch Boediarto

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Filipi 4:6

Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menyatakan permohonan kepada Allah dalam segala hal. Segala hal berarti seluruhnya, tanpa ada perkecualian. Jadi dalam segala hal, dengan doa dan permohonan dengan ucapan syukur, kita menyampaikan permohonan kepada Allah. Banyak orang datang kepada Tuhan dengan doa dan permohonan tetapi masih saja kuatir, mengeluh serta menggerutu. Jika kita terus menggerutu tentang permasalahan yang ada dan berusaha menyelesaikannya dengan kekuatan sendiri, maka berarti kita tidak perlu lagi berdoa dan datang kepada Tuhan, bukan? Selama kita terpaku dan memegang erat-erat masalah kita tidak ada gunanya untuk berdoa, karena berarti kita belum mau melepaskan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan.

Mari perhatikan apa yang Alkitab ajarkan tentang masalah yang kita alami: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Jika kita menyerahkan masalah yang kita kepada Tuhan, kita tidak perlu memikirkan masalah itu lagi karena masalah itu sudah ada di tangan Tuhan. Dia mau menanggung kekuatiran kita sehingga kita pun tidak perlu menanggunya lagi. Amin? Tuhan memerintahkan kita untuk tidak kuatir dengan menyerahkan kekuatiran itu kepadaNya dalam doa dan permohonan serta ucapan syukur.

Kunci utama untuk lepas dari kekuatiran adalah memuji Tuhan. Tuhan akan membebaskan kita dari semua permasalahan yang ada jika kita mau belajar memuji dan bersyukur kepadaNya. Mengucap syukur dalam segala perkara kepada Tuhan adalah penting. Ada banyak ayat dalam Perjanjian Lama yang berbicara mengenai ucapan syukur kepada Tuhan. Salah satunya adalah: “Masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyayian syukur, kedalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya! Sebab Tuhan itu baik, kasih setianya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun-temurun.” (Mazmur 100:4-5). Memasuki gerbang Allah dan pelataranNya dengan pujian adalah menunjuk kepada hal berdoa.

“Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah… Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Mazmur 50: 14-15

Selasa, 19 Oktober 2010

Info Kesehatan

Post By: Yohana Lina Susanti 小兰 18 Oktober jam 22:17

Kedokteran mencatat :
- Kalau 5 menit marah, imun system tubuh kita depressi 6 jam
- Kalau kita dendam, imun tubuh kita mati. Disitulah bermula segala macam penyakit.
- Diabetes adalah ibu dr semua penyakit. Jadi perhatikan makan gula! 1 donut manis menyebabkan imun sistem hilang 6 jam.
- Hanya tumbuhan & sayur yg membuat tubuh kita alkaline. Selama kita alkaline, sakit cepat sembuh.

Usus artinya :
- the seat of emotion (tempat duduknya emosi)
- second brain (otak kedua tubuh)
Makanya kita banyak pikiran, maag bisa kena.

Positive cycle :
-Healthy food leads to positive emotion
-Positive emotion lead to stronger relationship
-Strong relation lead physical health
-Physical health help us make health food choices.

Orang yg sering BT, terbukti kadar serotoninnya kurang (vitamin B, krn makanannya gak sehat).

Hormon endorfin (hormon yg membuat gembira) membuat kita sehat, ini bisa terjadi kalau kita punya RELATION yg baik, punya KASIH!!!

Kadar stress dr yg paling tinggi :
1 Kematian pasangan : 100
2 Divorce : 60
3 Separate from living partner : 60
4 Death of close family : 60
5 Menopause : 60, dst

Minyak transfat : kentucky, margarine, donuts, burger.
Itu adalah pembuat mood up & down seenaknya.
Kadang happy, kadang bete, kadang cinta, kadang sebel abis. Plus penyebab penyempitan jantung tertinggi.

Pemakan buruk akan menyebabkan :
- bad mood
- poor self image
- isolation
- irritability
- uncontrolled anger
- mental confussion
- depression

Please be wise ...to yourself !
Semoga bermanfaat.
Tuhan memberkati.

Senin, 18 Oktober 2010

Doa Itu Roda Hidupmu

Post By:
Virgina Ch Boediarto 17 Oktober 2010



Doa bukan seperti "Ban Cadangan" yang kamu pakai ketika kamu dalam kesulitan, namun doa adalah "Roda Kemudi" yang menuntunmu di jalan yang benar.

Apa kamu tahu mengapa kaca depan sebuah mobil begitu besar dan kaca spion begitu kecil.? Karena MASA LALU kita tidak sepenting MASA DEPAN kita. Lihatlah ke Depan dan bergerak Maju, jangan diam ditempat.

Persahabatan itu seperti sebuah BUKU. Hanya perlu beberapa detik untuk membakarnya, namun perlu berbulan - bulan untuk menulisnya.

Segala hal dalam hidup ini adalah sementara. Bila berjalan dengan lancar, maka.... nikmatilah, semua itu tidak akan bertahan selamanya. Bila berjalan tidak benar, maka.... jangan kuatir, semua itu tidak bertahan selamanya juga.

Teman Lama adalah Emas. Teman Baru adalah Berlian. Jika kamu mendapatkan sebuah berlian, jangan lupakan emas. Karena untuk dapat meletakkan sebuah Berlian, kamu selalu memerlukan dudukannya yang terbuat dari Emas.

Seringkali ketika kita kehilangan harapan dan berpikir bahwa inilah akhir dari semuanya, TUHAN tersenyum dari atas sana dan berkata, "Santailah, sayang, ini hanyalah sebuah kelokan, bukan akhir.!"

Ketika TUHAN menyelesaikan masalah-masalahmu, kamu memiliki keyakinan atas kemampuanNYA; Ketika TUHAN tidak menyelesaikan masalah-masalahmu, DIA memiliki keyakinan atas kemampuanmu.

Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka. Dan, kadangkala, ketika kamu aman dan bahagia, ingatlah bahwa seseorang telah berdoa untukmu.

KEKUATIRAN tidak akan menghilangkan KESULITAN di hari esok, namun menghilangkan KEDAMAIANmu pada hari ini.

Selamat mengalami perjalanan yang berbuah.!


Renungan Malam

Suatu hari ada seorang ibu pembuat tempe yg sdg sakit tp ttp berusaha membuat tempe, akibatnya si ibu agak lambat mmbuat tempenya. Disaat ibu ini harus berangkat ke pasar utk menjual tempe buatannya tp tempe itu blm jadi, akhirnya si ibu mulai berdoa kpd Tuhan, "Tuhan aku tau mujizatMu sgt nyata krn itu ubahlah kedelai2ku ini menjadi tempe yg bisa ku jual", ketika selesai berdoa & membuka mata trnyata kedelai2 itu blm menjadi tempe.

Dan si ibu ini berdoa lagi, "Tuhan aku tau Engkau akan mengubah kedelai2ku menjadi tempe disaat aku sdg berjalan ke pasar" pd saatnya si ibu tiba di pasar, ketika dibuka ternyata ttp kedelai & blm mnjadi tempe..

Dgn perasaan kecewa si ibu mulai mengungkapkan kata2 kekecewaannya, "Tuhan knp Engkau tdk mengubah kedelai2 ku menjadi tempe yg bisa ku jual.. katanya Engkau mengasihi umatMu mana buktinya.!!"

Si ibu mulai tambah bingung ketika seluruh dagangan pedagang di samping kiri kanannya hbs terjual, tp ibu ini belum satupun tempenya terjual. Tiba akhirnya si ibu mulai berkemas2 & siap utk plg kerumahnya, ada seorang ibu berteriak2 mencari siapa pedagang yg mempunyai tempe yg blm jadi krn mau dikirim keluar kota & saat itu tempe si ibu yg blm jadi habis di borong oleh pembeli tadi. Saat itu si ibu tersungkur minta ampun sama Tuhan krn tdk percaya akan kuasa Tuhan yg ajaib.

Suatu hari mungkin kita pernah berdoa utk sesuatu yg kita inginkan & kita harapkan ttp ternyata apa yg kita dpt tidak sesuai yg kita doakan, apa yg akan kita lakukan...? Kecewa...!!! Marah...!!! Tapi mulai hari ini belajarlah utk slalu mengerti rencana Tuhan dlm hidup kita bahwa rancangan Tuhan adlh rancangan Damai Sejahtera & bkn rancangan kecelakaan krn itu tetaplah mengucap syukur atas apa yg sdh kita terima saat ini.

Ingatlah….
Tuhan punya waktu sendiri utk menjawab setiap doa kita.

Kamis, 14 Oktober 2010

"JANGAN TAKUT"

TUHAN MENYERTAI


“apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” Yesaya 43:2b.

Bila saat ini sedang melewati masa-masa yang tidak menyenangkan, persoalan atau penderitaan datang silih berganti mewarnai hari-hari kita, jangan sekali-kali menyerah dan putus asa, apalagi sampai marah kepada Tuhan. Pencobaan yang kita alami bisa saja antara lain terjadi karena ketidaktaatan atau kesalahan kita.

Tidak ada jalan lain, kita harus segera bertobat dan minta ampun kepada Tuhan. Namun yang pasti, pencobaan juga merupakan senjata yang digunakan Iblis untuk mneghancurkan hidup kita; pencobaan adalah tanda bahwa Iblis sangat membenci kita. Sebaliknya, bila pencobaan itu diijinkan Tuhan, maka itu adalah cara Tuhan untuk mengembangkan karakter kita. Kita tidak akan bertumbuh tanpa melewati ujian atau pencobaan. Jadi jangan terkejut dan berkecil hati! Jangan pernah mau diintimidasi Iblis, karena “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13). Selama ini banyak orang Kristen yang menjadi frustasi, drop/hilang semangat dan tidak lagi berpaut kepada Tuhan saat dalam pencobaan. Mari kita belajar dari Daud, yang meski dalam keadaan buruk senantiasa menggunakan bahasa iman. Bahasa iman itu sangat penting dalam kehidupan kita agar kuasa pertolongan Tuhan dapat bekerja di dalam kita. Daud berkata, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;” (Masmur 23:4a).

Kalau kita yakin akan penyertaan Tuhan, sebagaimana Daud mengalaminya, kita tidak akan berbicara mengenai lembah kekelaman, tetapi kita akan menggemakan penyertaan Tuhan di mana pun kita berada. Bersama Tuhan Yesus kita akan aman terpelihara. Seringkali kita tidak merasakan betapa Tuhan itu menyertai kita, tetapi kita harus yakin seperti Daud berkata, “Tuhan besertaku!” Itulah sebabnya Daud tidak takut berada dalam lembah kekelaman.

Hari ini, Allah sendiri telah menegaskan janjiNya kepada kita: “Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau,….” (Yesaya 43:5a).

Kamis, 30 September 2010

Hal Menghakimi






30 September

Firman Tuhan

Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu (Yohanes 8:7)

Dalam buku connecting, Larry Crabb menceritakan kisah berikut. Dalam sebuah acara retret bagi kaum muda bermasalah, seorang gadis berdiri menuturkan pergumulannya. Dengan bibir bergetar dan air mata meleleh membasahi pipi, ia mengaku,"Saya telah menjadi pelacur selama tiga tahun terakhir ini. Saya sangat menyesal."

Saat gadis itu masih berdiri dengan gamang, ayahnya berjalan menghampiri, lalu memeluknya dan berkata,"Saat aku melihatmu, aku tidak melihat seorang pelacur di dalam dirimu. Kamu sudah dibasuh oleh darah Kristus.Kini aku melihat putriku yang cantik."

Kisah ini bukan hanya kisah keluarga yang menyentuh hati, melainkan juga memuat pelajaran yang patut diterapkan dalam kehidupan bergereja, khususnya saat menyingkapi anggota jemaat bermasalah. Bagaimana tanggapan kita bila tahu ada saudara seiman yang jatuh ke dalam dosa? Tak jarang kejadian itu malah menjadi ajang penghakiman dan bahan gosip.

Tanggapan itu sangat ganjil kalau kita menyadari bahwa gereja adalah keluarga Allah. Orang yang jatuh dalam dosa bukan penyakit yang perlu disingkiri, melainkan saudara yang perlu diperhatikan dan ditolong. Seperti ayah gadis tadi, kita dapat belajar untuk tidak berfokus pada kesalahan yang diperbuat, tetapi pada realitas kita sebagai orang yang telah ditebus oleh Kristus dan pemilihan yang tersedia di dalam anugerah-Nya. Sikap semacam ini mengandung daya pemulihan yang manjur untuk membangkitkan kembali mereka yang jatuh. Itulah yang dilakukan Yesus terhadap perempuan.***


Selamat Siang.

Tuhan berkati.



Post By : Iffon Lestari

Selasa, 28 September 2010

Sabar-








“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Amsal 16:32.

Banyak orang berkata, “Aku cukup sabar menghadapi masalah ini”, namun ada yang berkata, “Kesabaranku ada batasnya.” Sejauh mana kita dapat mengerti arti kata sabar itu? Saat dihadapkan pada situasi yang mendesak memancing emosi kita meledak, mampukah kita bersabar? Ataukah kita langsung naik pitam dan memaki, mengumbar amarah kita?

Kesabaran adalah salah satu buah roh yang harus kita miliki. Memang tidak mudah bagi seseorang untuk menguasai dirinya dengan tetap bersabar, entah itu bersabar menghadapi suami yang kasar, atau anak-anak yang memberontak. Terlebih lagi sabar dalam menantikan janji Tuhan dalam hidup kita. Nabi Habakuk dalam penantiannya berkata, “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-pambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” (Habakuk 2:3). Menanti sesuatu yang kita harapkan terkadang menjenuhkan dan membutuhkan kesabaran, oleh sebab itu kita perlu melatih diri bagaimana menjadi orang yang sabar di segala situasi. Problem yang kita hadapi adalah salah satu ujian untuk melatih kesabaran kita. Tidak jarang kita seringkali memakai logika dari pada memakai iman. Kita masih saja mereka-reka sesuatu dengan jalan pikiran kita sendiri, hingga akhirnya mencari jalan pintas. Contoh: Saul mengalami ketakutan saat melihat tentara Filistin, lalu lari mencari pertolongan kepada arwah (baca 1 Samuel 28:4-7).

Bukankah tidak sedikit orang Kristen yang demikian? Tidak sabar menunggu pertolongan dari Tuhan, kita pun lari mencari pertolongan lain. Padahal Alkitab menegaskan: ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia.” (I Korintus 2:9). Tuhan itu Mahasanggup untuk melakukan segala sesuatu di luar apa yng kita pikirkan. Dan satu hal yang harus kita ketahui adalah bahwa di dalam kesabaran juga dibutuhkan hati yang mengasihi.

Jika kita tahu apa yang kita harapkan berharga bagi kita, tentulah kita mau bersabar menantikannya dan pastilah kita tidak akan mudah menyerah begitu saja.



Upload by: Vicky Ch Boediarto

Senin, 27 September 2010

(Amsal 22:8)

Iffon Lestari

27 September jam 5:35 Balas • Laporkan
Firman Tuhan

Orang yang menabur kecurangan akan menuari bencana (Amsal 22:8)


Seorang bapak membawa anaknya ke sebuah lembah,"Nak,coba kamu teriakan sebuah kata," ujarnya. "Untuk apa, Pak?" tanya sang anak.
"Coba saja," kata Bapak itu lagi. Sang anak menurut. Ia beranjak ke ujung lembah."Hai!" teriakya. Sejenak sepi. Tetapi tidak lama kemudian terdengar suara gema dari lembah,"Hai...hai..hai...." Begitu pula dengan setiap kata yang diteriakannya setelah itu. Kembali dengan kata yang sama. Bapak itu pun membukakan hikmat yang hendak ia ajarkan."Nak, seperti itulah hidup kita. Apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai," katanya.

Bacaan hari ini mencatat kejadian yang membuktikan tentang tabur tuai tersebut. Haman--seorang pejabat tinggi negara, sangat membenci Mordekhai--seorang pria Yahudi (Ester 3:5). Ia pun mendirikan tiang untuk menggantung Mordekhai. Lalu menyarankan kepada raja supaya mengadakan upacara penghormatan bagi orang yang telah berjasa kepada raja (ayat 7-9). Sangka Haman,dirinyalah yang akan dianugerahi kehormatan itu.Namun yang terjadi justru sebaliknya. Raja memberikan kehormatan kepada Mordekhai (ayat 10).Sedang tiang yang Haman dirikan, akhirnya justru digunakan untuk menggantung dirinya (Ester 7:10).

Menabur dan menuai adalah dua hal yang saling terkait. Tidak saja dalam dunia pertanian, tetapi juga dalam hidup sehari-hari. Ketika kita menanam benih padi yang baik, biasanya kita pun akan menuai padi yang baik. Bila kita menabur kebaikan, pada saatnya kita akan menuai kebaikan. Sebaliknya bila kita menabur keburukan, maka pada saatnya juga kita akan menuai keburukan. Seperti Haman. Dan semoga bukan seperti kita.***



Renungan Harian.


Selamat pag,. selamat beraktifitas kembali.

Tuhan memberkati kita semua.

Jadilah Bijak


Vicky Ch Boediarto



Kisah Bijak dari Tiongkok....
Seorang Guru berkumpul dgn murid-muridnya.

Lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan :

Pertanyaan ke 1.
Apa yg paling dekat dgn diri kita di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab,, "orang tua", "guru", "teman", & "kerabat"..

Yg paling dekat dgn kita adalah "kematian".

Sebab kematian adalah PASTI.

Pertanyaan ke 2.
Apa yg paling jauh dari diri kita ?
Muridnya ada yg menjawab : "Negara Amerika", "bulan", "matahari".

Yg paling benar adalah "masa lalu".

Siapa pun kita,,, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita... tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu.

Sebab itu kita harus menjaga hari ini & hari-hari yg akan datang.

Yg ke 3.
Apa yg paling besar di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab "gunung", "bumi" & "matahari",,

Yg paling besar dari yg ada di dunia ini adalah "nafsu"

Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya...

Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi..

Karena itu, kita hrs hati-hati dgn hawa nafsu ini

Pertanyaan ke 4.
"Apa yg paling berat di dunia ini ?"
Di antara muridnya ada yg menjawab, : "baja","besi"&"gajah"

Yg paling berat adalah "memegang amanah"

Pertanyaan yg ke 5. "Apa yg paling ringan di
dunia ini ?"

Ada yg menjawab "kapas", "angin", "debu"&"daun-daunan"

Yg paling ringan di dunia ini adalah "Meninggalkan Ibadah"

Lalu pertanyaan ke 6.
"Apakah yg paling tajam di dunia ini ?"

Muridnya menjawab dgn serentak... "PEDANG !"

Yg paling tajam adalah "lidah manusia"

Krn melalui lidah, manusia dgn mudahnya menyakiti hati,,, & melukai
perasaan.....

Semoga bermanfaat........ :)

Kamis, 23 September 2010

Kasih, Kasih n Kasih




Dimana ada pengampunan disitu banyak kasih.

Didalam kasih selalu terdapat :
1. Kesabaran.
2. Kemurahan hati.
3. Ketidak sombongan.

Memberi tidak harus mengasihi, tetapi mengasihi selalu disertai
dengan pemberian.

Kasih itu identik dengan perasaan sayang yang diberikan dengan
setulus hati dan tanpa paksaan.

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.

KASIH ITU SABAR.
Dalam Kasih ada tenggang rasa dan kemampuan untuk tahan uji terhadap situasi yang kurang menguntungkan dan terhadap sikap orang-orang yang kurang mengenakkan. Kasih itu panjang sabar.

KASIH ITU MURAH HATI.
Secara alami kasih itu bersifat ramah, murah hati, hangat, dan baik. Kasih yang murah hati dan rela menolong, simpatik dan memahami orang lain. Kasih itu penuh perhatian, lemah lembut, tenggang rasa, adil, dan bijaksana, dan hanya ingin mengusahakan kebaikan bagi orang lain. Kasih itu pemurah, menerima sesama, dan kebaikannya terpancar dalam perbuatan.

KASIH ITU TIDAK CEMBURU.
Kasih tidak iri terhadap keuntungan orang lain, dan tidak menginginkan kepunyaan sesama. Kasih Allah tidak cemburu dan tidak menolak orang lain karena apa yang dimilikinya.

KASIH TIDAK MEMEGAHKAN DIRI.
Kasih sifatnya tidak suka bermegah dan gila hormat.tidak angkuh dan tidak congkak.

KASIH TIDAK SOMBONG.
Kasih bersifat tidak tinggi hati dan penuh dengan kesombongan.

KASIH TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN.
Kasih tidak bertindak, bereaksi, berfungsi, atau melakukan perbuatan yang tidak patut, tidak terpuji, atau yang bertentangan dengan apa yang benar.

KASIH TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI.
Kasih tidak suka menuntut bagi dirinya sendiri.

KASIH TIDAK PEMARAH.
Kasih sifatnya tidak mudah terpengaruh atau terpancing untuk menjadi marah dan mendendam.

KASIH TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN.
Kasih itu setia, tidak menghakimi atau merancangkan hal-hal yang menyebabkan atau mendatangkan malapetaka, penderitaan, kesukaran, atau yang sejenisnya. Kasih Allah tidak merancangkan kejahatan.

KASIH TIDAK BERSUKACITA KARENA KETIDAKADILAN.
Kasih akan bersukacita ketika apa yang benar, ketulusan, kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran dinyatakan.

KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU.
Kasih sanggup untuk bertahan dalam tekanan dan kesukaran. Karena Allah adalah kasih, Ia mendukung dan menopang Pribadi-Nya ketika segala sesuatu diletakkan atas diri-Nya. Kasih akan melindungi, menaungi, dan menjaga dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan sesamanya. Kasih mampu menahan diri, tenggang rasa, dan sabar dalam segala keadaan.

KASIH PERCAYA SEGALA SESUATU.
Kasih akan mempercayai sesama, melihat kebaikan dari semua orang (tanpa mengecam atau mencari-cari kesalahan).

KASIH MENGHARAPKAN SEGALA SESUATU.
Kasih mempunyai harapan, walaupun keadaan tidak memungkinkan sekalipun, dengan kepercayaan dan pengharapan akan penggenapan dari apa yang telah dijanjikan.

KASIH SABAR MENANGGUNG SEGALA SESUATU.
Kasih dapat menyebabkan seseorang terus bertahan, sekalipun dalam kesukaran.

KASIH TIDAK BERKESUDAHAN.
Kasih yang sempurna tidak pernah gagal karena waktu atau tidak berdaya. Kasih tidak pernah mengecewakan atau tidak bisa dipercaya. Seperti kasih dari Allah adalah kekal dan tidak berkesudahan.

Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Selamat mengasihi !

Senin, 20 September 2010


Vicky Ch Boediarto
20 September jam 15:14 Balas


Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.” Mazmur 103:15-16.

Jika kita merenungkan besarnya kasih Tuhan dalam hidup kita, sungguh sebenarnya kita ini tidak layak untuk menerimanya karena besarnya dosa yang telah kita perbuat dan seringnya kita memberontak dari jalan-jalanNya. Terlebih di saat kita sedang berjaya, sukses, segala sesuatu tersedia, seakan kita tidak butuh Tuhan sehingga kita pun sering lupa pada Si Sumber berkat tersebut.

Sesungguhnya di mata Tuhan kita ini tidak ubahnya seperti rumput yang sebentar tampak hijau dan indah, namun sebentar lagi akan layu dan kering. FirmanNya berkata, “Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.” (Mazmur 144:4).

Kesuksesan dan kekayaan yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara, sebentar saja bisa lenyap. Apa yang bisa kita banggakan? Siapakah kita ini sehingga harus bermegah dalam kekuatan, kepandaian, dan kekayaan kita? Tuhan Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15;5). Jadi, kita ini hanyalah ranting-ranting yang sangat bergantung pada pokok anggur. Ranting tidak dapat berbuah jika tidak tinggal pada pokok anggur itu. Oleh karenanya tidak patut bagi kita untuk menyombongkan diri dengan prestasi yang kita raih, harta yang berlimpah, gelar yang kita miliki, sebab semuanya tidak berarti apa-apa di pemandangan Tuhan, sebab “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (ISamuel 16:7b). Hati yang tulus adalah tempat yang tepat untuk Roh Kudus tinggal, sebab dari situlah terpancar kehidupan. Jika kita dapat menjaga hati untuk tetap taat dan setia pada perintahNya, kita akan merasakan betapa tidak berartinya hidup ini tanpa Tuhan.

Kita harus sadar bahwa hidup kita ini sangat ditentukan oleh perkataan dan kuasa Tuhan semata; Dia yang meninggikan dan merendahkan juga. Jadi, di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Karena itu jangan sekali-kali kita menyombongkan diri!

Jumat, 10 September 2010

Kata Mutiara

Kata Mutiara


Renungan Hari Ini...

"coba lihat lebih dalam pada kata-kata ini.
mereka masing-masing memiliki arti yang
begitu dalam dari pengalaman hidup orang-orang
tertentu...manjadikannya sebagai pembimbing dan motifasi hidup kita..."

"All Mazmur"

KATA-KATA MUTIARA DARI TOKOH DUNIA
============ ========= ========= =====

. Semua yang dimulai dengan rasa marah,
akan berakhir dengan rasa malu.

( Benjamin Franklin )


. Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu,
melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu.

( Hugh Downs )


. Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak,
dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi.

( Jawaharlal Nehru )


. Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan,
tetapi hebat dalam tindakan.

( Confusius )


. Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan
ialah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini.

(Samuel Taylor Coleridge )


. Kesalahan terbesar yang bisa dibuat oleh manusia
di dalam kehidupannya adalah terus-menerus mempunyai
rasa takut bahwa mereka akan membuat kesalahan.

( Elbert Hubbard )


. Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal,
tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.

( Confusius )


. Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan,
selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.

( Alexander Pope )


. Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu,
mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar
dan saat rezeki melimpah.

( Kahlil Gibran )


. Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini
adalah penakut dan bimbang.
Teman yang paling setia,
hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh.

( Andrew Jackson )


. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki,
tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai.

( Schopenhauer )


. Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudera yang tenang,
tapi ia akan dilahirkan dari samudera yang penuh terpaan badai,
gelombang dan topan

( D Farhan Aulawi ).





Post at: http://winksite.mobi




Life is rhythm tone that will not stop saying .... every note is heard always broadcast the song of life ... sad, difficult, joyful, laughing, spirit .. and all her feelings are always played ... until each of his strings broke ... as much as possible he will remain until discharged her age reads ... ..

By: Patrick Heart-

Selasa, 07 September 2010

Orang Kristen Pohon Kurma

Lukas 6:43-45; Mazmur 92:13-15

“Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur” (Lukas 6:44).
Jadilah orang Kristen pohon kurma. Mengapa?
Dalam Kel. 15:27 dikatakan, “Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh POHON KURMA, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.” Pikirkan, betapa menyenangkan melihat segerombolan pohon kurma bagi para pelancong di padang gurun. Sebab pohon ini tidak hanya memberikan tempat yang teduh, tetapi juga air, sebab pohon ini tumbuh di mana ada air. Pemazmur juga menyatakan bahwa pohon ini masih saja berbuah pada masa tua, “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (Mzm. 92:13-15). Pohon ini tidak pernah “pensiun”. Banyak dari kita yang ingin cepat-cepat pensiun ? berhenti dari segala aktivitas pelayanan atau tidak lagi menghasilkan buah bagi Tuhan. Mungkin kita berpikir bahwa sudah saatnya kita membeli sebuah vila kecil di tepi danau yang indah. Di sana kita akan merajut dan bersantai sampai ajal menjemput. Ini bukan tipe orang Kristen pohon Kurma. KITA HARUS TETAP BERBUAH DAN BERKARYA BAGI KRISTUS SAMPAI TUHAN MEMANGGIL KITA. Kitab Wahyu menyebutkan bahwa Kurma adalah gambaran kemenangan, “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem [atau kurma] di tangan mereka” (Why. 7:9).
Orang-orang yang memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem adalah orang-orang yang telah lulus dari kesengsaraan. Dan kini mereka berdiri di hadapan Tuhan dengan daun palem di tangan.
Saudara, marilah kita menjadi orang Kristen yang berkemenangan dan berbuah lebat sampai tua seperti pohon kurma atau palem. Jangan malas, atau Allah akan datang dengan membawa kapak dan akan merobohkan pohon yang tidak berbuah. Jangan berpikir untuk pensiun melayani Tuhan.

Renungan:
Sebagai orang percaya kita semua adalah pohon yang ditanam. Ada pohon yang tidak menghasilkan buah, ada yang menghasilkan buah tapi busuk, tetapi ada juga yang menghasilkan buah yang baik. Anda mau pilih yang mana?

Pohon yang baik dengan buah yang baik pula akan memberikan kepuasan kepada majikannya.


post by: http://www.bethanychurchsydney.org.au

Senin, 06 September 2010

http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

"To Day"

 
06 September jam 10:04
 
“Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal namaKu.” Mazmur 91:14

Sering orang Kristen mempertanyakan janji-janji firman Tuhan dalam kehidupan ini. Mereka mengeluh mengapa janji Tuhan belum juga dapat dinikmati.

Sesungguhnya, kepada siapakah janji-janji Tuhan itu ditujukan? Yaitu kepada “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: ’Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercaya.’” (Mazmur 91:1-2). Tempat perlindungan itu ialah Tuhan Yesus dan firmanNya: maksudnya kita harus tinggal dalam Kristus dan di dalam firmanNya (baca Yohanes 15:7). Bila kita tidak mau tinggal di dalam firmanNya kita akan banyak menjumpai banyak kesulitan. Banyak orang Kristen mencoba-coba hidup di luar firmanNya dan berfikir suatu saat kelak masih ada kesempatan kembali bertobat. Tetapi, seringkali masalah sudah datang terlebih dahulu sebelum kita sempat kembali dan tinggal dalam ‘tempat perlindungan’ tadi; maka bertanya-tanyalah kita mengapa itu terjadi, mengapa Tuhan ijinkan, bukankah Tuhan berjanji akan melindungi kita di bawah kepakNya dan kesetiaanNya seperti perisai dan pagar tembok.

Marilah memeriksa diri apakah kita sudah ‘tinggal’ di dalam Dia dan firmanNya di ‘dalam’ kita. Bila kita tidak tinggal dalam ‘daerah perlindunganNya’ (firmanNya), ketika masalah terjadi secara bertubi-tubi menyerang kehidupan kita bukanlah Tuhan yang ingkar janji, karena apabila kita berjalan di jalur Tuhan dan melakukan kehendakNya, persoalan boleh saja datang, tetapi Tuhan pasti turut campur tangan dan membela kita. Dia berkata, “Bila ia berseru kepadaKu, aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” (Mazmur 91:15). Jika kita tinggal di luar perlindunganNya dan firmanNya itulah kesukaan kuasa jahat dan sasaran empuknya. Iblis akan berusaha mengganggu kita dengan berbagai masalah, sebab iblis tahu bahwa kita akan kalah. Orang yang berbeda di luar ‘benteng perlindunganNya’ mudah terkena serangan musuh, sebab “…si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa dan mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8).

Untuk beroleh pemeliharaan dan perlindunganNya kita harus karib dengan Tuhan dan hidup dalam ketaatan!

Rabu, 01 September 2010

Pengampunan yang Melimpah

SELASA, 31 AGUSTUS 2010

Pengampunan yang Melimpah

Mazmur 32:1
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 3; Matius 3; 1 Raja-Raja 19-20

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sensitif di abad ke delapan belas yang bergabung dalam ketentaraan Inggris. Ia terlihat begitu semangat ketika menjalani latihan pertama kali. Setiap instruksi pelatih, ia lakukan dengan penuh semangat. Hingga tibalah waktu latihan dengan menggunakan senjata api.

Ia mulai gelisah begitu melihat satu per satu rekannya mulai menembakkan senjata ke target yang telah ditentukan oleh atasannya. Belum sampai waktunya untuk maju, anak laki-laki ini kabur dari kesatuan tanpa ada pemberitahuan kepada atasannya.

Bertahun-tahun kemudian ia menjadi seorang astronom besar, bahkan menemukan sebuah planet. Tanpa disangka-sangka, Raja George mengirimkan surat undangan datang ke Istana kepada anak laki-laki yang telah bertumbuh menjadi seorang pria gagah ini. Ia pun memenuhi undangan raja dengan perasaan takut mengingat ia pernah kabur dari kemiliteran.

Dalam pikiran pria ini adalah ia akan mendapat hukuman dari raja karena perbuatannya di masa lalu. Namun, perkiraannya salah. Saat Raja George tiba dan bertemu dengannya, ia diperlakukan dengan sangat hangat. Tak ada kesan bahwa raja marah kepadanya. Bahkan, sebelum raja berpisah dengannya, ia diberikan sebuah amplop dimana di dalamnya berisi mengenai pengampunan kerajaan kepadanya dan pengangkatan dirinya sebagai anggota rumah tangga kerajaan.

Inilah yang Allah janjikan juga pada setiap manusia di bumi bahwa Dia memberikan pengampunan kepada kita yang mau mengakui dosa-dosa kita di hadapan-Nya. Dia melakukannya bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, tetapi karena Dia sangatlah mengasihi kita.

Maukah Anda menerima anugerah pengampunan-Nya yang melimpah ini? Anugerah yang tidak akan dapat dinikmati apabila Tuhan Yesus telah datang kembali ke muka bumi. Oleh karenanya, sebelum semua terlambat, ambillah kesempatan ini sekarang juga !

Sebesar apapun dosa yang Anda perbuat, ketika Anda mau mengakuinya dan mau bertobat maka pengampunan Allah tersedia bagi Anda.

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia

Senin, 30 Agustus 2010

God Bless Us All

Vicky Ch Boediarto 29 Agustus jam 19:54 Balas
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1:8.

Tuhan memiliki rancangan hidup berkemenangan bagi umatNya. Dia sendiri berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11). Jelas bahwa Tuhan tidak merancangkan yang jahat terhadap anak-anakNya, sebaliknya merancangkan kemenangan yang gilang-gemilang bagi setiap kita sehingga kita pun mengalami kehidupan yang senatiasa berhasil dan beruntung.

Ada perbedaan antara keberhasilan dan keberuntungan itu: Keberhasilan adalah sesuatu yang diraih melalui ketekunan, kerja keras dan perjuangan. Keberhasilan itu tidak seperti durian yang jatuh dari pohon atau dapat dicapai dalam semalam saja, namun selalu ada harga yang harus dibayar! Sedangkan keberuntungan adalah sebuah pencapaian yang diraih oleh karena pertolongan dan campur tangan Tuhan. Ayat nats di atas menegaskan bahwa perjalanan hidup orang percaya itu dirancang Tuhan untuk mengalami keberhasilan dan keberuntungan. Di dalam kenyataannya belum semua orang Kristen mengalami dan merasakan hidup dalam keberhasilan dan keberuntungan. Maka kepada Yosua Tuhan memberikan petunjuknya:

1. Kita harus kuat dan meneguhkan hati (baca Yosua 1:6,7). Bahkan perkataan “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu” itu disampaikan sebanyak dua kali, berarti ini sangat penting, karena seringkali kita mudah down dan putus asa ketika mengalami permasalahan sedikit saja lalu berkata, “Aku sudah tidak kuat lagi, rasa-rasanya ingin mati saja!”

2. Kita harus merenungkan, memperkatakan dan melakukan firman Tuhan. Artinya: dalam keadaan apa pun kita tetap berpegang teguh pada firman Tuhan. Tuhan Yesus berkata, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7).

Yosua mengalami keberhasilan dan keberuntungan dalam hidupnya, dan menikmati Kanaan karena ia melakukan kehendak Tuhan!

Sabtu, 28 Agustus 2010


Kasih sayangMU yang ku rasakan dariMU
S'lalu baru s'tiap saat dalam hidupku
Dan memberi pengharapan di dalam hidupku s'lalu

Ku ada dalam kekar tanganMU dan menjadi alatMu
Ku dapat..anugrah yang melimpah yang dunia tak dapat berikan
dan ingin ku ada di balik salibMU
yang s'nantiasa melindungi diriku

Ku bersaksi hanya untuk memuliakanMu di dunia ini.

bahwa, t'lah ku dapatkan anugerahMu yang dunia tak pernah berikan
dan ku ada dibalik salibMU yang melindungiku, kini dan sepanjang hidupku.


Amin

Jumat, 27 Agustus 2010

Families in The Faith of Christ



"Pujilah Tuhan Allah Yang Hidup"
Pujilah Kebesaran Nama Allah Kita
Bersyukurlah Senatiasa Oleh Karena PerbuatanNya
Dialah Tuhan Pencipta Alam Semesta
Dialah Tuhan Raja Atas S'gala Raja

Art for God


"Would You Be
a part of the other parts????"