Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Jumat, 25 Maret 2011

Seorang Penghibur

Firman Tuhan
(2 Korintus 1:3-7)


Seorang penghibur biasanya mampu berdiri di sisi orang lain dan memberikan pengharapan serta motivasi untuk dapat bertahan melewati saat-saat yang sulit. Tidak semua dari kita dilahirkan dengan kemampuan yang seperti ini, namun kita dapat mengikuti beberapa langkah untuk menjadi seorang penghibur yang mampu mendukung dan menguatkan mereka yang terluka.

Pertama, kita harus bersedia mengalami penderitaan. Rasul Paulus seorang penghibur yang luar biasa. Ia pernah mengalami hampir segala macam penderitaan di dalam perjalanan hidupnya, sehingga ia dapat berkata bahwa kita dapat menjangkau orang lain dengan "penghiburan yang kita terima dari Allah." Bila kita pernah mengalami kehidupan di lembah, kita akan memiliki kuasa untuk menghibur orang lain. Ia tidak hanya sekedar menawarkan kata-kata kosong, melainkan pengharapan.

Kedua, kita perlu belajar prinsip-prinsip yang disediakan Allah bagi kita untuk dapat melewati sebuah penderitaan. Bila kita memandang penderitaan sebagai mata kuliah khusus dari Allah, maka Ia akan membawa kita naik tingkat. Tuhan mengajar kta untuk menaruh kepercayaan hanya kepada-Nya, sehingga kita dapat meneruskan hikmat itu kepada orang lain.

Penghibur yang efektif adalah ia yang dapat berkata,"Tak ada yang dapat saya lakukan selain berseru kepada Allah." Bila kita berusaha menghindari penderitaan, kita akan kehilangan prinsip-prinsip yang dapat dipelajari, dan akibatnya kita tidak dapat berguna bagi orang lain. Bapa kita yang penuh kasih membangun sifat penghibur ini dari kehidupan seseorang yang bersedia untuk dibentuk.

Dalam bacaan pagi ini, Paulus mengajak kita bersyukur karena belas kasihan Bapa boleh membentuk dirinya, menjadi bagian di dalam rencana-Nya untuk menghibur orang lain.***


Selamat sore.

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵