Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Senin, 20 Juni 2011

Memenangkan Peperangan

Firman Tuhan
(Matius 26:36-46)



Jika kita ingin mengalami kemenangan atas konflik atau keputusan sulit yang sedang kita hadapi, maka kita perlu melihat bagaimana Yesus berjuang dan menang dalam setiap peperangan. Sebelum IA naik ke kayu salib, Yesus harus menghadapi pertempuran sangat keras di Taman Getsemani. IA bergumul dengan Bapa akan jalan yang akan IA tempuh. Bagi Yesus, kesadaran akan besarnya beban umat manusia yang akan IA pikul dan kenyataan bahwa IA akan terpisah dari Bapa sungguh mengoyak hati-Nya. Di tempat IA biasa berdoa (Lukas 22:39), Yesus menyendiri dan sujud di hadapan Bapa sambil mencurahkan jeritan hati-Nya. Tapi saat IA meninggalkan taman itu, IA melangkah sebagai pemenang. IA akan tetap meminum cawan penderitaan dan mengalami keterpisahan itu, namun IA tahu, bahwa pada akhirnya IA akan berjaya (Ibrani 12:2).

Contoh dari Yesus ini menunjukkan pada kita bahwa kunci menuju hidup berkemenangan adalah sujud bertelut di hadapan Bapa -- kita datang pada-Nya dan memasrahkan diri pada kehendak-Nya. Menanyakan pendapat sesama orang percaya memang penting, tapi kita tak dapat sepenuhnya mengandalkan hal ini. Jika kita tidak secara pribadi bergumul dengan Tuhan hingga kita mendapatkan jawabannya, maka kita tak akan pernah tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Bila kita secara teratur meluangkan waktu bersama Bapa, maka kita akan mampu mengenali kehendak-Nya saat diperhadapkan pada pilihan yang sulit dan beresiko besar. Jika kita berseru sepenuhnya kepada-Nya, maka kita sedang menerahkan segala resiko keputusan kita itu ke tangan Allah yang maha tahu, maha kasih, maha kuasa dan berdaulat ats segalanya baik dulu, sekarang, hingga yang akan datang.***


Selamat malam
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Sabtu, 18 Juni 2011

Ketika Banjir Datang

Matius 7:25

“Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 141; Yohanes 1; 2 Samuel 9-10

Suatuhari ketika mengikuti arung jeram, pemandu yang menemani kami selama mengarungi sungai sempat bercerita mengenai apa yang terjadi setiap banjir besar melanda sungai tersebut. Setiap kali banjir besar melanda, keadaan sungai sampai lekuk-lekuknya bisa berubah drastis dalam semalam. Hal ini membuat para pemandu harus menyusuri sungai sekali lagi untuk mengetahui perubahan yang sedang terjadi. Jika tidak, mereka akan mengalami kesulitan ketika harus memandu peserta yang akan mengarungi sungai setelah banjir terjadi.

Dalam mengarungi sungai kehidupan ini, ada kalanya “banjir besar” melanda hidup kita. Hal itu bisa berupa masalah keuangan, PHK, kematian orang-orang yang kita sayangi, kegagalan dalam pelayanan, atau anggota keluarga kita yang terlibat tindak kriminal. Keadaan tersebut dapat mengubah banyak hal dalam hidup kita: menjadi lebih baik atau hancur, semakin mengenal Tuhan atau meninggalkan, memperkuat karakter atau melemahkan karakter, membuat nama Tuhan dimuliakan atau membuat nama Tuhan dilecehkan karena respon kita terhadap hal-hal tersebut.

“Banjir besar” atau masalah-masalah dalam hidup kita menjadi penguji seperti apa kualitas hidup kita, dan seberapa kuat pondasi kehidupan kita tertanam. Hanya ketika kita belajar untuk mendengar, memahami, dan melakukan firman, maka hidup kita ibarat rumah yang didirikan di atas batu karang, permasalahan atau pergumulan hidup tidak akan merobohkan atau menghancurkan hidup kita. Malah lekuk-lekuk karakter, iman, dan pengharapan yang makin teguh dapat disaksikan oleh orang lain karena pekerjaan Allah yang dahsyat dalam hidup kita. Jadi, hadapilah dan jalanilah apa pun yang sedang terjadi, sebab Allah menyertai kita.

Hari ini, sementara kita menyediakan waktu untuk bersekutu secara pribadi melalui doa, membaca dan merenungkan firman Tuhan, yakinilah bahwa pondasi hidup kita sedang semakin dikokohkan oleh Tuhan. Dialah Sumber kekuatan dan pertolongan kita yang sejati. Hidup kita tidak akan mudah digoyahkan oleh permasalahan dan tekanan hidup. Jadilah kuat, dalam kasih karunia Tuhan.

Allah adalah pemandu yang terbaik dalam hidup kita, oleh karenanya dengarkanlah Dia!

SELAMAT PAGI
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti

Jumat, 17 Juni 2011

Strategi Iblis

Firman Tuhan
(2 Korintus 10:3-5)



Strategi iblis untuk menjatuhkan orang-orang percaya selalu sama, yaitu dengan tipu daya. Kita belajar dari 2 Korintus 11:14 bahwa setan seringkali "menyamar sebagai malaikat terang." Bahkan Yesus pun menyebutnya sebagai "bapa segala dusta" (Yohanes 8:44). Senjata terbaik bagi kita untuk melawan tipu daya iblis adalah kebenaran. Itulah yang menjadi andalan Paulus dalam bacaan kita pagi ini.

Salah satu tipu dayanya yang kuno, tetapi selalu berhasil dilakukannya adalah lewat godaan yang dapat membuat kita ragu-ragu akan kebenaran Firman Tuhan dan karakterr Allah yang penuh kasih. Bila ia berhasil dengan jebakan itu, kita tidak ubahnya seperti seorang prajurit yang menyerah begitu saja tatkala musuh datang mendekat. Anda akan dipukul KO berulang-ulang dan jika Anda membiarkan semua keraguan ini menyerang Anda terus, berarti Anda telah memberika pijakan kaki kepada setan, yang akhirnya akan melemahkan dan menghancurkan Anda ke dalam jurang kehancuran yang lebih besar lagi.

Rancangan iblis yang lain adalah mengalihkan perhatian kita, yakni menjauhkan pikiran kita dari apa yang paling penting pada saat tertentu, dengan membuat kita begitu sibuk sehingga kita kehilangan fokus. Setan jarang sekali menggunakan hal-hal yang jelas berdosa atau keterlaluan untuk mengalihkan perhatina kita dari Kristus. Ia suka memakai hal-hal yang baik untuk secara licik membangun tembok "gangguan" di sekitar kita, sehingga sedikit demi sedikit kita tidak peka lagi mendengarkan suara Allah.

Oleh sebab itu mintalah agar Roh Kudus selalu memberitahukan kepada Anda area mana saja di dalam hidup Anda yang mudah terserang tipu daya si jahat. Paulus mengajak kita memakai strategi yang dia sudah terapkan, yaitu dengan perlengapan senjata Allah dan mengenali Firman-Nya dengan benar. Selamat mencoba.***


DR. CHARLES F. STANLEY

Selamat pagi.
Tuhan memberkati

Rabu, 15 Juni 2011

Jangan Menyerah

Firman Tuhan
(Efesus 6:10-18)



Setiap saat sesungguhnya kita berada di kancah peperangan rohani. Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa musuh kita sungguh ada dan nyata. Namun melalui Kristus, kita memiliki kuasa dan perlengkapan untuk menghadapinya dengan efektfs. Paulus menguraikannya di dalam bacaan kita hari ini, oleh sebab itu kita perlu mengenali perlengkapan yang Dia sediakan dengan tepat.

Alkitab menyatakan bahwa musuh kita itu adalah mentan malaikat yang jatuh karena menantang Allah dan kerajaan-Nya. Karena itu kita tidak boleh menyepelekan kemampuannya. Itu sebabnya Yesus memberikan kepada para murid-Nya otoritas untuk melawan mereka (Lukas 10:17-20), hal itupun berlaku bagi kita. 1 Yohanes 4:4 berkata bahwa melalui Roh Kudus kita telah mengalahkan musuh,"sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."

Meski setan tidak dapat menguasai jiwa kita, ia selalu berusaha membuat kita tidak berdaya. Ketika kita menyerah dan jatuh dalam pencobaan, ia pasti akan segera berkata,"Engkau adalah orang berdosa yang lemah dan tidak layak. Engkau tidak dapat melayani Allah dengan sungguh-sungguh dan lain sebagainya."

Bila kita percaya akan dakwaan seperti itu, dan tidak mau lagi mendengarkan dan kembali kepada kebenaran, maka kita pasti kalah. Pastikanlah kita tidak melupakan identitas kita di dalam Kristus. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa kita dapat melawan iblis (Yakobus 4:7). Jadi, katakanlah kepada setan, "Aku menolak hal itu! itu berasal darimu, dan Aku mengusirmu dalam nama Yesus. Aku menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus."
(2 Korintus 10:5). Ketahuilah kita memiliki otoritas itu. Lakukanlah dan lawanlah iblis.***



Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Sabtu, 11 Juni 2011

Doa Orang Benar

Firman Tuhan
(Yakobus 5:13-18)


Bacaan sore ini menjamin kita bahwa "doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya"(ayat 16). Bapa kita di surga dengan anugerah-Nya ingin melibatkan doa kita dalam menjalankan rencana-Nya (2 Raja-raja 20:1-6).
Tetapi bayangkanlah misalnya teman kita sedang mengalami sakit parah, dan sebenarnya Allah sudah tahu apa yang akan terjadi padanya. Yang menjadi pertanyaan adalah: Mengapa kita tetap perlu mendoakan dia apabila Allah sudah tahu akhir ceritanya?

Jawabannya adalah sebagai berikut: Ketika anda berdoa, sesungguhnya Dia sedang bekerja di dalam hati Anda sedemikian rupa sehingga apapun yang akan Dia lakukan, Anda akan selaras dengan kehendak-Nya. Melalui doa itu, Allah melibatkan Anda di dalam karya-Nya; sementara iman Anda akan dikuatkan dan kasih Anda kepada-Nya ditambahkan, sampai Dia dimuliakan. Namun seandainya Allah pada akhirnya memanggil pulang teman Anda itu, Dia juga akan mempersiapkan Anda untuk menerima kehendak-Nya itu dengan hati yang lapang.

Tak ada petani yang dapat mengendalikan hasil ladangnya, bukan? Ia memang dapat menggarap tanah dan menanam benih dengan cara yang terbaik, namun Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan. Tentu saja Allah dapat memberikan tuaian tanpa bantuan manusia, tetapi IA tidak ingin ada petani yang duduk santai di rumah tanpa mengerjakan apa-apa. Demikian juga dengan Bapa kita di surga, IA memilih untuk bekerja sama dengan kita. Dia ingin melibatkan kita dalam segala rencan-Nya melalui doa-doa yang kita panjatkan.***



By. CHARLES F. STANLEY

Selamat Sore
Tuhan memberkati.

Kamis, 09 Juni 2011

Jangan Bunuh Diri

黄秋婵

Firman Tuhan
(Mazmur 13;18:28)



Kita sering tidak sadar bahwa banyak orang di sekitar kita termasuk orang Kristen saat ini tengah bergumul dengan pergumulan yang berat. Mintalah agar Allah membuat kita menjadi sensitif terhadap orang yang seperti itu. Jika ada yang berkata,"Aku merasa hidup ini tidak berarti lagi," sadarilah bahwa itu sesungguhnya adalah jeritan minta tolong kepada kita. Bagi orang itu, mungkin kita satu-satunya yang dapat dijadikan tempat curahan hati. Dengarkanlah dengan penuh kasih, karena kasih yang sejati adalah obat yang paling manjur untuk dapat menolong mereka.

Banyak orang bertanya apakah Allah akan mengampuni orang yang melakukan bunuh diri. Ketahuilah Yesus telah menanggung dosa kita di salib, dan anugerah-Nya menutupi semua dosa termasuk yang paling buruk sekalipun. Namun hal itu tidak dapat kita jadikan alasan untuk meninggalkan dunia ini dengan cara kita. Bunuh diri tetaplah pelanggaran terhadap kehendak Allah. Dia menciptakan tiap-tiap kita untuk tujuan yang besar, dan kita telah ditebus dengan harga yang mahal! (1 Korintus 6:19-20).
Dia tidak pernah mengabaikan orang yang berseru kepada-Nya.

Dia pasti akan menolong kita jika kita mengijinkan-Nya! Bila kita tunduk kepada-Nya, Dia akan mengangkat kita dari lubang kehancuran itu dan memberikan kita rasa aman, seberapapun dalamnya kita jatuh atau seberapapun kuatnya keinginan buruk itu mempengaruhi kita (Mazmur 40:2). Dia adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita,"penolong dalam kesesakan sangat terbukti" (Mazmur 46:2). Jangan berpikir untuk melakukan bunuh diri, sebab kuasa dan kasih-Nya yang mengagumkan PASTI dapat mengubahkan kehidupan kita.***



Selamat pagi
Tuhan memberkati

Selasa, 07 Juni 2011

KUASA DOA

Firman Tuhan
(Matius 7:7-11)



Doa merupakan hak istimewa bagi setiap orang percaya.
Hari ini kita akan belajar mengenai kuasa yang akan kita peroleh bila kita berdoa. Allah yang maha kuasa, yang bagi-Nya tidak ada yang mustahil, mendengar setiap permohonan kita. Ketika kita masuk ke dalam hadirat Bapa, sesungguhnya kita sedang masuk ke dalam kuasa terbesar di jagat raya ini. Dengan kuasa-Nya itu Dia sanggup memberikan kita apapun yang kita minta, meskipun IA tidak melakukan seperti itu. Ingat, IA selalu bekerja menurut waktu dan kehendak-Nya. IA bisa berkata, tunggu atau tidak, dan itu selalu baik bagi kita.

Firman Tuhan yang kita baca pagi ini memberikan perbandingan antara bapa di dunia dengan Bapa surgawi. Jika bapa di dunia yang penuh kekurangan dan sangat terbatas saja dapat memberikan hal-hal yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa surgawi yang maha kuasa dan tahu segalanya, Dia tentu akan memberikan karunia yang luar biasa kepada kita anak-anak-Nya asal itu sesuai dengan kehendak-Nya.

Merupakan pengalaman yang mengagumkan bila kita menerima apa yang kita minta dari Bapa yang kudus dan mahakuasa serta penuh kasih tu. Allah tidak pernah memberikan kita jawaban doa yang berlebihan atas doa-doa kita. Melalui doa IA rindu kita membangun keintiman dengan-Nya, sehingga kita dapat terus bergantung pada-Nya.

Bila keinginan kita berpadanan dengan kehendak Bapa, dan kita selalu merindukan hadirat-Nya, maka waktu doa kita akan menjadi efektif dan penuh kuasa. Kita bisa mendapat apa saja sebagai jawaban doa, namun keuntungan yang lebih besar dari doa adalah, kita dapat berhubungan langsung dengan Dia yang menyediakan segala keperluan kita.***



Selamat Petang
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Senin, 06 Juni 2011

Proses Disiplin ILAHI

Firman Tuhan
(Ibrani 12:5-11)



Bagaimana Bapa Surgawi yang penuh kasih mendisiplin anak-anak-Nya? Sangat sederhana, dengan memberikan tindakan koreksi untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang kudus. Kita tidak dilahirkan dalam keadaan kudus, namun sebagai orang percaya, kita dibentuk untuk menjadi serupa dengan gambaran Allah. Itulah sebabnya Bapa melatih kita untuk mengenali sifat-sifat yang bertentangan dengan karakter-Nya, lalu dengan sabar Ia membersihkan semuanya itu dari hidup kita. Kadangkala, proses pembersihan ini harus terjadi akibat dari dosa kita sendiri.

Tentu saja tidak ada orang yang suka mendapat disiplin. Demikian juga Allah tidak mengharapkan agar kita mendapatkan itu dari-Nya. Itulah sebabnya rasul Paulus mengingatkan kita untuk tidak menganggap enteng didikan Tuhan. Bila tangan Bapa melakukan tindakan koreksi pada area tertentu di dalam hidup kita, kita perlu mengakuinya dan bersedia untuk diubahkan agar kita menjadi dewasa di dalam iman. memang kita sudah menjadi tawar hati, namun Paulus memberika suatu kebenaran yang sederhana untuk membesarkan hati kita:"Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya"(ayat 6).

Pada waktu kita bimbang dan berdosa, Dia yang adalah Bapa kita yang penuh kasih, selalu menghendaki kebaikan boleh terjadi bagi kita anak-anak-Nya. Jadi wajar saja kalau Dia mengoreksi sebagaimana seharusnya dilakukan oleh orangtua yang baik. Seorang bapa di dunia tidak ingin anaknya mejadi anak yang kasar, suka memberontak dan menjadi benalu bagi orang lain. karena itu IA mendisiplin anaknya, itu dilakukan oleh karena kasihnya. Demikian juga, Bapa kita di surga menghendaki yang terbaik bagi kita. Disiplin menciptakan keinginan untuk tunduk dan taat yang akhirnya akan dipakai Allah untuk menghasilkan kekudusan di dalam diri setiap orang percaya termasuk kita. Maukah kita melalui proses ini?***


Selamat siang
Tuhan memberkati.


Post By : 黄秋婵

Rabu, 01 Juni 2011

Roh ALLAH

Firman Tuhan
(Lukas 24:36-49)



Seberapa pentingnya Roh Kudus bagi mereka yang ingin hidupnya menyenangkan Allah? Lihatlah para murid. Yesus menyuruh mereka untuk menunggu di Yerusalem hingga mereka dibaptis dalam Roh-Nya (Kis 2:1-4). IA tahu bahwa kelompok ini tak akan dapat memulai karya mereka tanpa Pendamping yang Allah sediakan bagi mereka. Hal yang sama tetap berlaku sampai hari ini.

Siapakah sebenarnya Roh Kudus ini? Ia disebut Oknum ketiga dari Tritunggal; yang pertama Allah Bapa, yang kedua Allah Anak. Seperti dua yang pertama, IA juga sepenuhnya Allah. Beberapa orang Kristen salah mengira bahwa Roh Kudus adalah suatu kuasa. Tapi Alkitab menyatakan bahwa Ia adalah sebuah pribadi -- seseorang yang dapat kita kenal.

Ia juga merupakan janji dari Bapa. Tuhan berjanji mengirimkan Roh-Nya sebagai penolong bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Sebagai Roh kebenaran (Yohanes 14:16-17), Ia bertugas mengubah kita semakin serupa dengan Yesus Kristus.

Terlebih lagi, Roh Kudus adalah hadiah bagi setiap orang Kristen. Saat diselamatkan, Ia diutus untuk hidup dalam diri setiap orang percaya, dan memeteraikan mereka sebagai anak Allah (Efesus 1:13). Kita tak harus bersusah payah berdoa, atau menunjukkan suatu prestasi untuk dapat menerima-Nya.

Jadi terus ingatkan diri Anda, bahwa di dalam diri Anda ada suatu Pribadi agung -- kado yang dijanjikan dan diberikan oleh Allah pada "ulang tahun" rohani Anda. Melalui pengenalan Roh Kudus yang lebih baik dan menaati-Nya, maka Anda akan dapat menyenagkan hati Bapa (Kolose 1:10).***


CHARLES F. STANLEY.

Selamat pagi
Tuhan memberkati.