Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Jumat, 24 Desember 2010

PENGENDALIAN DIRI

Firman Tuhan

Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah
seperti kota yang roboh temboknya ( Amsal 25 : 28).


Kota yang roboh temboknya adalah kota yang mudah ditaklukan musuh, Sebab tembok adalah sarana pertahanan yang ampuh pada zaman itu. Mengendalikan diri ibarat tembok bagi hidup kita.

Dalam Alkitab ditemukan berbagai contoh kegagalan hidup manusia karena tidak dapat mengendalikan dirinya: Simson,yang tidak dapat menahan nafsunya terhadap wanita, tidak dapat menjadi alat sepenuh bagi Tuhan (Hak.13-16).Ini juga terjadi atas Daud yang tidak dapat menahan nafsunya, sehingga mengambil Betsyeba, istri Uria (2 Sam. 11).Contoh yang lain adalah Akhan, yang tdak tahan melihat kekayaan perak, jubah dan sebatang emas, sehingga ia mencurinya (Yos 7), dan akibatnya ia membinasakan dirinya sendiri dan keluargana. Hal yang sama juga dialami oleh Yudas yang tidak tahan menahan diri terhadap keinginan untuk memiliki uang banyak, sehingga ia menjual gurunya sendiri.

Masih banyak contoh dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa, ketidak mampuan mengontrol diri atau menahan nafsu, sangat berbahaya. Pada zaman kita ini, kenyataan tersebut banyak kita saksikan, dengan banyaknya berita-berita yang menyedihkan tentang jatuhnya anak-anak Tuhan atau hamba-hamba Tuhan, karena tidak menguasai diri.

Dalam Galatia 5:23, pengendalian diri adalah buah Roh.Hal inilah yang harus dikembangkan. Karunia bisa diperoleh kapan saja, tetapi buah Roh hanya dpat diperoleh melalui pergumulan panjang dari hari ke hari. Pergumulan itu akan melatih kita untuk semakin menyadari bahwa di dalam diri kita terdapat dua hukum yang setiap saat selalu bertentangan satu dengan yang lain,yaitu hukum Roh dan hukum dosa. Melatih kepekaan kita untuk semakin peka bahwa Hukum Roh lah yang harus kita taati. Latihan pengendalian diri ini akan menciptakan suatu irama kesucian Tuhan di dalam diri kita, sehingga semakin kuatlah tembok hidup kita.***





Selamat pagi.

Tuhan berkati.

Post By : Iffon Lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

God Bless