Firman Tuhan
(Kejadian 37:12-17; 19-22,33-36)
Banyak penderitaan terus kita alami, semuanya di luar kendali, seringkali kita tidak melihat jalan keluarnya. Apakah ada yang masih dapat kita pegang? Jawabannya adalah YA, sebab:
* DIA selalu menyertai kita. Roh-Nya akan selalu siap menghibur kita, Karena IA mengenal kita dan memahami setiap pencobaan dan rintangan yang kita hadapi. Bahkan IA berjanji memikul janji anak-anak-Nya (Mazmur 68-19), IA rindu memberikan damai sejahtera bagi hati kita yang mudah terluka. IA selalu rindu berjalan bersama kita, dan IA tidak dapat dibatasi oleh apapun.
* IA selalu mempunyai tujuan dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Bacaan kita pagi ini jelas menggambarkan hal itu. Kakak-kakak kandung Yusuf berniat membunuhnya tetapi berubah lalu menjualnya menjadi budak, namun ALLAH memakai masa-masa itu mempersiapkannya menjadi menteri Mesir. Yusuf sendiri tidak dapat mengerti rencana itu dengan spesifik. Ia hanya berserah total, dan percaya penuh kepada Tuhan. Akhirnya Yusuf mendapatkan upahnya (Kejadan 45:1-8).
Bukankah kita dipanggil untuk hidup oleh iman. Itu berarti kita harus percaya pada janji-janji ALLAH, bahkan situasi terasa mustahil untuk kita hadapi. Oleh sebab itu jika kesulitan datang, peganglah kebenaran ini: ALLAH tidak akan membiarkan atau meninggalkan kita (Ibrani 13:5). Semua rencana-Nya selalu baik bagi kita, dan itu akan terjadi karena IA turut mengerjakan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13).
Ingat, IA selalu hadir dan siap menolong kita. Jangan pernah ragu, IA selalu bersama kita. Pastikan itu terjadi setiap hari di dalam hidup kita. Janji-Nya pasti, sepasti fajar yang selalu merekah setiap hati. Kehadiran Tuhan selalu nyata bagi Yusuf, dan hal itupun pasti akan menjadi pengalaman kita juga.***
Selamat pagi.
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵
Rabu, 30 Maret 2011
Kasih-NYA Tak Berkesudahan
Firman Tuhan
(Ratapan 3:22-25)
Pada waktu kita berada di persimpangan jalan kehidupan ini, kita perlu Allah untuk menunjukkan jalan mana yang harus kita ambil. Jalan yang menurut kita baik bisa saja ujungnya buntu bila kita mendahului kehendak-Nya. Kita memang cenderung ingin mendapatkan yang terbaik dan biasanya kita akan kecewa bila ada sesuatu yang menghambat kita. Pada hal mungkin saja Allah bekerja di balik hambatan itu.
Melalui peristiwa-peristiwa itu sebenarnya Dia ingin: membangun iman kita. Allah memiliki rencana yang spesifik untuk setiap kita. Ujian yamg paling berat adalah menghadapi masa-masa sulit. Biasanya kita ingin Allah segera menghardik badai itu, namun ternyata Ia menghendaki agar kita melaluinya sehingga boleh lebih memahami Dia.
Allah tidak dapat digerakkan oleh perasaan dan keinginan kita. Bisa saja Dia terlebih dahulu mengatur serangkaian kejadian atau mengubah pikiran seseorang sebelum orang itu mendapatkan apa yang diinginkan.
Kesabaran kita biasanya akan terbayar dengan upah yang melebihi permohonan kita. Allah ingin kita yakin ketika kita belum melihat buktinya. Kita tidak perlu tenggelam di dalam laut penyesalan, kita dapat berjalan di jalan yang terbentang jelas. Semua telah dibersihkan dan digelar oleh tangan Allah sendiri.
Bacaan kita hari ini lebih menyakinkan kita, bahwa Ia menyediakan semua itu dengan pasti setiap hari. Bahkan dikatakan selalu baru setiap hari dan tidak berkesudahan. Renungkanlah sekali lagi, jangan ssmpai kita menjadi orang yang tahu ada banyak janji-janji Allah, namun kita tidak pernah menikmatinya.***
Selamat pagi.
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵
(Ratapan 3:22-25)
Pada waktu kita berada di persimpangan jalan kehidupan ini, kita perlu Allah untuk menunjukkan jalan mana yang harus kita ambil. Jalan yang menurut kita baik bisa saja ujungnya buntu bila kita mendahului kehendak-Nya. Kita memang cenderung ingin mendapatkan yang terbaik dan biasanya kita akan kecewa bila ada sesuatu yang menghambat kita. Pada hal mungkin saja Allah bekerja di balik hambatan itu.
Melalui peristiwa-peristiwa itu sebenarnya Dia ingin: membangun iman kita. Allah memiliki rencana yang spesifik untuk setiap kita. Ujian yamg paling berat adalah menghadapi masa-masa sulit. Biasanya kita ingin Allah segera menghardik badai itu, namun ternyata Ia menghendaki agar kita melaluinya sehingga boleh lebih memahami Dia.
Allah tidak dapat digerakkan oleh perasaan dan keinginan kita. Bisa saja Dia terlebih dahulu mengatur serangkaian kejadian atau mengubah pikiran seseorang sebelum orang itu mendapatkan apa yang diinginkan.
Kesabaran kita biasanya akan terbayar dengan upah yang melebihi permohonan kita. Allah ingin kita yakin ketika kita belum melihat buktinya. Kita tidak perlu tenggelam di dalam laut penyesalan, kita dapat berjalan di jalan yang terbentang jelas. Semua telah dibersihkan dan digelar oleh tangan Allah sendiri.
Bacaan kita hari ini lebih menyakinkan kita, bahwa Ia menyediakan semua itu dengan pasti setiap hari. Bahkan dikatakan selalu baru setiap hari dan tidak berkesudahan. Renungkanlah sekali lagi, jangan ssmpai kita menjadi orang yang tahu ada banyak janji-janji Allah, namun kita tidak pernah menikmatinya.***
Selamat pagi.
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵
Selasa, 29 Maret 2011
Nasi Kotak
Hari ini saya mendengar sebuah kisah mengharukan dari seorang teman. Ada seorang nenek setiap hari membuat nasi kotak kasih. Satu kotak nasi seharga enam ribu rupiah, dalam nasi kotak tersebut berisi daging dan empat jenis sayuran, keseluruhan nasi kotak ini terlihat mewah.
Teman saya bertanya kepada nenek itu, “Mengapa Anda jual nasi kotak itu begitu murah?”
Nenek itu berkata, sekarang situasi ekonomi sedang lesu, sangat sulit mencari uang. Banyak anak kecil tidak memiliki uang jajan untuk membeli makanan, ataupun membayar uang sekolah. Sedangkan orang dewasa sangat sulit mendapatkan pekerjaan, walaupun sudah mendapatkan pekerjaan gajinya juga sangat minim.
Oleh karenanya Nenek sangat berharap bisa membuat kelompok pekerja menghabiskan uang yang paling minim, bisa menikmati nasi kotak yang bergizi. Dia juga sangat berharap orang lain bisa meniru tindakannya, agar lebih banyak orang lagi yang bisa memberikan perhatian kepada kaum buruh dan pekerja tingkat menengah bawah.
“Lantas, berapakah modal Nenek untuk membuat satu kotak nasi? Jika uangnya tidak mencukupi siapa yang mendukung Nenek?” tanya teman saya.
Nenek itu berkata, “Sekarang ini harga barang terus naik, modal untuk membuat satu kotak nasi sebesar sepuluh ribu rupiah, berapa uang yang Nenek miliki maka sebanyak itu nasi kotak yang akan Nenek buat. Jika uang hasil penjualan tidak mencukupi, maka dia akan mengambil uang bulanan dari anaknya untuk menutupi kekurangan itu.
Akhirnya teman saya itu bertanya lagi, “Apakah keluarga Nenek mendukung kebaikan ini?”
Nenek itu mengatakan, putranya pernah menasehatinya untuk menikmati hari tua, tanpa perlu bersusah payah setiap hari membuat nasi kotak. Sibuk bekerja dari siang hingga malam. Tetapi putranya melihat nenek melakukan hal ini dengan riang gembira, akhirnya dia mendukung keinginan Nenek.
Nenek itu menambahkan, perbuatan baik bisa dan boleh dilakukan setiap orang. Asalkan semua orang bersedia mengorbankan sedikit rasa kasih, maka masyarakat ini semakin lama makin mempunyai harapan.
Seorang Ibu negara AS pernah mengatakan, “Ada orang yang memberikan waktu, ada orang yang menyumbangkan uang, ada yang menyediakan teknik dan relasi mereka, ada pula yang benar-benar mengorbankan jiwa dan raganya. Dapat dikatakan setiap orang memiliki sesuatu yang bisa didermakan. Jiwa dan kasih kesemuanya ini disulut dan membara dari lubuk hati kebaikan.”
Ketika kita hidup di tengah-tengah masyarakat, mungkin bisa merasakan realitas masyarakat, lingkungan yang dingin tidak ada kepedulian. Juga mungkin sekarang ini kita tidak bisa mengubah apapun, juga tidak bisa menuntut orang lain untuk meniru kita. Tetapi kita bisa mengubah diri kita sendiri.
Jika semua orang bisa berpikir pada sudut kebaikan, bisa lebih dulu memikirkan orang lain sebelum melakukan sesuatu, maka dunia ini akan lebih indah, sumber dari kebaikan ini akan terus mengalir selamanya. (Wen Qi/The Epoch Times)
"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." (Galatia 6:10)
SELAMAT MALAM.
TUHAN MEMBERKATI.
Post By : Yohana Lina Susanti 小兰
Teman saya bertanya kepada nenek itu, “Mengapa Anda jual nasi kotak itu begitu murah?”
Nenek itu berkata, sekarang situasi ekonomi sedang lesu, sangat sulit mencari uang. Banyak anak kecil tidak memiliki uang jajan untuk membeli makanan, ataupun membayar uang sekolah. Sedangkan orang dewasa sangat sulit mendapatkan pekerjaan, walaupun sudah mendapatkan pekerjaan gajinya juga sangat minim.
Oleh karenanya Nenek sangat berharap bisa membuat kelompok pekerja menghabiskan uang yang paling minim, bisa menikmati nasi kotak yang bergizi. Dia juga sangat berharap orang lain bisa meniru tindakannya, agar lebih banyak orang lagi yang bisa memberikan perhatian kepada kaum buruh dan pekerja tingkat menengah bawah.
“Lantas, berapakah modal Nenek untuk membuat satu kotak nasi? Jika uangnya tidak mencukupi siapa yang mendukung Nenek?” tanya teman saya.
Nenek itu berkata, “Sekarang ini harga barang terus naik, modal untuk membuat satu kotak nasi sebesar sepuluh ribu rupiah, berapa uang yang Nenek miliki maka sebanyak itu nasi kotak yang akan Nenek buat. Jika uang hasil penjualan tidak mencukupi, maka dia akan mengambil uang bulanan dari anaknya untuk menutupi kekurangan itu.
Akhirnya teman saya itu bertanya lagi, “Apakah keluarga Nenek mendukung kebaikan ini?”
Nenek itu mengatakan, putranya pernah menasehatinya untuk menikmati hari tua, tanpa perlu bersusah payah setiap hari membuat nasi kotak. Sibuk bekerja dari siang hingga malam. Tetapi putranya melihat nenek melakukan hal ini dengan riang gembira, akhirnya dia mendukung keinginan Nenek.
Nenek itu menambahkan, perbuatan baik bisa dan boleh dilakukan setiap orang. Asalkan semua orang bersedia mengorbankan sedikit rasa kasih, maka masyarakat ini semakin lama makin mempunyai harapan.
Seorang Ibu negara AS pernah mengatakan, “Ada orang yang memberikan waktu, ada orang yang menyumbangkan uang, ada yang menyediakan teknik dan relasi mereka, ada pula yang benar-benar mengorbankan jiwa dan raganya. Dapat dikatakan setiap orang memiliki sesuatu yang bisa didermakan. Jiwa dan kasih kesemuanya ini disulut dan membara dari lubuk hati kebaikan.”
Ketika kita hidup di tengah-tengah masyarakat, mungkin bisa merasakan realitas masyarakat, lingkungan yang dingin tidak ada kepedulian. Juga mungkin sekarang ini kita tidak bisa mengubah apapun, juga tidak bisa menuntut orang lain untuk meniru kita. Tetapi kita bisa mengubah diri kita sendiri.
Jika semua orang bisa berpikir pada sudut kebaikan, bisa lebih dulu memikirkan orang lain sebelum melakukan sesuatu, maka dunia ini akan lebih indah, sumber dari kebaikan ini akan terus mengalir selamanya. (Wen Qi/The Epoch Times)
"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." (Galatia 6:10)
SELAMAT MALAM.
TUHAN MEMBERKATI.
Post By : Yohana Lina Susanti 小兰
Senin, 28 Maret 2011
Perankan Iman Anda
Firman Tuhan
(Roma 12:9-21)
Betapa senangnya Tuhan kalau melihat kita bersemangat ketika membantu orang lain."Pelayanan" kita mungkin hanya tersenyum ramah, kata-kata sederhana yang menghibur, atau telinga yang mau mendengarkan. Di dalam situasi yang lain, Tuhan mungkin meminta kita untuk mengorbankan waktu kita atau memberi dengan sukacita apa yang kita punya. Ketahuilah kasih yang Tuhan beikan di dalam diri kita untuk orang lain akan menolong kita memberikan waktu bagi mereka dengan tidak hitung-hitungan.
Kerjakanlah selalu pelayanan kita "di dalam nama YESUS". Ini berarti apapun yang kita laukukan haruslah sejalan dengan kehendak Tuhan. Melayani di dalam YESUS juga berarti bahwa kita sedang menundukkan diri di bawah otoritas-Nya. Hidup di dalam iman adalah bergantung penuh pada kuasa Roh Kudus. Hanya dengan berserah pada kuasa-Nya perbuatan kita baru dapat menghasilkan buah-buah roh yang nyata dan bertumbuh.
Sebagai utusan-utusan Kristus, kita harus meberikan yang terbaik sehingga Tuhan dimuliakan. Keberhasilan apapun yang kita alami adalah milik Tuhan karena Roh Kuduslah yang berkerja melalui kita. Kita tidak punya alasan untuk menyombongkan diri. Waspadalah terhadap tanda-tanda yang Tuhan berikan. Ketahuilah dunia sedang dan selalu memperhatikan kita! Perankanlah iman kita dengan baik, benar dan ketulusan. Lakukanlah semua itu dengan tekun, sehingga bisa bertumbuh dan berbuah-buah. Jangan pernah lupa, kembalikan semua kemuliaan hanya bagi Dia, amin.***
Selamat Siang
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵
(Roma 12:9-21)
Betapa senangnya Tuhan kalau melihat kita bersemangat ketika membantu orang lain."Pelayanan" kita mungkin hanya tersenyum ramah, kata-kata sederhana yang menghibur, atau telinga yang mau mendengarkan. Di dalam situasi yang lain, Tuhan mungkin meminta kita untuk mengorbankan waktu kita atau memberi dengan sukacita apa yang kita punya. Ketahuilah kasih yang Tuhan beikan di dalam diri kita untuk orang lain akan menolong kita memberikan waktu bagi mereka dengan tidak hitung-hitungan.
Kerjakanlah selalu pelayanan kita "di dalam nama YESUS". Ini berarti apapun yang kita laukukan haruslah sejalan dengan kehendak Tuhan. Melayani di dalam YESUS juga berarti bahwa kita sedang menundukkan diri di bawah otoritas-Nya. Hidup di dalam iman adalah bergantung penuh pada kuasa Roh Kudus. Hanya dengan berserah pada kuasa-Nya perbuatan kita baru dapat menghasilkan buah-buah roh yang nyata dan bertumbuh.
Sebagai utusan-utusan Kristus, kita harus meberikan yang terbaik sehingga Tuhan dimuliakan. Keberhasilan apapun yang kita alami adalah milik Tuhan karena Roh Kuduslah yang berkerja melalui kita. Kita tidak punya alasan untuk menyombongkan diri. Waspadalah terhadap tanda-tanda yang Tuhan berikan. Ketahuilah dunia sedang dan selalu memperhatikan kita! Perankanlah iman kita dengan baik, benar dan ketulusan. Lakukanlah semua itu dengan tekun, sehingga bisa bertumbuh dan berbuah-buah. Jangan pernah lupa, kembalikan semua kemuliaan hanya bagi Dia, amin.***
Selamat Siang
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵
Sabtu, 26 Maret 2011
Iman dan Perbuatan
Firman Tuhan
(1 Tesalonika 1:1-10)
Hanya oleh iman kepada karya penebusan Yesus dapat membawa kita ke dalam hubungan yang benar dengan Tuhan; itu bukan hasil usaha kita sendiri.(Efesus 2:8-9). Selanjutnya sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi utusan-utusan-Nya: kita harus memberikan kesaksian bahwa Tuhan telah memperdamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri melalui Anak-Nya, yang hidup, mati, dan bangkit kembali! (2 Korintus 5: 14-20). Tanggung jawab kita adalah menyatakan siapakah Tuhan itu dengan cara kita hidup dan keputusan-keputusan yang kita buat.
Iman tanpa perbuatan adalah "mati" (Yakobus 2:17), tetapi iman yang sesungguhnya adalah hidup benar dan terus menerus diekspresikan melalui tindakan. Ketika kita memberikan diri kita untuk menjadi alat-Nya, Ia akan memakai siapapun yang tidak layak, Ia akan menguatkan orang-orang yang putus asa, mencukupi orang-orang yang miskin, dan mencurahkan karunia keselamatan bagi mereka yang hidup di dalam kegelapan. Dia memberikan upah kepada kita yang hidup di dalam ketaatan dan bertumbuh lebih dekat kepada-Nya. Firman Tuhan berkata bahwa perbuatan yang penuh dengan iman akan mempermalukan lawan kita (Titus 2:7-8).
Kedalaman iman kita terpancar di dalam perbuatan, tidak hanya di dalam perbuatan yang dilihat orang lain tetapi juga saat orang lain tidak melihatnya (Matius 6:1).***
Selamat pagi, selamat berakhir pekan.
Tuhan memberkati.
Post By: 黄秋婵
(1 Tesalonika 1:1-10)
Hanya oleh iman kepada karya penebusan Yesus dapat membawa kita ke dalam hubungan yang benar dengan Tuhan; itu bukan hasil usaha kita sendiri.(Efesus 2:8-9). Selanjutnya sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi utusan-utusan-Nya: kita harus memberikan kesaksian bahwa Tuhan telah memperdamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri melalui Anak-Nya, yang hidup, mati, dan bangkit kembali! (2 Korintus 5: 14-20). Tanggung jawab kita adalah menyatakan siapakah Tuhan itu dengan cara kita hidup dan keputusan-keputusan yang kita buat.
Iman tanpa perbuatan adalah "mati" (Yakobus 2:17), tetapi iman yang sesungguhnya adalah hidup benar dan terus menerus diekspresikan melalui tindakan. Ketika kita memberikan diri kita untuk menjadi alat-Nya, Ia akan memakai siapapun yang tidak layak, Ia akan menguatkan orang-orang yang putus asa, mencukupi orang-orang yang miskin, dan mencurahkan karunia keselamatan bagi mereka yang hidup di dalam kegelapan. Dia memberikan upah kepada kita yang hidup di dalam ketaatan dan bertumbuh lebih dekat kepada-Nya. Firman Tuhan berkata bahwa perbuatan yang penuh dengan iman akan mempermalukan lawan kita (Titus 2:7-8).
Kedalaman iman kita terpancar di dalam perbuatan, tidak hanya di dalam perbuatan yang dilihat orang lain tetapi juga saat orang lain tidak melihatnya (Matius 6:1).***
Selamat pagi, selamat berakhir pekan.
Tuhan memberkati.
Post By: 黄秋婵
Jumat, 25 Maret 2011
Seorang Penghibur
Firman Tuhan
(2 Korintus 1:3-7)
Seorang penghibur biasanya mampu berdiri di sisi orang lain dan memberikan pengharapan serta motivasi untuk dapat bertahan melewati saat-saat yang sulit. Tidak semua dari kita dilahirkan dengan kemampuan yang seperti ini, namun kita dapat mengikuti beberapa langkah untuk menjadi seorang penghibur yang mampu mendukung dan menguatkan mereka yang terluka.
Pertama, kita harus bersedia mengalami penderitaan. Rasul Paulus seorang penghibur yang luar biasa. Ia pernah mengalami hampir segala macam penderitaan di dalam perjalanan hidupnya, sehingga ia dapat berkata bahwa kita dapat menjangkau orang lain dengan "penghiburan yang kita terima dari Allah." Bila kita pernah mengalami kehidupan di lembah, kita akan memiliki kuasa untuk menghibur orang lain. Ia tidak hanya sekedar menawarkan kata-kata kosong, melainkan pengharapan.
Kedua, kita perlu belajar prinsip-prinsip yang disediakan Allah bagi kita untuk dapat melewati sebuah penderitaan. Bila kita memandang penderitaan sebagai mata kuliah khusus dari Allah, maka Ia akan membawa kita naik tingkat. Tuhan mengajar kta untuk menaruh kepercayaan hanya kepada-Nya, sehingga kita dapat meneruskan hikmat itu kepada orang lain.
Penghibur yang efektif adalah ia yang dapat berkata,"Tak ada yang dapat saya lakukan selain berseru kepada Allah." Bila kita berusaha menghindari penderitaan, kita akan kehilangan prinsip-prinsip yang dapat dipelajari, dan akibatnya kita tidak dapat berguna bagi orang lain. Bapa kita yang penuh kasih membangun sifat penghibur ini dari kehidupan seseorang yang bersedia untuk dibentuk.
Dalam bacaan pagi ini, Paulus mengajak kita bersyukur karena belas kasihan Bapa boleh membentuk dirinya, menjadi bagian di dalam rencana-Nya untuk menghibur orang lain.***
Selamat sore.
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵
(2 Korintus 1:3-7)
Seorang penghibur biasanya mampu berdiri di sisi orang lain dan memberikan pengharapan serta motivasi untuk dapat bertahan melewati saat-saat yang sulit. Tidak semua dari kita dilahirkan dengan kemampuan yang seperti ini, namun kita dapat mengikuti beberapa langkah untuk menjadi seorang penghibur yang mampu mendukung dan menguatkan mereka yang terluka.
Pertama, kita harus bersedia mengalami penderitaan. Rasul Paulus seorang penghibur yang luar biasa. Ia pernah mengalami hampir segala macam penderitaan di dalam perjalanan hidupnya, sehingga ia dapat berkata bahwa kita dapat menjangkau orang lain dengan "penghiburan yang kita terima dari Allah." Bila kita pernah mengalami kehidupan di lembah, kita akan memiliki kuasa untuk menghibur orang lain. Ia tidak hanya sekedar menawarkan kata-kata kosong, melainkan pengharapan.
Kedua, kita perlu belajar prinsip-prinsip yang disediakan Allah bagi kita untuk dapat melewati sebuah penderitaan. Bila kita memandang penderitaan sebagai mata kuliah khusus dari Allah, maka Ia akan membawa kita naik tingkat. Tuhan mengajar kta untuk menaruh kepercayaan hanya kepada-Nya, sehingga kita dapat meneruskan hikmat itu kepada orang lain.
Penghibur yang efektif adalah ia yang dapat berkata,"Tak ada yang dapat saya lakukan selain berseru kepada Allah." Bila kita berusaha menghindari penderitaan, kita akan kehilangan prinsip-prinsip yang dapat dipelajari, dan akibatnya kita tidak dapat berguna bagi orang lain. Bapa kita yang penuh kasih membangun sifat penghibur ini dari kehidupan seseorang yang bersedia untuk dibentuk.
Dalam bacaan pagi ini, Paulus mengajak kita bersyukur karena belas kasihan Bapa boleh membentuk dirinya, menjadi bagian di dalam rencana-Nya untuk menghibur orang lain.***
Selamat sore.
Tuhan memberkati.
Post By : 黄秋婵
Sabtu, 19 Maret 2011
PERTANYAAN YANG SERIUS
Firman Tuhan
(Roma 5:6-11)
Di dalam kesibukan dan persoalan hidup sehari-hari sehubungan dengan interaksi kita dengan orang lain sering kali kita melupakan persoalan yang sangat kritis. Salah satunya adalah pertanyaan di mana kita akan berada setelah kematian menjemput?
Mengacu pada pandang Alkitab, akan ada dua kelompok manusia pada akhir zaman: mereka yang akan hidup kekal bersama Tuhan dan mereka yang menghadapi kematian kekal, hidup terpisah dari Dia. Langkah itu hanya bergantung pada kerendahan hati mereka untuk mau menerima pengampunan Tuhan.
Tidak ada satupun di antara kita, baik yang sudah diselamatkan ataupun yang belum, layak menerima kasih karunia Tuhan. Sebab tidak ada perbuatan baik, aktivitas rohani, ataupun khusyuknya kehadiran seseorang di gereja yang dapat memberikan hadiah berupa pengampunan secara cuma-cuma apalagi kehidupan kekal. Tanpa anugerah Tuhan, yaitu hidup baru yang diperoleh dengan kematian dan kebangkitan Yesus, kita tidak akan pernah diampuni dan menjadi kudus.
Hanya melalui tindakan iman, kita dapat menerima pengampunan Tuhan secara total dan sepenuhnya.
Karena manusia cenderung hidup "menyimpang" dari Tuhan, maka ia tidak dapat memahami kebutuhan yang serius akan hidup yang kekal ini. Padahal dengan cuma-cuma Bapa telah menyediakannya dan bahkan langsung menjadikan kita ahli waris-Nya. Bacalah tulisan Paulus kepada jemaat di Roma ini sekali lagi, lalu berdoalah dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan hidup kita dan juga orang lain.
Ingatlah kita diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang,***
Selamat malam.
Tuhan memberkati.
Posting By : 黄秋婵
(Roma 5:6-11)
Di dalam kesibukan dan persoalan hidup sehari-hari sehubungan dengan interaksi kita dengan orang lain sering kali kita melupakan persoalan yang sangat kritis. Salah satunya adalah pertanyaan di mana kita akan berada setelah kematian menjemput?
Mengacu pada pandang Alkitab, akan ada dua kelompok manusia pada akhir zaman: mereka yang akan hidup kekal bersama Tuhan dan mereka yang menghadapi kematian kekal, hidup terpisah dari Dia. Langkah itu hanya bergantung pada kerendahan hati mereka untuk mau menerima pengampunan Tuhan.
Tidak ada satupun di antara kita, baik yang sudah diselamatkan ataupun yang belum, layak menerima kasih karunia Tuhan. Sebab tidak ada perbuatan baik, aktivitas rohani, ataupun khusyuknya kehadiran seseorang di gereja yang dapat memberikan hadiah berupa pengampunan secara cuma-cuma apalagi kehidupan kekal. Tanpa anugerah Tuhan, yaitu hidup baru yang diperoleh dengan kematian dan kebangkitan Yesus, kita tidak akan pernah diampuni dan menjadi kudus.
Hanya melalui tindakan iman, kita dapat menerima pengampunan Tuhan secara total dan sepenuhnya.
Karena manusia cenderung hidup "menyimpang" dari Tuhan, maka ia tidak dapat memahami kebutuhan yang serius akan hidup yang kekal ini. Padahal dengan cuma-cuma Bapa telah menyediakannya dan bahkan langsung menjadikan kita ahli waris-Nya. Bacalah tulisan Paulus kepada jemaat di Roma ini sekali lagi, lalu berdoalah dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan hidup kita dan juga orang lain.
Ingatlah kita diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang,***
Selamat malam.
Tuhan memberkati.
Posting By : 黄秋婵
Selasa, 08 Maret 2011
Hikmat dan Kasih Tuhan
Iffon Lestari
Firman Tuhan
(1 Yohanes 4:7-10)
Tuhan sangat mengasihi setiap kita. Keadilan-Nya telah dibuktikan melalui pengorbanan Yesus Kristus, Anak-Nya yang tidak berdosa. Hari ini, kita akan belajar hikmat-Nya sebagai segi lain, yaitu dari segi kasih-Nya.
Semua agama mengajarkan para penganutnya bahwa manusia harus bekerja keras, menyangkal diri, atau menjalankan upacara-upacara keagamaan khusus untuk dapat dekat dengan allah. Jika semua itu berhasil dilakukan barulah manusia dapat dikatakan berhasil di dalam hidupnya, tetapi kekristenan tidak.
Bapa tahu kalau manusia cenderung berbuat dosa dan menentang Dia. Maka dengan hikmat dan kasih-Nya, IA memutuskan untuk menyelamatkan kita, lalu mengubah hidup kita dengan memberikan kepada kita permulaan yang baru. Kita terima, bukan karena sesuatu yang kita lakukan, tetapi karena Tuhan mengasihi ciptaan-Nya.
Sebagai manusia kita hanya perlu mengakui dosa-dosa kita dan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah anak-Nya yang tunggal, yang telah mati di kayu salib menggantikan kita. Selanjutnya tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang menerima Yesus Kristus, karena Dia telah membayar lunas hutang dosa kita. Hal yang mengerikan akan dialami oleh mereka yang mengambil keputusan yang salah, yaitu kematian yang kekal.
Alkitab mengatakan, setiap orang akan memberikan pertanggungan jawab tentang kehidupan mereka masing-masing di hadapan-Nya (Roma 14:10-12).Apakah kita sudah memutuskan untuk mengikuti hikmat Tuhan dan menerima kasih-Nya atau masih mengikuti hikmat dunia?.Pilihan ada di tangan kita.***
Selamat malam
Tuhan memberkati.
Posting By : Iffon Lestari
Firman Tuhan
(1 Yohanes 4:7-10)
Tuhan sangat mengasihi setiap kita. Keadilan-Nya telah dibuktikan melalui pengorbanan Yesus Kristus, Anak-Nya yang tidak berdosa. Hari ini, kita akan belajar hikmat-Nya sebagai segi lain, yaitu dari segi kasih-Nya.
Semua agama mengajarkan para penganutnya bahwa manusia harus bekerja keras, menyangkal diri, atau menjalankan upacara-upacara keagamaan khusus untuk dapat dekat dengan allah. Jika semua itu berhasil dilakukan barulah manusia dapat dikatakan berhasil di dalam hidupnya, tetapi kekristenan tidak.
Bapa tahu kalau manusia cenderung berbuat dosa dan menentang Dia. Maka dengan hikmat dan kasih-Nya, IA memutuskan untuk menyelamatkan kita, lalu mengubah hidup kita dengan memberikan kepada kita permulaan yang baru. Kita terima, bukan karena sesuatu yang kita lakukan, tetapi karena Tuhan mengasihi ciptaan-Nya.
Sebagai manusia kita hanya perlu mengakui dosa-dosa kita dan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah anak-Nya yang tunggal, yang telah mati di kayu salib menggantikan kita. Selanjutnya tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang menerima Yesus Kristus, karena Dia telah membayar lunas hutang dosa kita. Hal yang mengerikan akan dialami oleh mereka yang mengambil keputusan yang salah, yaitu kematian yang kekal.
Alkitab mengatakan, setiap orang akan memberikan pertanggungan jawab tentang kehidupan mereka masing-masing di hadapan-Nya (Roma 14:10-12).Apakah kita sudah memutuskan untuk mengikuti hikmat Tuhan dan menerima kasih-Nya atau masih mengikuti hikmat dunia?.Pilihan ada di tangan kita.***
Selamat malam
Tuhan memberkati.
Posting By : Iffon Lestari
Sabtu, 05 Maret 2011
ARTI SEORANG SAHABAT
Cinta dan persahabatan adalah jalinan kasih yang indah untuk dilupakan...
terkadang kita dapat merasakan sakit yang teramat sangat ketika kita
berfikir untuk seorang sahabat...I've been throught this moment...
Ternyata benar kata orang-orang mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yg mementingkan diri sendiri..Tapi kala ego itu muncul, kadang kita dengan mudahnya bisa melupakan arti sejati dari persaabatan..Sering pula kita harus menelan pil pahit demi kebahagiaan seorang sahabat..
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang sangat melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur,disakiti, diperhatikan, dikecewakan, didengar, diabaikan, dibantu, ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan
mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal sahabat..
Kenapa disaat terjatuh kita ingin seseorang memeluk kita atau sekedar menemani kita?
Mengapa juga ketika disakiti kita inginkan seseorang untuk tempat kita mengadu?
Mungkin kita akan menjadi sakit kembali ketika melihat atau mendengar seseorang yang kebetulan mirip dan dekat dengan orang yang pernah melukai kita.
Adakalanya dengan ketakutan dan kebingungan kita memutuskan tidak akan pernah percaya dan mencintai siapapun lagi Kitapun merasakan senang jika ada seseorang yang selalu disisi kita saat sedih maupun saat senang.
Seseorang yang selalu membantu kita tanpa mengharap apapun selain senyuman kita Yang mengerti, yang memahami dan menerima kita apa adanya.
Beberapa dari kita menyebutnya sahabat perjalanan hidup…
Sebagian lebih sederhana mengatakan teman seperjuangan…
Bagi yang romantis menyatakan kekasih hati…
Teruntuk yang telah menikah mengakui bahwa Tuhan menciptakannya agar kita tidak merasa kesepian…
Sejauh mana beda dari semua itu?
Kenapa bersahabat?
Benarkah hidup terlalu keras untuk dijalani seorang diri?
Atau karena kita ingin menumpahkan rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati?
Mungkinkah karena kita memiliki sesuatu yang sejalan hingga kita menyamakan orang lain dengan apa yang kita rasakan?
Sungguh! Betapa sulit mencari sahabat diwaktu kita tengah kesusahan
Dan benarlah betapa mudah mengajak seseorang untuk bergabung dalam kegembiraan kita
Memang....kita semua begitu tidak menyukai penderitaan, meski kita tahu tidaklah mungkin bisa lepas darinya…
Meski kita semua tahu hidup hanyalah ritme bergantian antara kesedihan dan kesenangan…
Walau kita sadar kebahagiaan hanya milik orang-orang yang pernah menderita dahulu
Dan tiap orang pastilah punya arti sendiri dalam memaknai penderitaan dan kebahagiaan
Siapa yang kau anggap sahabat?
Apakah seseorang yang tiada pernah menyakitimu?
Mungkinkah seseorang yang tidak akan pernah meninggalkanmu?
Betulkah seseorang yang kamu memutuskan untuk mempercayainya?
Atau seseorang yang tidak pernah mengatakan kebaikannya padamu?
Seumpama kita bisa mendengar hati orang lain dan memang benar mau mendengar?
Tak pernah ada yang mempunyai cita-cita untuk jadi orang jahat dan hidup tidak berbahagia…
Seandainya kita bisa melihat dan memang benar mau melihat?
Ketika seseorang tengah tertidur pulas Kita akan bisa untuk lebih berfikir beberapa kali sebelum berani sekedar berprangsangka keji apalagi untuk menyakitinya..
Tetapi kenapa itu terkadang terpaksa harus?
Disaat kita tiba-tiba merasa peduli dengan seseorang, kita seolah bisa merasakan apa yang sedang menjadi bebannya dan kita ingin meringankannya…
Namun terkadang kita sangat acuh kepada seseorang yang benar-benar membutuhkan kita
Apa yang kita cari?
Untuk siapa dan untuk apa kita di ciptakan didunia ini?
Apa beda kita dengan orang lain?
Sedalam kelemahan kita harusnya kita lebih sering berkata “maaf” dibanding “aku” jika kita memang manganggapnya sahabat…
Setinggi keinginan kita harusnya kita lebih berbahagia berkata “aku tidak mau merepotkanmu” dibanding “mengertilah diriku” jika kita telah mengerti bahwa dia sahabat kita…
Membayangkan kita berbahagia sendiri sedang sahabat-sahabat kita kesusahan haruskah kita makan dan tidur dengan tenang?
Mungkin lebih baik semua sahabat telah berbahagia dan kita turut berbahagia meski itu harus berbohong demi perasaan itu…
Karena surga masih terlalu luas untuk semua ini, kenapa tidak berbagi?
Bertahanlah, karena sahabatmu adalah semua yang pernah hadir dalam hatimu…
Berterimakasihlah, sahabatmu adalah semua yang telah membentukmu hingga kamu menjadi
seperti sekarang ini…
Bersiaplah, karena kamu akan masih kehilangan banyak sahabat untuk menemukan sahabat-sahabat baru sepanjang perjalannan hidupmu…
Dan berdo’alah semoga semua sahabat bisa berkumpul bersama di surga nanti.....
AMIN.
TUHAN MEMBERKATI.
Posting By : Yohana Lina Susanti 小兰
Langganan:
Komentar (Atom)








