Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Selasa, 31 Mei 2011

berdoa dalam nama YESUS)

Firman Tuhan
(Yohanes 14:7-27)



Membangun kehidupan doa yang dinamis akan mengubah cara hidup dan pandang kita atas segalanya. Lewat doa, Tuhan dapat menggantikan kelemahan kita dengan kekutana-Nya, keluguan kita dengan hikmat-Nya, dan kekosongan kita dengan kepenuhan-Nya. Yesus memberikan janji yang indah bahwa apapun yang kita minta dalam nama-Nya, maka IA akan melakukannya. Tapi apa sebenarnya maksud janji ini?

Berdoa dalam nama Yesus berarti megakui bahwa Yesus telah menyiapkan jalan bagi kita kepada Bapa. Setiap orang yang percaya pada Yesus Kristus kini dapat datang menghampiri tahta Allah yang maha Kudus itu (Ibrani 4:16).

Berdoa dalam nama-Nya juga berarti mempraktekkan otoritas yang telah IA berikan pada setiap mereka yang telah lahir baru. Yesus yang adalah ahli waris segalanya, menjadikan kita sebagai,"sesama ahli waris"(Roma 8:14-17). Pemahaman akan posisi kita seharusnya memberikan keyakinan dan keberanian saat kita merendahkan diri mencari kehendak Tuhan. Setiap kita sedang dalam misi besar sehingga kita perlu menjadi umat pendoa--senantiasa terhubung dengan kuasa Roh Kudus, senantiasa berseru pada Bapa, senantiasa bersandar pada-Nya.

Berdoa dalam nama Yesus menunjukkan persetujuan kita atas kehendak-Nya. Kita sedang memohon kepada Bapa untuk menjawab kebutuhan kita seperti seolah-olah Yesus yang memintanya. Jika kita berdoa dengan sikap seperti ini, maka Tuhan akan menyatakan kehendak-Nya karena yang kita inginkan juga serupa dengan keinginan-Nya. Inilah jenis doa yang sanggup mengubah dunia.***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Rabu, 18 Mei 2011

siapakah sandaran kita?

Firman Tuhan
(Efesus 2:4-10)



Apa jaminan yang kita harapkan setiap hari berdasarkan karakter Allah?

1.Allah akan memberikan kebaikan-Nya pada kita.
Mengutus Kristus untuk mati bagi kita adalah bukti kasih-Nya pada kita (1 Yohanes 4:10). Sifatmya yang tak berubah mengukuhkan bahwa IA akan terus mengasihi kita sepanjang masa (Mazmur100:5).

2.Allah akan membantu kita menuntaskan apa yang IA ingin kita lakukan. IA memberikan hikmat ilahi agar kita mampu menunaikan tugas kita dan kekuatan untuk menyelesaikannya. Dari-Nya kita mendapatkan segala yang kita butuhkan (Ibrani 13:21).

3.Allah akan membatasi tekanan dan godaan yang akan datang.
Seperti seorang seniman ahli, IA tahu seberapa besar tekanan yang harus diberikan untuk membentuk kita agar semakin serupa dengan Yesus tanpa meremukkan kita (2 Korintus 4:8).

4.Allah yang menguatkan dan menjaga kita sehinga kita tak perlu mengeluh atau menyerah. Walaupun kita lemah, IA juga tahu seberapa kuat kita jadinya bila kuasa-Nya bekerja dalam diri kita. Roh Kudus-Nya memberikan kuasa agar kita sanggup menolak setiap godaan (i Korintus 10:13).

5.Allah akan mengampuni dosa kita.
Kapan pun IA selalu siap sedia menerima pengakuan dosa kita, mengampuni kita, dan membawa kita kembali dalam persekutuan dengan-Nya (1 Yohanes 1:9).

Kitapun memiliki jaminan atas masa depan kita. Hidup kita tak berakhir saat tubuh jasmani kita mati.(2 Korintus 5:8), maka kita akan hidup di surga selamnya dan suatu hari nanti Yesus akan datang untuk meluruskan segalanya. Hidup ini penuh ujian (Yohanes 16:33). Tapi saat tantangan menekan, pikirkan tentang segala alasan mengapa kita dapat bersandar kepada Tuhan.***



Selamat siang
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Selasa, 17 Mei 2011

Menguji Kebaikan-NYA

Firman Tuhan
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!!
(Mazmur 34:9).



Mengenal Allah bukan hanya suatu pernyataan yang berdasarkan akal budi. Kita mengenal Allah dengan cara yang sama dengan proses mengenal seorang manusia sebagai sahabat.

Mengenal Allah adalah masalah keterlibatan pribadi--pikiran, kehendak, dan perasaan. Kalau tidak, hubungan itu bukanlah hubungan yang benar-benar pribadi. Untuk mengenal orang lain, kita harus menyediakan waktu baginya dan kepentingan-kepentingannya serta siap untuk turut merasakan bebannya. Tanpa semua itu, hubungan kita dengannya menjadi dangkal dan hambar.

"Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu!" kata pemazmur (Mazmur 34:9). Untuk "mengecap", artinya adalah untuk "mencoba" sesuap dari sesuatu dengan perasaan seorang yang mengharagai aromanya. Sepiring makanan mungkin tampak lezat dan sangat dipuji juru masaknya, tetapi kita tidak tahu kenikmatan yang sebenarnya sebelum kita mengecapnya.

Demikian juga, kita tidak tahu sifat seseorang sebenarnya sebelum kita "merasakan" pengalaman bersahabat dengannya. Sahabat dikatakan sebagai orang yang berbagi rasa satu sama lain sepanjang waktu dengan berbagi cara berpikir (bayangkanlah orang-orang yang sedang jatuh cinta) dan segala sesuatu yang diminati bersama.

Cara yang sama digunakan dalam pengenalan orang Kristen terhadap Allah, yang seperti kita lihat, juga merupakan sebuah hubungan antara sahabat..***



Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Selasa, 10 Mei 2011

Tak ada kata terlambat utk menjadi apa pun yg kita inginkan

Matius 6:25


"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”

Ada orang berpendapat bahwa usia 62 tahun adalah usia yang sangat telat untuk mencapai sebuah cita-cita. Kita tak perlu mencapai usia 62 tahun untuk percaya bahwa usia ini sangat telat untuk meraih sebuah mimpi. Pada kenyataannya, ada pemuda yang baru berusia 26 tahun ketika perasaan terlambat itu hingap. Suatu saat pemuda tersebut diajak temannya untuk masuk universitas. “Tapi aku terlalu tua” dalihnya. “Setiap orang LULUS ketika mereka berusia 22 tahun, sementara aku sudah berusia 26 dan belum memulai apapun”

Lalu temannya berkata, “Dalam empat tahun ke depan, kamu akan empat tahun lebih tua baik kamu kuliah atau tidak. Manakah yang kau pilih, empat tahun lebih tua dengan gelar, atau empat tahun lebih tua tanpa gelar?” Kata-kata tersebut mengubah pandangan si pemuda. Ia tiba-tiba menyadari bahwa ia tak pernah terlalu tua untuk meraih mimpinya. Jadi, ia mulai kuliah. Setelah memompa semangatnya dan menyingkat masa studinya menjadi tiga tahun, ia berhasil meraih gelar yang ia idamkan, lalu memutuskan untuk melanjutkannya hingga jenjang yang lebih tinggi. Lihatlah, tak ada kata terlambat kan? Kecuali kita tidak memulai apapun.

Benarkah bahwa kita tak pernah terlalu tua untuk memulai karir baru atau membuat perubahan dramatis dalam kehidupan kita? Bagaimana jika kita berusia 72 atau bahkan 82 tahun? Apakah seusia itu kita terlambat untuk mempelajari bahasa baru? Ah, tidak juga. Dua ratus tahun lalu negarawan Roma, Cato, mempelajari bahasa Yunani pada usia 80 tahun. Bisakah kita lebih kreatif di usia itu? Bagaimana dengan Goethe? Mahakaryanya, ‘Faust’ belum sempurna hingga ia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahuh ketika ia melukis Kapel Sistine.

Butuh contoh lebih banyak? Luigi Cornaro, seorang terpelajar dari Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Risalah klasiknya ‘The Joys of Old Age’ ditulis [ada tahun 1562 ketika ia berusia 95 tahun! Di era modern, seorang filosof besar, ahli matematik, dan pecinta perdamaian, Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonsttasi anti nuklir ketika ia berusia 89 tahun. Dan tentu saja kita tak bisa melupakan Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80. Tahukan anda bahwa sekitar 25% lukisannya yaitu sebanyak 1,500 lukisan dibuatnya setelah ia berusia 100 tahun? Kemudian ada Henry Little, seorang Presiden Direktur dari The Institution for Savings di Newburyport, Massachusetts, memutuskan untuk pensiun sehingga orang yang lebih muda bisa mengambil alih. Tuan Little pensiun ketika ia berusia 102 tahun! Orang lebih muda yang ia maksud ternyata berusia 83 tahun.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk menjadi apapun yg kita inginkan...:)

SELAMAT MALAM.
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Senin, 09 Mei 2011

Bapa Yang Mengasihi Anda

Firman Tuhan
(Mazmur 103:1-4)



Apakah Anda dengan semangat bersiap-siap untuk meluangkan waktu sendirian dengan Allah, atau apakah Anda takut terhadap teguran-Nya? Apakah Anda menikmati kehadiran Tuhan, atau malah merasa bahwa kekristenan adalah suatu beban yang harus dipikul?

Orang-orang kristen seharusnya adalah orang-orang yang paling bersukacita di bumi. Perasaan haru karena kemenangan kita seharusnya selalu dinyatakan dalam perkataan dan jiwa kita sebab Kristus telah menanggung kesengsaraan dosa di pundak-Nya.

Mungkin keajaiban hubungan Anda dengan Kristus telah disamarkan oleh penekanan yang salah pada sifat Allah. Benar, IA Kudus; benar, IA adalah hakim yang adil. Tetapi, IA selalu menunjukkan sifat-sifat ini dalam wujud kemurahan dan rahmat-Nya.

Ketika Anda diselamatkan, Allah menjadi Bapa yang mengasihi Anda. Anda adalah anak-Nya yang sangat berharga bagi-Nya. Tak ada yang Anda lakukan dapat mengubah kasih Bapa yang abadi. Anda dapat melarikan diri; memberontak melawan peraturan-Nya; tetapi hati Bapa tidak berpaling dari Anda.

Ketika Anda diselamatkan, Kristus menjadi sahabat setia Anda. IA selalu sedia membantu Anda. Anda tak dapat membuat-Nya malu atau kecewa karena IA mengenal Anda dengan sempurna sebelum Anda diselamatkan dan Ia tetap berusaha menjangkau Anda. IA ingin menolong Anda--tanpa mempedulikan kekotoran masa lalu Anda.***


A Gift Of Love.


Selamat malam
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Jumat, 06 Mei 2011

Kasih Kristus

Firman Tuhan


Ia mengantar mereka ke laut, sambil berkata:"Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
Jawab mereka:"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat. engkau dan seisi rumahmu."(Kis 16:30-31)


William Barclay menceritakan tentang Tokichi Ishii. Ishii adalah orang kejam sekali dan berdarah dingin. Ia membunuh pria, wanita dan anak-anak dengan brutal. Akhirnya ia tertangkap, dipenjarakan dan menanti hukuman mati.

Ketika Ishii dipenjara, ia dikunjungi 2 wanita dari Canada. Mereka berbicara melalui jeruji penjara dan seperti binatang buas, Ishii melihat kepada mereka. Akhirnya mereka meninggalkan sebuah Alkitab kepada Ishii.

Satu hari Ishii mulai membaca Alkitab itu dan ceritanya begitu mencekamnya dan ia tidak dapat berhenti membaca. Ia membaca terus sampai pada kisah penyaliban Yesus. Perkataan Yesus "Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" membuatnya terpaku. Ia berkata:"Aku berhenti membaca. Sepertinya hatiku tertusuk oleh paku sepanjang 5 inci. Apakah ini kasih Kristus? Apakah ini belas kasihan-Nya? Aku hanya tahu bahwa aku percaya dan kekerasan hatiku telah diubah."***


Santapan Rohani.

Selamat pagi
Tuhan memberkati

Selasa, 03 Mei 2011

IA memiliki Peta Jalan

Anak-Ku Tersayang,


Bayangkanlah sebuah jalan yang kasar, berbahaya, tidak tercantum pada peta, yang menuju ke bukit-bukit curam tempat hidup binatang-binatang buas. Sekarang bayangkanlah dirimu sendiri yang tanpa perlawanan bagaikan seekor domba—tanpa senjata, tanpa peta, dan tanpa pemandu—tidak yakin dengan tempat kamu berada atau tujuan kamu pergi.

Bukan suatu gambaran yang baik! Tetapi itu merupakan suatu potret yang akurat tentang kamu sebelum Yesus memasuki hidupmu. Betapa berbedanya gambar yang hendak dilukiskan-Nya tentang hidupmu jikalau kamu mau mempersilahkan-Nya! Ia mengenalimu. Ia memiliki peta jalan melintasi gunung-gunung berbahaya itu. Ia ingin membawamu ke suatu tempat yang penuh damai, sukacita dan bahagia bersama-Ku.

Yesuslah Gembalamu, dan Ia menunggu untuk membimbingmu. Maukah kamu percaya dan mengikuti-Nya?

Bapamu,
Tuhan


"Seperti domba, dahulu saudara sesat dari jalan Allah, tetapi sekarang saudara telah kembali kepada Gembala Saudara, pemelihara jiwa yang melindungi saudara dari segala serangan" (1 Petrus 2:25)

SELAMAT SIANG.
TUHAN MEMBERKATI.


Post By: Yohana Lina Susanti

Memberi dan Menerima

Firman Tuhan


Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita
Dan Allah sanggup melipatkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berlebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Korintus 9:6-8).

Elizabeth Bibesco, pernah berkata:"Blessed are those who can give without remembering and take without forgetting." Berbahagialah orang yang memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan."

Manusia bertendensi untuk memberi dengan "mengingat." Kita memberi dengan pengharapan bahwa orang yang kita beri akan mengingat dan akan membalas kebaikan kita. Kita memberi dengan pengharapan bahwa orang yang kita beri akan menghargai kebaikan kita. Akibatnya kita menjadi kecewa bilaman pengharapan kita tidak terpenuhi. Bila kita membiasakan diri untuk memberi tanpa mengingat, maka kita akan merasakan sukacita di dalam memberi. Ingatlah sukacita dalam memberi, tetapi lupakahlah pemberian kita.

Sebaliknya, bila kita menerima; ingatlah untuk bersyukur akan berkat-berkat yang kita terima. Bersyukur dan berterima kasihlah kepada orang yang telah memberi.

BERILAH TANPA MENGINGAT DAN TERIMALAH TANPA MELUPAKAN!***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Senin, 02 Mei 2011

BERDIAM DIRI

Firman Tuhan
(Mazmur 37:6-8)



Salah satu "tugas" terberat bagi kita adalah berdiam diri di hadapan Bapa. Kita cenderung melakukan sesuatu untuk memenuhi agenda kita, namun syarat dari Mazmur yang sedang kita pelajari ini, justru melarang kita untuk bertindak mendahului instruksi-Nya. Berdiam diri kedengarannya mudah, namun memerlukan keberanian, karena biasanya di dalam kelemahan kita, hal yang timbul adalah rasa resah dan gelisah. Perasaan itulah yang menjauhkan pikiran kita dari keinginan untuk percaya total kepada Tuhan.

Kita lihat, hal ini saling berkaitan. Tidak boleh satupun dari rangkaian ini terputus. Kita harus menikmati saat-saat indah bersama Allah, agar kita dapat mengambil komitmen pada jalan-Nya. Kepercayaan itulah yang membawa kita senang berdiam di hadapan-Nya; sehingga aliran sukacira boleh memenuhi hati kita. Jadi kesimpulannya adalah; Sabar menantikan Tuhan bertindak adalah salah satu ujian utama bagi kedewasaan rohani kita. Hanya dia yang memahami setiap keadaan dan tahu waktu yang tepat agar jawaban terhadap doa kita dapat memberikan manfaat yang maksimal. Bila kita memaksakan kehendak kita, maka kita menanggung resiko untuk menuai kekecewaan, luka atau bahkan kerugian.

Sebelum kita bangkit (dari tempat tidur pagi ini), naikkanlah doa seperti ini: Bapa, aku mengucap syukur karena Engkau telah memberikan kepadaku keinginan di hatiku. Hari ini aku akan bersuka di dalam Engkau, aku menyerahkan segala sesuatu kepada-Mu, karena Engkaulah yang mengendalikan segala sesuatu. Dan ajarlah aku menantikan waktu-Mu yang sempurna.

Ikutilah nasihat Mazmur ini, rasakanlah bagaimana Allah akan memelihara kita.***

@ Sambungan dari renungan yang berjudul Keiningina Hati @


Selamat Malam.
Tuhan memberkati.