Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Kamis, 07 April 2011

Bekerja Sesuai Jalan-NYA

Firman Tuhan
(Yohanes 5:19-20)



Apapaun keadaan kita ibu rumah tangga, profesional, pelajar atau tentara. Bapa ingin kita menyebut nama-Nya dalam setiap karya kita. Hal ini dapat terjadi bila kita mengerjakan apa yang IA percayakan pada kita sesuai dengan jalan-Nya, yaitu tunduk kepada pimpinan Roh Kudus. Bagaimana caranya menuntaskan tugas itu?

Miliki cara pandang ilahi atas hambatan hidup yang ada.
Kita kadang memandang penghalang sebagai alasan untuk tidak bergerak maju. Tapi Tuhan memandangnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kuasa-Nya. Lewat kesulitan kita pun belajar sesuatu tentang diri kita. Jadi ketahuilah bila IA memberikan sesuatu tugas, IA akan bertanggung jawab atas segala penghalang yang akan dan dapat menghadang (Amsal 3:6). Taat di tengah kesulitan akan membawa kita makin dekat pada kemuliaan-Nya.

Miliki cara pandang ilahi atas diri kita.
Tuhan ingin kita sadar siapa diri kita. Kita adalah orang yang berdosa yang diselamatkan oleh anugerah. Lalu disebut orang-orang kudus (Roma 1:7). Sebagai orang yang telah dikuduskan, kita sungguh dikasihi-Nya (Efesus 3:18-19). Hal itu akan terjadi bila kita percaya apa kata Firman-Nya, ketimbang mengikuti perasaan kita sendiri, sehingga kita dimampukan untuk menuntaskan tugas yang boleh memuliakan nama-Nya.

Untuk mendapatkan cara pandang ilahi ini memang butuh waktu. Biarkan Roh Kudus bekerja di dalam hidup kita sehingga IA dapat mempermuliakan diri-Nya di dalam kesaksian hidup kita.***



Selamat Malam.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

KEBERHASILAN DITENTUKAN OLEH MENDENGAR

Tokoh revolusioner , DR Sun Yat Sen ketika dia mati pada tahun 1925, ditemukan surat wasiat yang ditulisnya demikian : “Saya adalah seorang Kristen, dan seumur hidup saya, telah berjuang melawan iblis ( maksudnya melawan pemerintahan monarki yang menganggap kaisar china sebagai TUHAN ) selama 40 tahun. Dan seharusnya kamu melakukan hal yang sama. Dan ketika saya mati, saya mau mati sebagai orang Kristen !”Luar biasa bukan ? sampai sekarang, namanya tetap dihormati di China, bahkan sampai seluruh dunia. Majalah TIME pernah memasukan namanya dalam daftar 100 orang yang paling berpengaruh.

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja … “ Yakobus 1:22

Jangan menyepelekan kekuatan dari mendengar. Langkah pertama hidup sebagai orang percaya adalah MENDENGAR lalu langkah kedua adalah MELAKUKAN.

Keberhasilan hidup sebagai orang percaya ditentukan oleh rela atau tidaknya kita untuk belajar mendengar. Banyak orang ingin mengeluarkan luapan perasaan-nya. Mereka ingin didengar ! bukan ingin menjadi pendengar.

Yang saya maksud adalah mendengarkan Firman ! jangan sampai salah langkah. Tidak ada dalam Firman Tuhan yang mengatakan lakukan dulu baru mendengar. Wah ini berbahaya seperti Saul … Tapi mari kita rela untuk belajar mendengar.

Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan”. 1 Samuel 15:22

“Jadi, IMAN timbul dari PENDENGARAN, dan PENDENGARAN oleh firman KRISTUS.” Roma 10;17

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana , –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Matius 17;20

Untuk memindahkan gunung, kita hanya perlu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi. Cara menumbuhkan IMAN itu adalah MENDENGARKAN Firman Tuhan.

Jadi ada PROSES untuk memindahkan gunung. Ada perjalanan waktu untuk menuju keberhasilan. Ada waktu yang harus ditunggu untuk membuat IMAN itu tumbuh. Intinya keberhasilan sebagai orang percaya TIDAK ADA YANG INSTAN !!!!! semuanya perlu PROSES dan WAKTU.

Banyak orang ingin makan buah tapi tidak mau menanam-nya. Mereka ingin HASIL bukan PROSES. Jika mental ini melekat dalam hidup kita, saya mau beritahu, hidup kita TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL.

…..Setiap pagi Ia mempertajam PENDENGARANKU untuk mendengar seperti seorang murid” Yesaya 50:4b

Saat yang terbaik untuk mendengarkan Firman Tuhan adalah disaat kita menyisakan waktu untuk bersekutu dengan Dia pada pagi hari. Cara yang paling ampuh adalah dengan MENGUCAPKAN Firman Tuhan dengan bersuara ketika kita membaca Firman. Disarankan jangan membaca dalam hati. Tapi ucapkanlah itu, minimal telinga kita mendengar.

Ibarat tanah yang selalu dipupuk dan disirami, maka tanah itu akan menumbuhkan benih yang sudah ditanam. Begitu juga IMAN. Jika setiap pagi kita rajin membaca Firman dengan bersuara, akan tiba waktunya IMAN itu tumbuh dengan sendirinya. Nah kalau IMAN itu sudah tumbuh, saatnya kita untuk MELAKUKAN FIRMAN. Dengan cara bagaimana ? dengan cara memindahkan gunung ! entah itu gunung masalahmu, gunung sakit penyakitmu, gunung persoalan pribadimu atau gunung apa saja yang menghalangi. Saya yakin, ketika gunung hidupmu sudah terangkat, maka didepanmu akan nampak jalan keberhasilan di depan matamu.

Jangan mendengarkan sesuatu yang salah. Seperti nasihat orang fasik ( mazmur 1;1 ). Orang fasik itu adalah gambaran dunia yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan didalamnya juga termasuk orang Kristen yang tidak pernah membaca Firman Tuhan.

DR Creflo Dollar dalam kotbahnya pernah memberikan langkah-langkah yang akan ditempuh manusia jika manusia itu salah mendengar. Yaitu :

1. SALAH MENDENGAR : ketika dia salah mendengar, maka dia akan
2. SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN : ketika dia salah mengambil keputusan, maka langkah selanjutnya dia akan
3. SALAH MELAKUKAN TINDAKAN : ketika dia sadar telah melakukan kesalahan, maka pada umumnya manusia akan
4. MULAI MENYALAHKAN TUHAN ATAU ORANG LAIN : karena manusia akan berkata,”kenapa ENGKAU tidak memberitahukanku?” padahal kesalahan bukan pada Tuhan, melainkan manusia yang salah mendengar. Dan jika tetap seperti itu, maka
5. KITA AKAN SULIT BERTUMBUH DAN BERKEMBANG, TERLEBIH LAGI BERHASIL.

Demikian juga DR Sun Yat Sen, seumur hidupnya dia terus berusaha mengejar keberhasilan hidupnya yaitu membawa masuk dalam kehidupan orang percaya. Mungkin bagi manusia, impian nya dikatakan kandas, tapi di dalam Tuhan, dia dipandang sebagai hamba yang berhasil karena terus MENGEJAR sekuat tenaga untuk membawa kemuliaan nama Tuhan.

Keberhasilan kita kelak, biarlah tujuan nya Cuma 1, yaitu membawa kemuliaan bagi nama Tuhan, dan bukan untuk memuaskan keinginan kita sendiri ( self oriented ).

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Yakobus 4:3

SUMBER:(ferdinand-nelwan-nothingwithoutjesus)

SELAMAT PAGI.
TUHAN MEMBERKATI.


Yohana Lina Susanti 小兰