Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Senin, 27 September 2010

(Amsal 22:8)

Iffon Lestari

27 September jam 5:35 Balas • Laporkan
Firman Tuhan

Orang yang menabur kecurangan akan menuari bencana (Amsal 22:8)


Seorang bapak membawa anaknya ke sebuah lembah,"Nak,coba kamu teriakan sebuah kata," ujarnya. "Untuk apa, Pak?" tanya sang anak.
"Coba saja," kata Bapak itu lagi. Sang anak menurut. Ia beranjak ke ujung lembah."Hai!" teriakya. Sejenak sepi. Tetapi tidak lama kemudian terdengar suara gema dari lembah,"Hai...hai..hai...." Begitu pula dengan setiap kata yang diteriakannya setelah itu. Kembali dengan kata yang sama. Bapak itu pun membukakan hikmat yang hendak ia ajarkan."Nak, seperti itulah hidup kita. Apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai," katanya.

Bacaan hari ini mencatat kejadian yang membuktikan tentang tabur tuai tersebut. Haman--seorang pejabat tinggi negara, sangat membenci Mordekhai--seorang pria Yahudi (Ester 3:5). Ia pun mendirikan tiang untuk menggantung Mordekhai. Lalu menyarankan kepada raja supaya mengadakan upacara penghormatan bagi orang yang telah berjasa kepada raja (ayat 7-9). Sangka Haman,dirinyalah yang akan dianugerahi kehormatan itu.Namun yang terjadi justru sebaliknya. Raja memberikan kehormatan kepada Mordekhai (ayat 10).Sedang tiang yang Haman dirikan, akhirnya justru digunakan untuk menggantung dirinya (Ester 7:10).

Menabur dan menuai adalah dua hal yang saling terkait. Tidak saja dalam dunia pertanian, tetapi juga dalam hidup sehari-hari. Ketika kita menanam benih padi yang baik, biasanya kita pun akan menuai padi yang baik. Bila kita menabur kebaikan, pada saatnya kita akan menuai kebaikan. Sebaliknya bila kita menabur keburukan, maka pada saatnya juga kita akan menuai keburukan. Seperti Haman. Dan semoga bukan seperti kita.***



Renungan Harian.


Selamat pag,. selamat beraktifitas kembali.

Tuhan memberkati kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

God Bless