Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Kamis, 30 September 2010

Hal Menghakimi






30 September

Firman Tuhan

Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu (Yohanes 8:7)

Dalam buku connecting, Larry Crabb menceritakan kisah berikut. Dalam sebuah acara retret bagi kaum muda bermasalah, seorang gadis berdiri menuturkan pergumulannya. Dengan bibir bergetar dan air mata meleleh membasahi pipi, ia mengaku,"Saya telah menjadi pelacur selama tiga tahun terakhir ini. Saya sangat menyesal."

Saat gadis itu masih berdiri dengan gamang, ayahnya berjalan menghampiri, lalu memeluknya dan berkata,"Saat aku melihatmu, aku tidak melihat seorang pelacur di dalam dirimu. Kamu sudah dibasuh oleh darah Kristus.Kini aku melihat putriku yang cantik."

Kisah ini bukan hanya kisah keluarga yang menyentuh hati, melainkan juga memuat pelajaran yang patut diterapkan dalam kehidupan bergereja, khususnya saat menyingkapi anggota jemaat bermasalah. Bagaimana tanggapan kita bila tahu ada saudara seiman yang jatuh ke dalam dosa? Tak jarang kejadian itu malah menjadi ajang penghakiman dan bahan gosip.

Tanggapan itu sangat ganjil kalau kita menyadari bahwa gereja adalah keluarga Allah. Orang yang jatuh dalam dosa bukan penyakit yang perlu disingkiri, melainkan saudara yang perlu diperhatikan dan ditolong. Seperti ayah gadis tadi, kita dapat belajar untuk tidak berfokus pada kesalahan yang diperbuat, tetapi pada realitas kita sebagai orang yang telah ditebus oleh Kristus dan pemilihan yang tersedia di dalam anugerah-Nya. Sikap semacam ini mengandung daya pemulihan yang manjur untuk membangkitkan kembali mereka yang jatuh. Itulah yang dilakukan Yesus terhadap perempuan.***


Selamat Siang.

Tuhan berkati.



Post By : Iffon Lestari

Selasa, 28 September 2010

Sabar-








“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Amsal 16:32.

Banyak orang berkata, “Aku cukup sabar menghadapi masalah ini”, namun ada yang berkata, “Kesabaranku ada batasnya.” Sejauh mana kita dapat mengerti arti kata sabar itu? Saat dihadapkan pada situasi yang mendesak memancing emosi kita meledak, mampukah kita bersabar? Ataukah kita langsung naik pitam dan memaki, mengumbar amarah kita?

Kesabaran adalah salah satu buah roh yang harus kita miliki. Memang tidak mudah bagi seseorang untuk menguasai dirinya dengan tetap bersabar, entah itu bersabar menghadapi suami yang kasar, atau anak-anak yang memberontak. Terlebih lagi sabar dalam menantikan janji Tuhan dalam hidup kita. Nabi Habakuk dalam penantiannya berkata, “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-pambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” (Habakuk 2:3). Menanti sesuatu yang kita harapkan terkadang menjenuhkan dan membutuhkan kesabaran, oleh sebab itu kita perlu melatih diri bagaimana menjadi orang yang sabar di segala situasi. Problem yang kita hadapi adalah salah satu ujian untuk melatih kesabaran kita. Tidak jarang kita seringkali memakai logika dari pada memakai iman. Kita masih saja mereka-reka sesuatu dengan jalan pikiran kita sendiri, hingga akhirnya mencari jalan pintas. Contoh: Saul mengalami ketakutan saat melihat tentara Filistin, lalu lari mencari pertolongan kepada arwah (baca 1 Samuel 28:4-7).

Bukankah tidak sedikit orang Kristen yang demikian? Tidak sabar menunggu pertolongan dari Tuhan, kita pun lari mencari pertolongan lain. Padahal Alkitab menegaskan: ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia.” (I Korintus 2:9). Tuhan itu Mahasanggup untuk melakukan segala sesuatu di luar apa yng kita pikirkan. Dan satu hal yang harus kita ketahui adalah bahwa di dalam kesabaran juga dibutuhkan hati yang mengasihi.

Jika kita tahu apa yang kita harapkan berharga bagi kita, tentulah kita mau bersabar menantikannya dan pastilah kita tidak akan mudah menyerah begitu saja.



Upload by: Vicky Ch Boediarto

Senin, 27 September 2010

(Amsal 22:8)

Iffon Lestari

27 September jam 5:35 Balas • Laporkan
Firman Tuhan

Orang yang menabur kecurangan akan menuari bencana (Amsal 22:8)


Seorang bapak membawa anaknya ke sebuah lembah,"Nak,coba kamu teriakan sebuah kata," ujarnya. "Untuk apa, Pak?" tanya sang anak.
"Coba saja," kata Bapak itu lagi. Sang anak menurut. Ia beranjak ke ujung lembah."Hai!" teriakya. Sejenak sepi. Tetapi tidak lama kemudian terdengar suara gema dari lembah,"Hai...hai..hai...." Begitu pula dengan setiap kata yang diteriakannya setelah itu. Kembali dengan kata yang sama. Bapak itu pun membukakan hikmat yang hendak ia ajarkan."Nak, seperti itulah hidup kita. Apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai," katanya.

Bacaan hari ini mencatat kejadian yang membuktikan tentang tabur tuai tersebut. Haman--seorang pejabat tinggi negara, sangat membenci Mordekhai--seorang pria Yahudi (Ester 3:5). Ia pun mendirikan tiang untuk menggantung Mordekhai. Lalu menyarankan kepada raja supaya mengadakan upacara penghormatan bagi orang yang telah berjasa kepada raja (ayat 7-9). Sangka Haman,dirinyalah yang akan dianugerahi kehormatan itu.Namun yang terjadi justru sebaliknya. Raja memberikan kehormatan kepada Mordekhai (ayat 10).Sedang tiang yang Haman dirikan, akhirnya justru digunakan untuk menggantung dirinya (Ester 7:10).

Menabur dan menuai adalah dua hal yang saling terkait. Tidak saja dalam dunia pertanian, tetapi juga dalam hidup sehari-hari. Ketika kita menanam benih padi yang baik, biasanya kita pun akan menuai padi yang baik. Bila kita menabur kebaikan, pada saatnya kita akan menuai kebaikan. Sebaliknya bila kita menabur keburukan, maka pada saatnya juga kita akan menuai keburukan. Seperti Haman. Dan semoga bukan seperti kita.***



Renungan Harian.


Selamat pag,. selamat beraktifitas kembali.

Tuhan memberkati kita semua.

Jadilah Bijak


Vicky Ch Boediarto



Kisah Bijak dari Tiongkok....
Seorang Guru berkumpul dgn murid-muridnya.

Lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan :

Pertanyaan ke 1.
Apa yg paling dekat dgn diri kita di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab,, "orang tua", "guru", "teman", & "kerabat"..

Yg paling dekat dgn kita adalah "kematian".

Sebab kematian adalah PASTI.

Pertanyaan ke 2.
Apa yg paling jauh dari diri kita ?
Muridnya ada yg menjawab : "Negara Amerika", "bulan", "matahari".

Yg paling benar adalah "masa lalu".

Siapa pun kita,,, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita... tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu.

Sebab itu kita harus menjaga hari ini & hari-hari yg akan datang.

Yg ke 3.
Apa yg paling besar di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjawab "gunung", "bumi" & "matahari",,

Yg paling besar dari yg ada di dunia ini adalah "nafsu"

Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya...

Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi..

Karena itu, kita hrs hati-hati dgn hawa nafsu ini

Pertanyaan ke 4.
"Apa yg paling berat di dunia ini ?"
Di antara muridnya ada yg menjawab, : "baja","besi"&"gajah"

Yg paling berat adalah "memegang amanah"

Pertanyaan yg ke 5. "Apa yg paling ringan di
dunia ini ?"

Ada yg menjawab "kapas", "angin", "debu"&"daun-daunan"

Yg paling ringan di dunia ini adalah "Meninggalkan Ibadah"

Lalu pertanyaan ke 6.
"Apakah yg paling tajam di dunia ini ?"

Muridnya menjawab dgn serentak... "PEDANG !"

Yg paling tajam adalah "lidah manusia"

Krn melalui lidah, manusia dgn mudahnya menyakiti hati,,, & melukai
perasaan.....

Semoga bermanfaat........ :)

Kamis, 23 September 2010

Kasih, Kasih n Kasih




Dimana ada pengampunan disitu banyak kasih.

Didalam kasih selalu terdapat :
1. Kesabaran.
2. Kemurahan hati.
3. Ketidak sombongan.

Memberi tidak harus mengasihi, tetapi mengasihi selalu disertai
dengan pemberian.

Kasih itu identik dengan perasaan sayang yang diberikan dengan
setulus hati dan tanpa paksaan.

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.

KASIH ITU SABAR.
Dalam Kasih ada tenggang rasa dan kemampuan untuk tahan uji terhadap situasi yang kurang menguntungkan dan terhadap sikap orang-orang yang kurang mengenakkan. Kasih itu panjang sabar.

KASIH ITU MURAH HATI.
Secara alami kasih itu bersifat ramah, murah hati, hangat, dan baik. Kasih yang murah hati dan rela menolong, simpatik dan memahami orang lain. Kasih itu penuh perhatian, lemah lembut, tenggang rasa, adil, dan bijaksana, dan hanya ingin mengusahakan kebaikan bagi orang lain. Kasih itu pemurah, menerima sesama, dan kebaikannya terpancar dalam perbuatan.

KASIH ITU TIDAK CEMBURU.
Kasih tidak iri terhadap keuntungan orang lain, dan tidak menginginkan kepunyaan sesama. Kasih Allah tidak cemburu dan tidak menolak orang lain karena apa yang dimilikinya.

KASIH TIDAK MEMEGAHKAN DIRI.
Kasih sifatnya tidak suka bermegah dan gila hormat.tidak angkuh dan tidak congkak.

KASIH TIDAK SOMBONG.
Kasih bersifat tidak tinggi hati dan penuh dengan kesombongan.

KASIH TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN.
Kasih tidak bertindak, bereaksi, berfungsi, atau melakukan perbuatan yang tidak patut, tidak terpuji, atau yang bertentangan dengan apa yang benar.

KASIH TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI.
Kasih tidak suka menuntut bagi dirinya sendiri.

KASIH TIDAK PEMARAH.
Kasih sifatnya tidak mudah terpengaruh atau terpancing untuk menjadi marah dan mendendam.

KASIH TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN.
Kasih itu setia, tidak menghakimi atau merancangkan hal-hal yang menyebabkan atau mendatangkan malapetaka, penderitaan, kesukaran, atau yang sejenisnya. Kasih Allah tidak merancangkan kejahatan.

KASIH TIDAK BERSUKACITA KARENA KETIDAKADILAN.
Kasih akan bersukacita ketika apa yang benar, ketulusan, kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran dinyatakan.

KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU.
Kasih sanggup untuk bertahan dalam tekanan dan kesukaran. Karena Allah adalah kasih, Ia mendukung dan menopang Pribadi-Nya ketika segala sesuatu diletakkan atas diri-Nya. Kasih akan melindungi, menaungi, dan menjaga dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan sesamanya. Kasih mampu menahan diri, tenggang rasa, dan sabar dalam segala keadaan.

KASIH PERCAYA SEGALA SESUATU.
Kasih akan mempercayai sesama, melihat kebaikan dari semua orang (tanpa mengecam atau mencari-cari kesalahan).

KASIH MENGHARAPKAN SEGALA SESUATU.
Kasih mempunyai harapan, walaupun keadaan tidak memungkinkan sekalipun, dengan kepercayaan dan pengharapan akan penggenapan dari apa yang telah dijanjikan.

KASIH SABAR MENANGGUNG SEGALA SESUATU.
Kasih dapat menyebabkan seseorang terus bertahan, sekalipun dalam kesukaran.

KASIH TIDAK BERKESUDAHAN.
Kasih yang sempurna tidak pernah gagal karena waktu atau tidak berdaya. Kasih tidak pernah mengecewakan atau tidak bisa dipercaya. Seperti kasih dari Allah adalah kekal dan tidak berkesudahan.

Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Selamat mengasihi !

Senin, 20 September 2010


Vicky Ch Boediarto
20 September jam 15:14 Balas


Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.” Mazmur 103:15-16.

Jika kita merenungkan besarnya kasih Tuhan dalam hidup kita, sungguh sebenarnya kita ini tidak layak untuk menerimanya karena besarnya dosa yang telah kita perbuat dan seringnya kita memberontak dari jalan-jalanNya. Terlebih di saat kita sedang berjaya, sukses, segala sesuatu tersedia, seakan kita tidak butuh Tuhan sehingga kita pun sering lupa pada Si Sumber berkat tersebut.

Sesungguhnya di mata Tuhan kita ini tidak ubahnya seperti rumput yang sebentar tampak hijau dan indah, namun sebentar lagi akan layu dan kering. FirmanNya berkata, “Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.” (Mazmur 144:4).

Kesuksesan dan kekayaan yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara, sebentar saja bisa lenyap. Apa yang bisa kita banggakan? Siapakah kita ini sehingga harus bermegah dalam kekuatan, kepandaian, dan kekayaan kita? Tuhan Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15;5). Jadi, kita ini hanyalah ranting-ranting yang sangat bergantung pada pokok anggur. Ranting tidak dapat berbuah jika tidak tinggal pada pokok anggur itu. Oleh karenanya tidak patut bagi kita untuk menyombongkan diri dengan prestasi yang kita raih, harta yang berlimpah, gelar yang kita miliki, sebab semuanya tidak berarti apa-apa di pemandangan Tuhan, sebab “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (ISamuel 16:7b). Hati yang tulus adalah tempat yang tepat untuk Roh Kudus tinggal, sebab dari situlah terpancar kehidupan. Jika kita dapat menjaga hati untuk tetap taat dan setia pada perintahNya, kita akan merasakan betapa tidak berartinya hidup ini tanpa Tuhan.

Kita harus sadar bahwa hidup kita ini sangat ditentukan oleh perkataan dan kuasa Tuhan semata; Dia yang meninggikan dan merendahkan juga. Jadi, di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Karena itu jangan sekali-kali kita menyombongkan diri!

Jumat, 10 September 2010

Kata Mutiara

Kata Mutiara


Renungan Hari Ini...

"coba lihat lebih dalam pada kata-kata ini.
mereka masing-masing memiliki arti yang
begitu dalam dari pengalaman hidup orang-orang
tertentu...manjadikannya sebagai pembimbing dan motifasi hidup kita..."

"All Mazmur"

KATA-KATA MUTIARA DARI TOKOH DUNIA
============ ========= ========= =====

. Semua yang dimulai dengan rasa marah,
akan berakhir dengan rasa malu.

( Benjamin Franklin )


. Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu,
melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu.

( Hugh Downs )


. Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak,
dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi.

( Jawaharlal Nehru )


. Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan,
tetapi hebat dalam tindakan.

( Confusius )


. Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan
ialah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini.

(Samuel Taylor Coleridge )


. Kesalahan terbesar yang bisa dibuat oleh manusia
di dalam kehidupannya adalah terus-menerus mempunyai
rasa takut bahwa mereka akan membuat kesalahan.

( Elbert Hubbard )


. Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal,
tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.

( Confusius )


. Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan,
selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.

( Alexander Pope )


. Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu,
mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar
dan saat rezeki melimpah.

( Kahlil Gibran )


. Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini
adalah penakut dan bimbang.
Teman yang paling setia,
hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh.

( Andrew Jackson )


. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki,
tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai.

( Schopenhauer )


. Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudera yang tenang,
tapi ia akan dilahirkan dari samudera yang penuh terpaan badai,
gelombang dan topan

( D Farhan Aulawi ).





Post at: http://winksite.mobi




Life is rhythm tone that will not stop saying .... every note is heard always broadcast the song of life ... sad, difficult, joyful, laughing, spirit .. and all her feelings are always played ... until each of his strings broke ... as much as possible he will remain until discharged her age reads ... ..

By: Patrick Heart-

Selasa, 07 September 2010

Orang Kristen Pohon Kurma

Lukas 6:43-45; Mazmur 92:13-15

“Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur” (Lukas 6:44).
Jadilah orang Kristen pohon kurma. Mengapa?
Dalam Kel. 15:27 dikatakan, “Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh POHON KURMA, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.” Pikirkan, betapa menyenangkan melihat segerombolan pohon kurma bagi para pelancong di padang gurun. Sebab pohon ini tidak hanya memberikan tempat yang teduh, tetapi juga air, sebab pohon ini tumbuh di mana ada air. Pemazmur juga menyatakan bahwa pohon ini masih saja berbuah pada masa tua, “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (Mzm. 92:13-15). Pohon ini tidak pernah “pensiun”. Banyak dari kita yang ingin cepat-cepat pensiun ? berhenti dari segala aktivitas pelayanan atau tidak lagi menghasilkan buah bagi Tuhan. Mungkin kita berpikir bahwa sudah saatnya kita membeli sebuah vila kecil di tepi danau yang indah. Di sana kita akan merajut dan bersantai sampai ajal menjemput. Ini bukan tipe orang Kristen pohon Kurma. KITA HARUS TETAP BERBUAH DAN BERKARYA BAGI KRISTUS SAMPAI TUHAN MEMANGGIL KITA. Kitab Wahyu menyebutkan bahwa Kurma adalah gambaran kemenangan, “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem [atau kurma] di tangan mereka” (Why. 7:9).
Orang-orang yang memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem adalah orang-orang yang telah lulus dari kesengsaraan. Dan kini mereka berdiri di hadapan Tuhan dengan daun palem di tangan.
Saudara, marilah kita menjadi orang Kristen yang berkemenangan dan berbuah lebat sampai tua seperti pohon kurma atau palem. Jangan malas, atau Allah akan datang dengan membawa kapak dan akan merobohkan pohon yang tidak berbuah. Jangan berpikir untuk pensiun melayani Tuhan.

Renungan:
Sebagai orang percaya kita semua adalah pohon yang ditanam. Ada pohon yang tidak menghasilkan buah, ada yang menghasilkan buah tapi busuk, tetapi ada juga yang menghasilkan buah yang baik. Anda mau pilih yang mana?

Pohon yang baik dengan buah yang baik pula akan memberikan kepuasan kepada majikannya.


post by: http://www.bethanychurchsydney.org.au

Senin, 06 September 2010

http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

"To Day"

 
06 September jam 10:04
 
“Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal namaKu.” Mazmur 91:14

Sering orang Kristen mempertanyakan janji-janji firman Tuhan dalam kehidupan ini. Mereka mengeluh mengapa janji Tuhan belum juga dapat dinikmati.

Sesungguhnya, kepada siapakah janji-janji Tuhan itu ditujukan? Yaitu kepada “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: ’Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercaya.’” (Mazmur 91:1-2). Tempat perlindungan itu ialah Tuhan Yesus dan firmanNya: maksudnya kita harus tinggal dalam Kristus dan di dalam firmanNya (baca Yohanes 15:7). Bila kita tidak mau tinggal di dalam firmanNya kita akan banyak menjumpai banyak kesulitan. Banyak orang Kristen mencoba-coba hidup di luar firmanNya dan berfikir suatu saat kelak masih ada kesempatan kembali bertobat. Tetapi, seringkali masalah sudah datang terlebih dahulu sebelum kita sempat kembali dan tinggal dalam ‘tempat perlindungan’ tadi; maka bertanya-tanyalah kita mengapa itu terjadi, mengapa Tuhan ijinkan, bukankah Tuhan berjanji akan melindungi kita di bawah kepakNya dan kesetiaanNya seperti perisai dan pagar tembok.

Marilah memeriksa diri apakah kita sudah ‘tinggal’ di dalam Dia dan firmanNya di ‘dalam’ kita. Bila kita tidak tinggal dalam ‘daerah perlindunganNya’ (firmanNya), ketika masalah terjadi secara bertubi-tubi menyerang kehidupan kita bukanlah Tuhan yang ingkar janji, karena apabila kita berjalan di jalur Tuhan dan melakukan kehendakNya, persoalan boleh saja datang, tetapi Tuhan pasti turut campur tangan dan membela kita. Dia berkata, “Bila ia berseru kepadaKu, aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” (Mazmur 91:15). Jika kita tinggal di luar perlindunganNya dan firmanNya itulah kesukaan kuasa jahat dan sasaran empuknya. Iblis akan berusaha mengganggu kita dengan berbagai masalah, sebab iblis tahu bahwa kita akan kalah. Orang yang berbeda di luar ‘benteng perlindunganNya’ mudah terkena serangan musuh, sebab “…si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa dan mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8).

Untuk beroleh pemeliharaan dan perlindunganNya kita harus karib dengan Tuhan dan hidup dalam ketaatan!

Rabu, 01 September 2010

Pengampunan yang Melimpah

SELASA, 31 AGUSTUS 2010

Pengampunan yang Melimpah

Mazmur 32:1
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 3; Matius 3; 1 Raja-Raja 19-20

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sensitif di abad ke delapan belas yang bergabung dalam ketentaraan Inggris. Ia terlihat begitu semangat ketika menjalani latihan pertama kali. Setiap instruksi pelatih, ia lakukan dengan penuh semangat. Hingga tibalah waktu latihan dengan menggunakan senjata api.

Ia mulai gelisah begitu melihat satu per satu rekannya mulai menembakkan senjata ke target yang telah ditentukan oleh atasannya. Belum sampai waktunya untuk maju, anak laki-laki ini kabur dari kesatuan tanpa ada pemberitahuan kepada atasannya.

Bertahun-tahun kemudian ia menjadi seorang astronom besar, bahkan menemukan sebuah planet. Tanpa disangka-sangka, Raja George mengirimkan surat undangan datang ke Istana kepada anak laki-laki yang telah bertumbuh menjadi seorang pria gagah ini. Ia pun memenuhi undangan raja dengan perasaan takut mengingat ia pernah kabur dari kemiliteran.

Dalam pikiran pria ini adalah ia akan mendapat hukuman dari raja karena perbuatannya di masa lalu. Namun, perkiraannya salah. Saat Raja George tiba dan bertemu dengannya, ia diperlakukan dengan sangat hangat. Tak ada kesan bahwa raja marah kepadanya. Bahkan, sebelum raja berpisah dengannya, ia diberikan sebuah amplop dimana di dalamnya berisi mengenai pengampunan kerajaan kepadanya dan pengangkatan dirinya sebagai anggota rumah tangga kerajaan.

Inilah yang Allah janjikan juga pada setiap manusia di bumi bahwa Dia memberikan pengampunan kepada kita yang mau mengakui dosa-dosa kita di hadapan-Nya. Dia melakukannya bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, tetapi karena Dia sangatlah mengasihi kita.

Maukah Anda menerima anugerah pengampunan-Nya yang melimpah ini? Anugerah yang tidak akan dapat dinikmati apabila Tuhan Yesus telah datang kembali ke muka bumi. Oleh karenanya, sebelum semua terlambat, ambillah kesempatan ini sekarang juga !

Sebesar apapun dosa yang Anda perbuat, ketika Anda mau mengakuinya dan mau bertobat maka pengampunan Allah tersedia bagi Anda.

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia