Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Selasa, 29 November 2011

Hal Mengerti Kehendak Tuhan

“Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari TauratMu.” Mazmur 119:18


Masalah dan situasi-situasi sulit mungkin diijinkan Tuhan dengan tujuan untuk melatih iman kita. Dia ingin mendewasakan kita. Tuhan tidak pernah salah atas setiap tindakanNya karena Dia tahu sejauh mana kekuatan dan kemampuan kita. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13). Oleh karenanya milikilah hati yang dapat menanggapi dengan benar setiap pencobaan yang sedang kita alami. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dan membiarkan kita! Mari camkan itu. Selalu ada rencanaNya yang indah.

Kembali kepada burung rajawali, ia memiliki pandangan mata yang sangat tajam. Ia bisa melihat kearah depan dan samping pada waktu yang besamaan. Rajawali bisa melihat ikan dalam air meski dari jarak yang sangat jauh saat ia sedang terbang melayang tinggi. Rajawali benar-benar memiliki ketajaman yang luar biasa dalam melihat. Memiliki ketajaman dalam hal melihat adalah kerinduan Tuhan bagi anak-anakNya. Mata yang tajam akan melihat kehendak Tuhan sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang benar dan mana yang tidak benar seperti tertulis: “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:17). Mata yang tajam pasti dapat melihat setiap kesempatan yang ada dan menggunakannya sebaik mungkin. Apalagi menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat ini, bukan waktunya untuk santai atau bermalas-malasan lagi, sebaliknya “…perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5;15-16).

Jadi kita butuh mata setajam rajawali yang bisa mencermati dan melihat keadaan sekitar. Kita juga harus menggunakan mata kita untuk melihat hal-hal yang baik, karena mata kita adalah jendela hati kita; apa yang kita lihat akan mempengaruhi keadaan hati kita.

Mata rohani yang tajam pasti dapat mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup ini.

selamat malam. selamat beristirahat.
GOD BLESS

Jumat, 26 Agustus 2011

KARUNIA TUHAN

Firman Tuhan
(1 Petrus 4:8-110)



Sebagai orang Kristen, kita semua diperintahkan untuk melayani. Namun Tuhan juga memberikan ke beberapa orang karunia untuk melayani. Gaya hidup orang percaya hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan orang lain dan berfungsi sebagai teladan didalam Tubuh Kristus. Beberapa tanda yang dapat dikenali mengikuti karunia melayani ini.

Kepekaan atas kebutuhan-kebutuhan praktis dan keinginan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini merupakan dua karakter istimewa dari orang percaya yang mempunyai karunia melayani ini. Mereka inilah orang-orang pertama yang memberikan respon - Roh Kudus akan membentuk mereka untuk menjadi orang-orang yang dapat mengatasi kekuatiran mereka pribadi, sehingga mereka akan maju terus walau yang lain berhenti, dan membuat mereka enggan untuk berkata tidak. Mereka terikat untuk melayani secara rohani, mereka akan merasa berat untuk membiarkan setiap kebutuhan tidak terjawab. Ini akan membawa sukacita pada mereka untuk memikul banyak tanggung jawab sehingga mereka dapat membebaskan orang lain untuk meraih tujuan hidupnya.

Jika kita memiliki karunia ini, kita akan secara aktif mencari jalan untuk menolong orang lain. Menjadi ramah adalah hal yang biasa, namun membuat orang menjadi merasa dipedulikan adalah hal yang lain. Mengingat makanan kesukaan atau tanggal istimewa dapat diartikan bahwa kita menganggap orang lain penting. Karena kita adalah duta dan utusan Tuhan, maka perhatian kita hendaknya menunjukkan bahwa Allah memperhatikan mereka.

Membuat suatu perbedaan penting bagi orang percaya, sehingga mereka cenderung untuk meminta jawaban dan menyukai rencana jangka pendek yang memperhatikan seberapa kemajuan yang telah dihasilkan. Bahkan, ketika mereka merasa tidak mampu dengan tugas yang diberikan oleh Tuhan, mereka akan memacu diri untuk dapat melalui semua kelemahan yang ada agar menjadi berhasil.

Sebuah kesempatan pelayanan dapat dikenali dari karya Roh Kudus yang telah nampak dalam hidupnya. Bagi siapa yang senang melayani,"tugas" seperti itu tentu menjadi kepuasan yang dalam. Apakah karakter semacam ini juga kita miliki?***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Senin, 11 Juli 2011

BERTAHANLAH DAN TETAP SETIA

Pengkotbah 7:10 Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.

Tanpa disadari mungkin kita pernah mengucapkan apa yang tertulis pada ayat diatas, mungkin kita pernah berkata “kehidupan dulu lebih baik dan lebih enak dari saat ini”.

Ketika berkomitmen untuk ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh maka cara hidup kita tidak sama lagi dengan kehidupan sebelumnya. Kehidupan pasti semakin sulit karena tidak boleh lagi melakukan cara-cara yang Tuhan tidak inginkan. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari orang dunia saja berkata “mencari uang haram saja sulit, apalagi mencari yang halal”, lalu bagaimana dengan kita? Bukankah kita akan akan melakukannya dengan lebih sulit lagi? Ya, kita pasti akan memenuhi kehidupan kita jauh lebih sulit karena cara-cara yang halal menurut dunia saja belum tentu sesuai dengan firman Tuhan. Contohnya begini, menurut dunia berusaha memperoleh rezeki nomplok dengan membeli kupon-kupon undian bukanlah sesuatu yang haram karena tidak merugikan dan menyakiti orang lain, tetapi menurut iman percaya Kristen hal itu tidak seturut dengan firman Tuhan karena orang yang demikian adalah pemalas. Dan firman Tuhan katakan orang yang malas janganlah makan.

II Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Itulah sebabnya jangan heran jika ada orang Kristen berkata “dulu lebih enak dan lebih baik dari sekarang” karena dulu mereka tidak dihalang-halangi mencari kebutuhan hidup dengan cara apapun. “Tipu-tipu sedikit tidak apalah..., namanya juga bisnis,..mana ada bisnis yang jujur?” Pebisnis dunia yang paling jujur akan berkat demikian, namun bagi anak Tuhan tipu kecil dan tipu besar adalah sama-sama dosa dan hal itu tidak boleh dilakukan. Kehidupan yang amat sulit bukan? Itulah sebabnya ada anak Tuhan yang kembali ke kehidupan dunia. Menghadapi situasi yang sulit membuat banyak anak Tuhan kembali ke Mesir (dunia) dan hidup dalam cara-cara Mesir (dunia).

Hal yang sama pernah dialami oleh umat Israel. Ketika menghadapi kesulitan hidup mereka bersungut-sungut kepada Musa dan mereka ingin kembali ke Mesir. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah.

Keluaran 16:3 dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."

Ayat ini menunjukkan bahwa orang Israel lebih suka jadi budak Mesir dari pada merdeka namun hidup dalam kesulitan. Hal yang demikian banyak dialami oleh orang Kristen. Ada orang Kristen yang lebih memilih menjadi Kristen yang biasa-biasa saja dan menjadi budak dosa dari pada menjadi Kristen yang sungguh-sungguh karena takut mengalami kesulitan hidup. Mereka beranggapan bahwa menjadi orang Kristen biasa-biasa saja lebih mudah karena masih boleh melakukan cara-cara dunia sementara kalau menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh tidak boleh ini dan tidak boleh itu, serba sulit karena banyak larangan.

Saudaraku, satu hal jangan kita lupa bahwa bagi Tuhan tidak ada Kristen yang abu-abu. Tuhan hanya menginginkan setiap umatnya menjadi umat yang sungguh-sungguh. Benar bahwa ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita menerima keselamatan, namun jangan lupa bahwa dalam mengikut Tuhan menerima keselamatan saja tidak cukup. Kita harus mengerjakan keselamatan itu agar nama kita tidak dihapus dari kitab kehidupan.

Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Oleh sebab itu, bagi saudara yang sudah sungguh-sungguh dalam Tuhan, jangan pernah menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup. Jangan pernah berkata “dahulu lebih baik dari saat ini” karena jika kita mundur maka Tuhan tidak lagi berkenan. Itu tertera pada ayat dibawah ini.

Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

Mari berdiri teguh di dalam Tuhan, apapun kesulitan yang sedang kita hadapi mari tetap setia kepada Tuhan karena besar upah yang menanti.

Ibrani 10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.


Sumber: RK

SELAMAT SIANG.
TUHAN MEMBERKATI.

Posting : Yohana Lina Susanti

Senin, 20 Juni 2011

Memenangkan Peperangan

Firman Tuhan
(Matius 26:36-46)



Jika kita ingin mengalami kemenangan atas konflik atau keputusan sulit yang sedang kita hadapi, maka kita perlu melihat bagaimana Yesus berjuang dan menang dalam setiap peperangan. Sebelum IA naik ke kayu salib, Yesus harus menghadapi pertempuran sangat keras di Taman Getsemani. IA bergumul dengan Bapa akan jalan yang akan IA tempuh. Bagi Yesus, kesadaran akan besarnya beban umat manusia yang akan IA pikul dan kenyataan bahwa IA akan terpisah dari Bapa sungguh mengoyak hati-Nya. Di tempat IA biasa berdoa (Lukas 22:39), Yesus menyendiri dan sujud di hadapan Bapa sambil mencurahkan jeritan hati-Nya. Tapi saat IA meninggalkan taman itu, IA melangkah sebagai pemenang. IA akan tetap meminum cawan penderitaan dan mengalami keterpisahan itu, namun IA tahu, bahwa pada akhirnya IA akan berjaya (Ibrani 12:2).

Contoh dari Yesus ini menunjukkan pada kita bahwa kunci menuju hidup berkemenangan adalah sujud bertelut di hadapan Bapa -- kita datang pada-Nya dan memasrahkan diri pada kehendak-Nya. Menanyakan pendapat sesama orang percaya memang penting, tapi kita tak dapat sepenuhnya mengandalkan hal ini. Jika kita tidak secara pribadi bergumul dengan Tuhan hingga kita mendapatkan jawabannya, maka kita tak akan pernah tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Bila kita secara teratur meluangkan waktu bersama Bapa, maka kita akan mampu mengenali kehendak-Nya saat diperhadapkan pada pilihan yang sulit dan beresiko besar. Jika kita berseru sepenuhnya kepada-Nya, maka kita sedang menerahkan segala resiko keputusan kita itu ke tangan Allah yang maha tahu, maha kasih, maha kuasa dan berdaulat ats segalanya baik dulu, sekarang, hingga yang akan datang.***


Selamat malam
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Sabtu, 18 Juni 2011

Ketika Banjir Datang

Matius 7:25

“Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 141; Yohanes 1; 2 Samuel 9-10

Suatuhari ketika mengikuti arung jeram, pemandu yang menemani kami selama mengarungi sungai sempat bercerita mengenai apa yang terjadi setiap banjir besar melanda sungai tersebut. Setiap kali banjir besar melanda, keadaan sungai sampai lekuk-lekuknya bisa berubah drastis dalam semalam. Hal ini membuat para pemandu harus menyusuri sungai sekali lagi untuk mengetahui perubahan yang sedang terjadi. Jika tidak, mereka akan mengalami kesulitan ketika harus memandu peserta yang akan mengarungi sungai setelah banjir terjadi.

Dalam mengarungi sungai kehidupan ini, ada kalanya “banjir besar” melanda hidup kita. Hal itu bisa berupa masalah keuangan, PHK, kematian orang-orang yang kita sayangi, kegagalan dalam pelayanan, atau anggota keluarga kita yang terlibat tindak kriminal. Keadaan tersebut dapat mengubah banyak hal dalam hidup kita: menjadi lebih baik atau hancur, semakin mengenal Tuhan atau meninggalkan, memperkuat karakter atau melemahkan karakter, membuat nama Tuhan dimuliakan atau membuat nama Tuhan dilecehkan karena respon kita terhadap hal-hal tersebut.

“Banjir besar” atau masalah-masalah dalam hidup kita menjadi penguji seperti apa kualitas hidup kita, dan seberapa kuat pondasi kehidupan kita tertanam. Hanya ketika kita belajar untuk mendengar, memahami, dan melakukan firman, maka hidup kita ibarat rumah yang didirikan di atas batu karang, permasalahan atau pergumulan hidup tidak akan merobohkan atau menghancurkan hidup kita. Malah lekuk-lekuk karakter, iman, dan pengharapan yang makin teguh dapat disaksikan oleh orang lain karena pekerjaan Allah yang dahsyat dalam hidup kita. Jadi, hadapilah dan jalanilah apa pun yang sedang terjadi, sebab Allah menyertai kita.

Hari ini, sementara kita menyediakan waktu untuk bersekutu secara pribadi melalui doa, membaca dan merenungkan firman Tuhan, yakinilah bahwa pondasi hidup kita sedang semakin dikokohkan oleh Tuhan. Dialah Sumber kekuatan dan pertolongan kita yang sejati. Hidup kita tidak akan mudah digoyahkan oleh permasalahan dan tekanan hidup. Jadilah kuat, dalam kasih karunia Tuhan.

Allah adalah pemandu yang terbaik dalam hidup kita, oleh karenanya dengarkanlah Dia!

SELAMAT PAGI
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti

Jumat, 17 Juni 2011

Strategi Iblis

Firman Tuhan
(2 Korintus 10:3-5)



Strategi iblis untuk menjatuhkan orang-orang percaya selalu sama, yaitu dengan tipu daya. Kita belajar dari 2 Korintus 11:14 bahwa setan seringkali "menyamar sebagai malaikat terang." Bahkan Yesus pun menyebutnya sebagai "bapa segala dusta" (Yohanes 8:44). Senjata terbaik bagi kita untuk melawan tipu daya iblis adalah kebenaran. Itulah yang menjadi andalan Paulus dalam bacaan kita pagi ini.

Salah satu tipu dayanya yang kuno, tetapi selalu berhasil dilakukannya adalah lewat godaan yang dapat membuat kita ragu-ragu akan kebenaran Firman Tuhan dan karakterr Allah yang penuh kasih. Bila ia berhasil dengan jebakan itu, kita tidak ubahnya seperti seorang prajurit yang menyerah begitu saja tatkala musuh datang mendekat. Anda akan dipukul KO berulang-ulang dan jika Anda membiarkan semua keraguan ini menyerang Anda terus, berarti Anda telah memberika pijakan kaki kepada setan, yang akhirnya akan melemahkan dan menghancurkan Anda ke dalam jurang kehancuran yang lebih besar lagi.

Rancangan iblis yang lain adalah mengalihkan perhatian kita, yakni menjauhkan pikiran kita dari apa yang paling penting pada saat tertentu, dengan membuat kita begitu sibuk sehingga kita kehilangan fokus. Setan jarang sekali menggunakan hal-hal yang jelas berdosa atau keterlaluan untuk mengalihkan perhatina kita dari Kristus. Ia suka memakai hal-hal yang baik untuk secara licik membangun tembok "gangguan" di sekitar kita, sehingga sedikit demi sedikit kita tidak peka lagi mendengarkan suara Allah.

Oleh sebab itu mintalah agar Roh Kudus selalu memberitahukan kepada Anda area mana saja di dalam hidup Anda yang mudah terserang tipu daya si jahat. Paulus mengajak kita memakai strategi yang dia sudah terapkan, yaitu dengan perlengapan senjata Allah dan mengenali Firman-Nya dengan benar. Selamat mencoba.***


DR. CHARLES F. STANLEY

Selamat pagi.
Tuhan memberkati

Rabu, 15 Juni 2011

Jangan Menyerah

Firman Tuhan
(Efesus 6:10-18)



Setiap saat sesungguhnya kita berada di kancah peperangan rohani. Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa musuh kita sungguh ada dan nyata. Namun melalui Kristus, kita memiliki kuasa dan perlengkapan untuk menghadapinya dengan efektfs. Paulus menguraikannya di dalam bacaan kita hari ini, oleh sebab itu kita perlu mengenali perlengkapan yang Dia sediakan dengan tepat.

Alkitab menyatakan bahwa musuh kita itu adalah mentan malaikat yang jatuh karena menantang Allah dan kerajaan-Nya. Karena itu kita tidak boleh menyepelekan kemampuannya. Itu sebabnya Yesus memberikan kepada para murid-Nya otoritas untuk melawan mereka (Lukas 10:17-20), hal itupun berlaku bagi kita. 1 Yohanes 4:4 berkata bahwa melalui Roh Kudus kita telah mengalahkan musuh,"sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."

Meski setan tidak dapat menguasai jiwa kita, ia selalu berusaha membuat kita tidak berdaya. Ketika kita menyerah dan jatuh dalam pencobaan, ia pasti akan segera berkata,"Engkau adalah orang berdosa yang lemah dan tidak layak. Engkau tidak dapat melayani Allah dengan sungguh-sungguh dan lain sebagainya."

Bila kita percaya akan dakwaan seperti itu, dan tidak mau lagi mendengarkan dan kembali kepada kebenaran, maka kita pasti kalah. Pastikanlah kita tidak melupakan identitas kita di dalam Kristus. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa kita dapat melawan iblis (Yakobus 4:7). Jadi, katakanlah kepada setan, "Aku menolak hal itu! itu berasal darimu, dan Aku mengusirmu dalam nama Yesus. Aku menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus."
(2 Korintus 10:5). Ketahuilah kita memiliki otoritas itu. Lakukanlah dan lawanlah iblis.***



Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Sabtu, 11 Juni 2011

Doa Orang Benar

Firman Tuhan
(Yakobus 5:13-18)


Bacaan sore ini menjamin kita bahwa "doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya"(ayat 16). Bapa kita di surga dengan anugerah-Nya ingin melibatkan doa kita dalam menjalankan rencana-Nya (2 Raja-raja 20:1-6).
Tetapi bayangkanlah misalnya teman kita sedang mengalami sakit parah, dan sebenarnya Allah sudah tahu apa yang akan terjadi padanya. Yang menjadi pertanyaan adalah: Mengapa kita tetap perlu mendoakan dia apabila Allah sudah tahu akhir ceritanya?

Jawabannya adalah sebagai berikut: Ketika anda berdoa, sesungguhnya Dia sedang bekerja di dalam hati Anda sedemikian rupa sehingga apapun yang akan Dia lakukan, Anda akan selaras dengan kehendak-Nya. Melalui doa itu, Allah melibatkan Anda di dalam karya-Nya; sementara iman Anda akan dikuatkan dan kasih Anda kepada-Nya ditambahkan, sampai Dia dimuliakan. Namun seandainya Allah pada akhirnya memanggil pulang teman Anda itu, Dia juga akan mempersiapkan Anda untuk menerima kehendak-Nya itu dengan hati yang lapang.

Tak ada petani yang dapat mengendalikan hasil ladangnya, bukan? Ia memang dapat menggarap tanah dan menanam benih dengan cara yang terbaik, namun Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan. Tentu saja Allah dapat memberikan tuaian tanpa bantuan manusia, tetapi IA tidak ingin ada petani yang duduk santai di rumah tanpa mengerjakan apa-apa. Demikian juga dengan Bapa kita di surga, IA memilih untuk bekerja sama dengan kita. Dia ingin melibatkan kita dalam segala rencan-Nya melalui doa-doa yang kita panjatkan.***



By. CHARLES F. STANLEY

Selamat Sore
Tuhan memberkati.

Kamis, 09 Juni 2011

Jangan Bunuh Diri

黄秋婵

Firman Tuhan
(Mazmur 13;18:28)



Kita sering tidak sadar bahwa banyak orang di sekitar kita termasuk orang Kristen saat ini tengah bergumul dengan pergumulan yang berat. Mintalah agar Allah membuat kita menjadi sensitif terhadap orang yang seperti itu. Jika ada yang berkata,"Aku merasa hidup ini tidak berarti lagi," sadarilah bahwa itu sesungguhnya adalah jeritan minta tolong kepada kita. Bagi orang itu, mungkin kita satu-satunya yang dapat dijadikan tempat curahan hati. Dengarkanlah dengan penuh kasih, karena kasih yang sejati adalah obat yang paling manjur untuk dapat menolong mereka.

Banyak orang bertanya apakah Allah akan mengampuni orang yang melakukan bunuh diri. Ketahuilah Yesus telah menanggung dosa kita di salib, dan anugerah-Nya menutupi semua dosa termasuk yang paling buruk sekalipun. Namun hal itu tidak dapat kita jadikan alasan untuk meninggalkan dunia ini dengan cara kita. Bunuh diri tetaplah pelanggaran terhadap kehendak Allah. Dia menciptakan tiap-tiap kita untuk tujuan yang besar, dan kita telah ditebus dengan harga yang mahal! (1 Korintus 6:19-20).
Dia tidak pernah mengabaikan orang yang berseru kepada-Nya.

Dia pasti akan menolong kita jika kita mengijinkan-Nya! Bila kita tunduk kepada-Nya, Dia akan mengangkat kita dari lubang kehancuran itu dan memberikan kita rasa aman, seberapapun dalamnya kita jatuh atau seberapapun kuatnya keinginan buruk itu mempengaruhi kita (Mazmur 40:2). Dia adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita,"penolong dalam kesesakan sangat terbukti" (Mazmur 46:2). Jangan berpikir untuk melakukan bunuh diri, sebab kuasa dan kasih-Nya yang mengagumkan PASTI dapat mengubahkan kehidupan kita.***



Selamat pagi
Tuhan memberkati

Selasa, 07 Juni 2011

KUASA DOA

Firman Tuhan
(Matius 7:7-11)



Doa merupakan hak istimewa bagi setiap orang percaya.
Hari ini kita akan belajar mengenai kuasa yang akan kita peroleh bila kita berdoa. Allah yang maha kuasa, yang bagi-Nya tidak ada yang mustahil, mendengar setiap permohonan kita. Ketika kita masuk ke dalam hadirat Bapa, sesungguhnya kita sedang masuk ke dalam kuasa terbesar di jagat raya ini. Dengan kuasa-Nya itu Dia sanggup memberikan kita apapun yang kita minta, meskipun IA tidak melakukan seperti itu. Ingat, IA selalu bekerja menurut waktu dan kehendak-Nya. IA bisa berkata, tunggu atau tidak, dan itu selalu baik bagi kita.

Firman Tuhan yang kita baca pagi ini memberikan perbandingan antara bapa di dunia dengan Bapa surgawi. Jika bapa di dunia yang penuh kekurangan dan sangat terbatas saja dapat memberikan hal-hal yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa surgawi yang maha kuasa dan tahu segalanya, Dia tentu akan memberikan karunia yang luar biasa kepada kita anak-anak-Nya asal itu sesuai dengan kehendak-Nya.

Merupakan pengalaman yang mengagumkan bila kita menerima apa yang kita minta dari Bapa yang kudus dan mahakuasa serta penuh kasih tu. Allah tidak pernah memberikan kita jawaban doa yang berlebihan atas doa-doa kita. Melalui doa IA rindu kita membangun keintiman dengan-Nya, sehingga kita dapat terus bergantung pada-Nya.

Bila keinginan kita berpadanan dengan kehendak Bapa, dan kita selalu merindukan hadirat-Nya, maka waktu doa kita akan menjadi efektif dan penuh kuasa. Kita bisa mendapat apa saja sebagai jawaban doa, namun keuntungan yang lebih besar dari doa adalah, kita dapat berhubungan langsung dengan Dia yang menyediakan segala keperluan kita.***



Selamat Petang
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Senin, 06 Juni 2011

Proses Disiplin ILAHI

Firman Tuhan
(Ibrani 12:5-11)



Bagaimana Bapa Surgawi yang penuh kasih mendisiplin anak-anak-Nya? Sangat sederhana, dengan memberikan tindakan koreksi untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang kudus. Kita tidak dilahirkan dalam keadaan kudus, namun sebagai orang percaya, kita dibentuk untuk menjadi serupa dengan gambaran Allah. Itulah sebabnya Bapa melatih kita untuk mengenali sifat-sifat yang bertentangan dengan karakter-Nya, lalu dengan sabar Ia membersihkan semuanya itu dari hidup kita. Kadangkala, proses pembersihan ini harus terjadi akibat dari dosa kita sendiri.

Tentu saja tidak ada orang yang suka mendapat disiplin. Demikian juga Allah tidak mengharapkan agar kita mendapatkan itu dari-Nya. Itulah sebabnya rasul Paulus mengingatkan kita untuk tidak menganggap enteng didikan Tuhan. Bila tangan Bapa melakukan tindakan koreksi pada area tertentu di dalam hidup kita, kita perlu mengakuinya dan bersedia untuk diubahkan agar kita menjadi dewasa di dalam iman. memang kita sudah menjadi tawar hati, namun Paulus memberika suatu kebenaran yang sederhana untuk membesarkan hati kita:"Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya"(ayat 6).

Pada waktu kita bimbang dan berdosa, Dia yang adalah Bapa kita yang penuh kasih, selalu menghendaki kebaikan boleh terjadi bagi kita anak-anak-Nya. Jadi wajar saja kalau Dia mengoreksi sebagaimana seharusnya dilakukan oleh orangtua yang baik. Seorang bapa di dunia tidak ingin anaknya mejadi anak yang kasar, suka memberontak dan menjadi benalu bagi orang lain. karena itu IA mendisiplin anaknya, itu dilakukan oleh karena kasihnya. Demikian juga, Bapa kita di surga menghendaki yang terbaik bagi kita. Disiplin menciptakan keinginan untuk tunduk dan taat yang akhirnya akan dipakai Allah untuk menghasilkan kekudusan di dalam diri setiap orang percaya termasuk kita. Maukah kita melalui proses ini?***


Selamat siang
Tuhan memberkati.


Post By : 黄秋婵

Rabu, 01 Juni 2011

Roh ALLAH

Firman Tuhan
(Lukas 24:36-49)



Seberapa pentingnya Roh Kudus bagi mereka yang ingin hidupnya menyenangkan Allah? Lihatlah para murid. Yesus menyuruh mereka untuk menunggu di Yerusalem hingga mereka dibaptis dalam Roh-Nya (Kis 2:1-4). IA tahu bahwa kelompok ini tak akan dapat memulai karya mereka tanpa Pendamping yang Allah sediakan bagi mereka. Hal yang sama tetap berlaku sampai hari ini.

Siapakah sebenarnya Roh Kudus ini? Ia disebut Oknum ketiga dari Tritunggal; yang pertama Allah Bapa, yang kedua Allah Anak. Seperti dua yang pertama, IA juga sepenuhnya Allah. Beberapa orang Kristen salah mengira bahwa Roh Kudus adalah suatu kuasa. Tapi Alkitab menyatakan bahwa Ia adalah sebuah pribadi -- seseorang yang dapat kita kenal.

Ia juga merupakan janji dari Bapa. Tuhan berjanji mengirimkan Roh-Nya sebagai penolong bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Sebagai Roh kebenaran (Yohanes 14:16-17), Ia bertugas mengubah kita semakin serupa dengan Yesus Kristus.

Terlebih lagi, Roh Kudus adalah hadiah bagi setiap orang Kristen. Saat diselamatkan, Ia diutus untuk hidup dalam diri setiap orang percaya, dan memeteraikan mereka sebagai anak Allah (Efesus 1:13). Kita tak harus bersusah payah berdoa, atau menunjukkan suatu prestasi untuk dapat menerima-Nya.

Jadi terus ingatkan diri Anda, bahwa di dalam diri Anda ada suatu Pribadi agung -- kado yang dijanjikan dan diberikan oleh Allah pada "ulang tahun" rohani Anda. Melalui pengenalan Roh Kudus yang lebih baik dan menaati-Nya, maka Anda akan dapat menyenagkan hati Bapa (Kolose 1:10).***


CHARLES F. STANLEY.

Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Selasa, 31 Mei 2011

berdoa dalam nama YESUS)

Firman Tuhan
(Yohanes 14:7-27)



Membangun kehidupan doa yang dinamis akan mengubah cara hidup dan pandang kita atas segalanya. Lewat doa, Tuhan dapat menggantikan kelemahan kita dengan kekutana-Nya, keluguan kita dengan hikmat-Nya, dan kekosongan kita dengan kepenuhan-Nya. Yesus memberikan janji yang indah bahwa apapun yang kita minta dalam nama-Nya, maka IA akan melakukannya. Tapi apa sebenarnya maksud janji ini?

Berdoa dalam nama Yesus berarti megakui bahwa Yesus telah menyiapkan jalan bagi kita kepada Bapa. Setiap orang yang percaya pada Yesus Kristus kini dapat datang menghampiri tahta Allah yang maha Kudus itu (Ibrani 4:16).

Berdoa dalam nama-Nya juga berarti mempraktekkan otoritas yang telah IA berikan pada setiap mereka yang telah lahir baru. Yesus yang adalah ahli waris segalanya, menjadikan kita sebagai,"sesama ahli waris"(Roma 8:14-17). Pemahaman akan posisi kita seharusnya memberikan keyakinan dan keberanian saat kita merendahkan diri mencari kehendak Tuhan. Setiap kita sedang dalam misi besar sehingga kita perlu menjadi umat pendoa--senantiasa terhubung dengan kuasa Roh Kudus, senantiasa berseru pada Bapa, senantiasa bersandar pada-Nya.

Berdoa dalam nama Yesus menunjukkan persetujuan kita atas kehendak-Nya. Kita sedang memohon kepada Bapa untuk menjawab kebutuhan kita seperti seolah-olah Yesus yang memintanya. Jika kita berdoa dengan sikap seperti ini, maka Tuhan akan menyatakan kehendak-Nya karena yang kita inginkan juga serupa dengan keinginan-Nya. Inilah jenis doa yang sanggup mengubah dunia.***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Rabu, 18 Mei 2011

siapakah sandaran kita?

Firman Tuhan
(Efesus 2:4-10)



Apa jaminan yang kita harapkan setiap hari berdasarkan karakter Allah?

1.Allah akan memberikan kebaikan-Nya pada kita.
Mengutus Kristus untuk mati bagi kita adalah bukti kasih-Nya pada kita (1 Yohanes 4:10). Sifatmya yang tak berubah mengukuhkan bahwa IA akan terus mengasihi kita sepanjang masa (Mazmur100:5).

2.Allah akan membantu kita menuntaskan apa yang IA ingin kita lakukan. IA memberikan hikmat ilahi agar kita mampu menunaikan tugas kita dan kekuatan untuk menyelesaikannya. Dari-Nya kita mendapatkan segala yang kita butuhkan (Ibrani 13:21).

3.Allah akan membatasi tekanan dan godaan yang akan datang.
Seperti seorang seniman ahli, IA tahu seberapa besar tekanan yang harus diberikan untuk membentuk kita agar semakin serupa dengan Yesus tanpa meremukkan kita (2 Korintus 4:8).

4.Allah yang menguatkan dan menjaga kita sehinga kita tak perlu mengeluh atau menyerah. Walaupun kita lemah, IA juga tahu seberapa kuat kita jadinya bila kuasa-Nya bekerja dalam diri kita. Roh Kudus-Nya memberikan kuasa agar kita sanggup menolak setiap godaan (i Korintus 10:13).

5.Allah akan mengampuni dosa kita.
Kapan pun IA selalu siap sedia menerima pengakuan dosa kita, mengampuni kita, dan membawa kita kembali dalam persekutuan dengan-Nya (1 Yohanes 1:9).

Kitapun memiliki jaminan atas masa depan kita. Hidup kita tak berakhir saat tubuh jasmani kita mati.(2 Korintus 5:8), maka kita akan hidup di surga selamnya dan suatu hari nanti Yesus akan datang untuk meluruskan segalanya. Hidup ini penuh ujian (Yohanes 16:33). Tapi saat tantangan menekan, pikirkan tentang segala alasan mengapa kita dapat bersandar kepada Tuhan.***



Selamat siang
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Selasa, 17 Mei 2011

Menguji Kebaikan-NYA

Firman Tuhan
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!!
(Mazmur 34:9).



Mengenal Allah bukan hanya suatu pernyataan yang berdasarkan akal budi. Kita mengenal Allah dengan cara yang sama dengan proses mengenal seorang manusia sebagai sahabat.

Mengenal Allah adalah masalah keterlibatan pribadi--pikiran, kehendak, dan perasaan. Kalau tidak, hubungan itu bukanlah hubungan yang benar-benar pribadi. Untuk mengenal orang lain, kita harus menyediakan waktu baginya dan kepentingan-kepentingannya serta siap untuk turut merasakan bebannya. Tanpa semua itu, hubungan kita dengannya menjadi dangkal dan hambar.

"Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu!" kata pemazmur (Mazmur 34:9). Untuk "mengecap", artinya adalah untuk "mencoba" sesuap dari sesuatu dengan perasaan seorang yang mengharagai aromanya. Sepiring makanan mungkin tampak lezat dan sangat dipuji juru masaknya, tetapi kita tidak tahu kenikmatan yang sebenarnya sebelum kita mengecapnya.

Demikian juga, kita tidak tahu sifat seseorang sebenarnya sebelum kita "merasakan" pengalaman bersahabat dengannya. Sahabat dikatakan sebagai orang yang berbagi rasa satu sama lain sepanjang waktu dengan berbagi cara berpikir (bayangkanlah orang-orang yang sedang jatuh cinta) dan segala sesuatu yang diminati bersama.

Cara yang sama digunakan dalam pengenalan orang Kristen terhadap Allah, yang seperti kita lihat, juga merupakan sebuah hubungan antara sahabat..***



Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Selasa, 10 Mei 2011

Tak ada kata terlambat utk menjadi apa pun yg kita inginkan

Matius 6:25


"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”

Ada orang berpendapat bahwa usia 62 tahun adalah usia yang sangat telat untuk mencapai sebuah cita-cita. Kita tak perlu mencapai usia 62 tahun untuk percaya bahwa usia ini sangat telat untuk meraih sebuah mimpi. Pada kenyataannya, ada pemuda yang baru berusia 26 tahun ketika perasaan terlambat itu hingap. Suatu saat pemuda tersebut diajak temannya untuk masuk universitas. “Tapi aku terlalu tua” dalihnya. “Setiap orang LULUS ketika mereka berusia 22 tahun, sementara aku sudah berusia 26 dan belum memulai apapun”

Lalu temannya berkata, “Dalam empat tahun ke depan, kamu akan empat tahun lebih tua baik kamu kuliah atau tidak. Manakah yang kau pilih, empat tahun lebih tua dengan gelar, atau empat tahun lebih tua tanpa gelar?” Kata-kata tersebut mengubah pandangan si pemuda. Ia tiba-tiba menyadari bahwa ia tak pernah terlalu tua untuk meraih mimpinya. Jadi, ia mulai kuliah. Setelah memompa semangatnya dan menyingkat masa studinya menjadi tiga tahun, ia berhasil meraih gelar yang ia idamkan, lalu memutuskan untuk melanjutkannya hingga jenjang yang lebih tinggi. Lihatlah, tak ada kata terlambat kan? Kecuali kita tidak memulai apapun.

Benarkah bahwa kita tak pernah terlalu tua untuk memulai karir baru atau membuat perubahan dramatis dalam kehidupan kita? Bagaimana jika kita berusia 72 atau bahkan 82 tahun? Apakah seusia itu kita terlambat untuk mempelajari bahasa baru? Ah, tidak juga. Dua ratus tahun lalu negarawan Roma, Cato, mempelajari bahasa Yunani pada usia 80 tahun. Bisakah kita lebih kreatif di usia itu? Bagaimana dengan Goethe? Mahakaryanya, ‘Faust’ belum sempurna hingga ia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahuh ketika ia melukis Kapel Sistine.

Butuh contoh lebih banyak? Luigi Cornaro, seorang terpelajar dari Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Risalah klasiknya ‘The Joys of Old Age’ ditulis [ada tahun 1562 ketika ia berusia 95 tahun! Di era modern, seorang filosof besar, ahli matematik, dan pecinta perdamaian, Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonsttasi anti nuklir ketika ia berusia 89 tahun. Dan tentu saja kita tak bisa melupakan Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80. Tahukan anda bahwa sekitar 25% lukisannya yaitu sebanyak 1,500 lukisan dibuatnya setelah ia berusia 100 tahun? Kemudian ada Henry Little, seorang Presiden Direktur dari The Institution for Savings di Newburyport, Massachusetts, memutuskan untuk pensiun sehingga orang yang lebih muda bisa mengambil alih. Tuan Little pensiun ketika ia berusia 102 tahun! Orang lebih muda yang ia maksud ternyata berusia 83 tahun.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk menjadi apapun yg kita inginkan...:)

SELAMAT MALAM.
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Senin, 09 Mei 2011

Bapa Yang Mengasihi Anda

Firman Tuhan
(Mazmur 103:1-4)



Apakah Anda dengan semangat bersiap-siap untuk meluangkan waktu sendirian dengan Allah, atau apakah Anda takut terhadap teguran-Nya? Apakah Anda menikmati kehadiran Tuhan, atau malah merasa bahwa kekristenan adalah suatu beban yang harus dipikul?

Orang-orang kristen seharusnya adalah orang-orang yang paling bersukacita di bumi. Perasaan haru karena kemenangan kita seharusnya selalu dinyatakan dalam perkataan dan jiwa kita sebab Kristus telah menanggung kesengsaraan dosa di pundak-Nya.

Mungkin keajaiban hubungan Anda dengan Kristus telah disamarkan oleh penekanan yang salah pada sifat Allah. Benar, IA Kudus; benar, IA adalah hakim yang adil. Tetapi, IA selalu menunjukkan sifat-sifat ini dalam wujud kemurahan dan rahmat-Nya.

Ketika Anda diselamatkan, Allah menjadi Bapa yang mengasihi Anda. Anda adalah anak-Nya yang sangat berharga bagi-Nya. Tak ada yang Anda lakukan dapat mengubah kasih Bapa yang abadi. Anda dapat melarikan diri; memberontak melawan peraturan-Nya; tetapi hati Bapa tidak berpaling dari Anda.

Ketika Anda diselamatkan, Kristus menjadi sahabat setia Anda. IA selalu sedia membantu Anda. Anda tak dapat membuat-Nya malu atau kecewa karena IA mengenal Anda dengan sempurna sebelum Anda diselamatkan dan Ia tetap berusaha menjangkau Anda. IA ingin menolong Anda--tanpa mempedulikan kekotoran masa lalu Anda.***


A Gift Of Love.


Selamat malam
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Jumat, 06 Mei 2011

Kasih Kristus

Firman Tuhan


Ia mengantar mereka ke laut, sambil berkata:"Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
Jawab mereka:"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat. engkau dan seisi rumahmu."(Kis 16:30-31)


William Barclay menceritakan tentang Tokichi Ishii. Ishii adalah orang kejam sekali dan berdarah dingin. Ia membunuh pria, wanita dan anak-anak dengan brutal. Akhirnya ia tertangkap, dipenjarakan dan menanti hukuman mati.

Ketika Ishii dipenjara, ia dikunjungi 2 wanita dari Canada. Mereka berbicara melalui jeruji penjara dan seperti binatang buas, Ishii melihat kepada mereka. Akhirnya mereka meninggalkan sebuah Alkitab kepada Ishii.

Satu hari Ishii mulai membaca Alkitab itu dan ceritanya begitu mencekamnya dan ia tidak dapat berhenti membaca. Ia membaca terus sampai pada kisah penyaliban Yesus. Perkataan Yesus "Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" membuatnya terpaku. Ia berkata:"Aku berhenti membaca. Sepertinya hatiku tertusuk oleh paku sepanjang 5 inci. Apakah ini kasih Kristus? Apakah ini belas kasihan-Nya? Aku hanya tahu bahwa aku percaya dan kekerasan hatiku telah diubah."***


Santapan Rohani.

Selamat pagi
Tuhan memberkati

Selasa, 03 Mei 2011

IA memiliki Peta Jalan

Anak-Ku Tersayang,


Bayangkanlah sebuah jalan yang kasar, berbahaya, tidak tercantum pada peta, yang menuju ke bukit-bukit curam tempat hidup binatang-binatang buas. Sekarang bayangkanlah dirimu sendiri yang tanpa perlawanan bagaikan seekor domba—tanpa senjata, tanpa peta, dan tanpa pemandu—tidak yakin dengan tempat kamu berada atau tujuan kamu pergi.

Bukan suatu gambaran yang baik! Tetapi itu merupakan suatu potret yang akurat tentang kamu sebelum Yesus memasuki hidupmu. Betapa berbedanya gambar yang hendak dilukiskan-Nya tentang hidupmu jikalau kamu mau mempersilahkan-Nya! Ia mengenalimu. Ia memiliki peta jalan melintasi gunung-gunung berbahaya itu. Ia ingin membawamu ke suatu tempat yang penuh damai, sukacita dan bahagia bersama-Ku.

Yesuslah Gembalamu, dan Ia menunggu untuk membimbingmu. Maukah kamu percaya dan mengikuti-Nya?

Bapamu,
Tuhan


"Seperti domba, dahulu saudara sesat dari jalan Allah, tetapi sekarang saudara telah kembali kepada Gembala Saudara, pemelihara jiwa yang melindungi saudara dari segala serangan" (1 Petrus 2:25)

SELAMAT SIANG.
TUHAN MEMBERKATI.


Post By: Yohana Lina Susanti

Memberi dan Menerima

Firman Tuhan


Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita
Dan Allah sanggup melipatkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berlebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Korintus 9:6-8).

Elizabeth Bibesco, pernah berkata:"Blessed are those who can give without remembering and take without forgetting." Berbahagialah orang yang memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan."

Manusia bertendensi untuk memberi dengan "mengingat." Kita memberi dengan pengharapan bahwa orang yang kita beri akan mengingat dan akan membalas kebaikan kita. Kita memberi dengan pengharapan bahwa orang yang kita beri akan menghargai kebaikan kita. Akibatnya kita menjadi kecewa bilaman pengharapan kita tidak terpenuhi. Bila kita membiasakan diri untuk memberi tanpa mengingat, maka kita akan merasakan sukacita di dalam memberi. Ingatlah sukacita dalam memberi, tetapi lupakahlah pemberian kita.

Sebaliknya, bila kita menerima; ingatlah untuk bersyukur akan berkat-berkat yang kita terima. Bersyukur dan berterima kasihlah kepada orang yang telah memberi.

BERILAH TANPA MENGINGAT DAN TERIMALAH TANPA MELUPAKAN!***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.

Post By: 黄秋婵

Senin, 02 Mei 2011

BERDIAM DIRI

Firman Tuhan
(Mazmur 37:6-8)



Salah satu "tugas" terberat bagi kita adalah berdiam diri di hadapan Bapa. Kita cenderung melakukan sesuatu untuk memenuhi agenda kita, namun syarat dari Mazmur yang sedang kita pelajari ini, justru melarang kita untuk bertindak mendahului instruksi-Nya. Berdiam diri kedengarannya mudah, namun memerlukan keberanian, karena biasanya di dalam kelemahan kita, hal yang timbul adalah rasa resah dan gelisah. Perasaan itulah yang menjauhkan pikiran kita dari keinginan untuk percaya total kepada Tuhan.

Kita lihat, hal ini saling berkaitan. Tidak boleh satupun dari rangkaian ini terputus. Kita harus menikmati saat-saat indah bersama Allah, agar kita dapat mengambil komitmen pada jalan-Nya. Kepercayaan itulah yang membawa kita senang berdiam di hadapan-Nya; sehingga aliran sukacira boleh memenuhi hati kita. Jadi kesimpulannya adalah; Sabar menantikan Tuhan bertindak adalah salah satu ujian utama bagi kedewasaan rohani kita. Hanya dia yang memahami setiap keadaan dan tahu waktu yang tepat agar jawaban terhadap doa kita dapat memberikan manfaat yang maksimal. Bila kita memaksakan kehendak kita, maka kita menanggung resiko untuk menuai kekecewaan, luka atau bahkan kerugian.

Sebelum kita bangkit (dari tempat tidur pagi ini), naikkanlah doa seperti ini: Bapa, aku mengucap syukur karena Engkau telah memberikan kepadaku keinginan di hatiku. Hari ini aku akan bersuka di dalam Engkau, aku menyerahkan segala sesuatu kepada-Mu, karena Engkaulah yang mengendalikan segala sesuatu. Dan ajarlah aku menantikan waktu-Mu yang sempurna.

Ikutilah nasihat Mazmur ini, rasakanlah bagaimana Allah akan memelihara kita.***

@ Sambungan dari renungan yang berjudul Keiningina Hati @


Selamat Malam.
Tuhan memberkati.

Sabtu, 30 April 2011

Ekspresi Sang BAPA

Firman Tuhan
(Matius 6:8-13)



Tuhan Yesus mengajar kita mengekspresikan kerinduan-Nya di dalam persekutuan yang intim dengan Bapa. Melalui doa yang diajarkan kepada murid-murid-Nya di dalam bacaan kita pagi ini. Perhatikan:"Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu"(ayat 9). Ada kata Bapa dan Kudus di dalam satu kalimat. Di sini Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kita pun dapat memiliki persekutuan pribadi dengan Allah. Kita dapat meminta kepada Bapa untuk mencukupi segala kebutuhan kita sehari-hari, dan mengampuni dosa-dosa kita dengan sempurna. Kita juga dapat meminta-Nya untuk memberikan kuasa, agar dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Bila kita datang kepada Allah dengan hati yang tenang dan teduh, kita akan dimampukan merasakan hadirat-Nya, dan selanjutkan IA akan menyingkapkan lebih dalam lagi tentang diri-Nya. Kita akan semakin memahami kehendak-Nya. Hal ini dapat kita percaya, sebab Yesus berkata,"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu"(Lukas 11:9).

Kasih Allah yang tak bersyarat adalah ekspresi terbesar dari Bapa. Kasih-Nya bagi orang-orang yang meneriman-Nya tidaklah berbeda dengan mereka yang menolak-Nya. Namun siapa yang menolak Tuhan, artinya ia telah membuat dirinya sedemikian rupa, sehingga ia tidak menikmati ekspresi kasih itu. Tetapi, kita yang 'tinggal" di dalam kasih Kristus, dan mengikuti Dia, akan dapat menikmati kasih itu sepenuhnya (Yohanes 15:9-11). Puji Tuhan.

Alkitab mencatat IA berjanji untuk menyertai kita selamanya (Yohanes 14:16-18). Betapa luar biasa bukan? Jangan ragu-ragu lagi, kenalilah Bapa yang sempurna, IA siap bersekutu dengan kita, dan siap memberikan kasih-Nya yang tak bersyarat dan tak pernah berkesudahan, sampai selam-lamanya.***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.


Post By : DR. CHARLES F.STANLEY

Jumat, 29 April 2011

Memahami Kebaikan Allah

*** Sungguh menyedihkan bila kita menganggap Allah, yang kebaikan-Nya sempurna itu, tak ubahnya seperti Penguasa Yang Sadis.Semakin kita percaya bahwa Allah melukai untuk menyembuhkan, maka kita akan semakin percaya bahwa tidak ada gunanya meminta-minta kebaikan-Nya. Seorang jahat masih dapat berubah sebentar dari temperamennya yang buruk, karena ia mungkin masih memiliki kesadaran, walaupun waktunya sedikit dan untuk sementara waktu saja. Tetapi ketahuilah, Allah tidak seperti itu.

Mungkin gambaran yang lebih mendekati untuk kebaikan Allah, adalah seperti seorang ahli bedah yang tujuannya selalu baik. Semakin baik dan semakin tulus dia, semakin tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam melakukan aksi pembedahan. Bila ia mengikuti permintaan Anda untuk berhenti atau karena Anda merasa kesakitan, dan ia menghentikan tugasnya sebelum operasi itu selesai, maka semua usahanya menjadi tidak ada gunanya sama sekali.

Satu pertanyaan yang besar bagi kita adalah: Apakah penderitaan, bahkan sampai pada tingkat yang ekstrim, memang diperlukan? Jawabannya ada pada diri Anda, kebaikan-Nya selalu tersedia pada saat penderitaan seperti itu harus Anda alami. Jika kita katakan bahwa penderitaan tidak perlu bagi kita, maka tidak akan ada yang disebut dengan Allah yang baik, bahkan tidak akan ada yang disebut Allah. Karena bagaimana mungkin kita dapat menyebut Dia sebagai Allah yang baik, sedangkan tidak ada keburukan yang kita alami, padahal Dia mengijinkan berbagai hal yang buruk untuk terjadi , demi kabaikan-Nya untuk kedewasaan kita.

Sahabat GMA, mungkin saat ini Anda sedang mengalami ujian dan pencobaan, jangan menyerah, IA selalu ada di dekat kita, IA selalu siap menolong Anda. Masalahnya apakah Anda sudah berseru kepada-Nya?*


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.


Post By: 黄秋婵

Kamis, 28 April 2011

KEINGINAN HATI

Firman Tuhan
(Mazmur 37:6-8)


Bacaan kita pagi ini adalah bacaan yang paling sering dikutip dengan penuh semangat namun dengan pemahaman yang salah. Kita suka mendengar bahwa Allah akan memberikan apa saja yang kita inginkan. Namun bila kita hanya memfokuskan diri pada soal "menerima" saja, maka kita akan kehilangan konteks dari Mazmur ini. Isi Mazmur ini bukan hanya mengandung janji Allah, melainkan juga kewajiban kita.

Ketertarikan Allah yang terbesar bukanlah tentang memberikan apa yang kita inginkan, melainkan memberikan diri-Nya sendiri bagi kita. Doa yang egosentris akan mengabaikan syarat pertama agar janji-Nya dapat digenapi: "bergembiralah karena Tuhan" Kita harus dapat menemukan kesukaan pada saat sedang bersekutu dan melayani-Nya. Pada saat kita merenungkan Firman dan berdoa. Ya, pada saat itulah IA akan berkarya dalam hidup kita, sehingga iman kita akan bertambah dalam. Itulah syarat oertama yang harus menjadi perhatian kita.

Syarat kedua adalah menyerahkan hidup kepada Tuhan dan percaya penuh kepada-Nya, artinya mengambil komitmen pada rencana-Nya. Ini berarti memperbaharui keinginan hati kita sampai menjadi selaras dengan kehendak-Nya. Kadang apa yang telah disediakan Allah tampak sangat berbeda dengan apa yang kita minta. Namun kita harus ingat bahwa Dia menjawab permohonan kita berdasarkan kehendak dan kasih-Nya yang tanpa batas. Jadi Dia tidak memberikan kepada kita apa yang paling kita inginkan, melainkan Dia memberikan yang sempurna atas doa kita.

Jadi,"IA akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." adalah merupakan bonus dari kehidupan yang bergembira di dalam Tuhan. Upah kita yang utama adalah bersekutu dengan Allah, dimana Dia memberikan diri-Nya sendiri kepada kita.***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.




Post By : DR.CHARLES F. STANLEY.

Rabu, 27 April 2011

IA Memulihkan Pengharapan Yang Telah Hilang

Firman Tuhan
(Roma 5:1-5)



Kristus bukan hanya sumber pengharapan sejati. IA pun akan memulihkan pengharapan yang telah hilang. Bila kita tidak waspada untuk menjaga perspektif yang kita miliki, berbagai situasi dapat mengikis optimisme dan rasa percaya kita. Prinsip-prinsip Alkitabiah adalah pertahanan terbaik untuk melawan hal-hal yang akan membuat kita putus asa.

Situasi sulit yang tidak berubah dapat membuat kita kehilangan harapan dan merampok makna hidup ini, namun Roma 5:1-5 mengatakan kepada kita bahwa Tuhan memiliki pandangan yang jauh berbeda mengenai nilai pencobaan. Kita begitu ingin agar Bapa segera menyelesaikan masalah kita atau meringankan penderitaan kita, namun Ia memiliki maksud yang kekal bagi kita. Maksud yang IA miliki dalam setiap pencobaan adalah untuk menghasilkan karakter yang tahan uji di dalam diri kita, yang akan menghasilkan pengharapan, dan bukan kekecewaan.

Kegagalan juga menjadi pencuri dari pengharapan yang kita miliki. Terkadang keputusasaan disebabkan karena kita gagal mencapai apa yang kita harapkan. Hal ini menjadi bukti bahwa kita yakin akan kemampuan dan rencana Tuhan. Ingatlah bahwa "kesanggupan kita adalah pekerjaan Allah" (2 Korintus 3:5).

Di waktu lain, kita mungkin kehilangan harpan karena, sekalipun kita telah sangat berusaha, kita tetap tidak dapat menjalani hidup kekristenan yang berkemenangan. Cara hidup yang lama mungkin nampak lebih baik. Namun sebagaimana kegagalan berasal dari dalam diri kita, begitu pula dengan solusinya -- yaitu Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Jika kita berserah pada otoritas-Nya dan hidup bergantung kepada-Nya, IA akan mulai mengubah kita dari dalam diri kita.

Kehilangan harapan adalah jebakan yang begitu menyedihkan, yang membutakan orang percaya sehingga ia tidak dapat melihat Tuhan. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan berfokus kepada Kristus melalui pujian, doa dan Firman Tuhan. Hal ini mungkin adalah hal terakhir yang ingin dilakukan seseorang yang sedang berkecil hati, namun pengharapan sedang menantikan mereka yang bersedia untuk memandang hidup ini dari perspektif Allah.***


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Selasa, 26 April 2011

Demonstrasi Kasih Ilahi

Firman Tuhan
(1 Yohanes 4:7-19)


Ada berbagai macam tentang kasih. Namun ketika kita berbicara tentang kasih Allah yang tak bersyarat, bagaimanakah kita memahaminya? Seperti apakah kasih itu?

Kita menemui kesulitan jika berusaha mendefinisikannya dengan lawan katanya kasih yang "palsu" yaitu 'kasih' yang penuh dengan syarat-syarat dan selalu menahan sesuatu. "Kasih" seperti ini suka mengendalikan, dan tidak suka bila tidak dihargai. Sebaliknya, kasih sejati berarti mengasihi orang karena siapa dia, bukan karena apa yang telah ia beri. Kasih sejati berarti memahami siapa orang lain sebenarnya, dan mengasihinya tanpa batasan. Kasih sejati berarti juga tidak menggenggam erat-erat apa yang menjadi haknya., dan menyatakan ketulusan hati yang sempurna. Tanpa pemahaman akan semua itu, sesungguhnya kita belum mengerti akan kasih yang sejati.

Mengingat Yesus Kristus yang tergantung di kayu salib, kita melihat suatu demonstrasi kasih yang sempurna, yang tidak dapat ditemukan dimanapun. Sang Juruselamat memperlihatkan kepada kita, betapa tidak terbatas kasih-Nya, IA memberikan diri-Nya kepada kita, dan tidak menahan apapun! (Roma 8:32). IA juga melepaskan apa yang sebenarnya merupakan hak-Nya. IA tidak menunjukkan kasih-Nya untuk memanipulasi kita, melainkan IA memberikan kepada kita kehendak bebas, sehingga kita dapat memilih menerima atau menolak Dia. IA mengasihi manusia, meskipun IA tahu banyak orang akan menolak kasih-Nya bahkan merendahkan dan mencemooh-Nya. IA mengasihi dengan sepenuh hati-Nya, IA bersedia bahkan untuk diludahi dan dilukai.


Show


Jika kita ingin tahu apakah kasih itu, pandanglah Salib. Yesus memberikan yang terbaik bagi kita, yakni seluruh hidup-Nya, sebagai bukti kasih-Nya, agar kita dapat menjadi anak-anak Allah.


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Jumat, 22 April 2011

Allah Selalu Baik

Firman Tuhan
(Roma 11:33-36)



Seringkali pujian seperti bacaan pagi ini sulit keluar dari mulut kita, bahkan kita lupa untuk mengucapkannya. Sadarkah kita kalau pikiran Allah jauh lebih dalam dan luas daripada pikiran kita. Itulah sebabnya kita tidak akan dapat memahami kebaikan-Nya. Kita bisa saja bertanya, Jika Allah itu baik, mengapa hal-hal yang buruk terjadi pada kita? Atau, Mengapa harus ada neraka? Tetapi jawabannya adalah : IA tetap baik bahkan sangat baik.

Penderitaan dan masalah ini dimulai ketika Adam dan Hawa meragukan kebaikan Allah. Si ular meyakinkan mereka bahwa Tuhan sudah menipu mereka untuk tidak memiliki pengetahuan. Pikiran mereka terpengaruh dan akhirnya mereka berdosa. Bukankah kita pun sering mengalami kepahitan seperti itu, khususnya pada waktu Allah mengingatkan kita tentang suatu kegiatan atau keputusan kita? Padahal IA tetap ada di balik setiap keputusan kita, sebab IA selalu mendorong kita untuk taat pada perintah-Nya. IA selalu hadir dengan kebaikan-Nya dan IA selalu ingin melindungi kita dari perbuatan dosa yang dapat merusak, dan menghalangi keintiman kita dengan-Nya.

Dia bukanlah penyebab apapun yang jahat atau dosa. Kehendak-Nya yang sempurna tidak menghendaki kita memberontak terhadap Dia. IA memberikan kita kehendak bebas, sehingga kita dapat memilih untuk mengasihi atau menolak-Nya. Namun hal itu sama sekali tidak mengurangi kebaikan Allah. IA dapat membawa kebaikan dari situasi yang terburuk sekalipun, bagi mereka yang taat kepada kehendak-Nya (Roma 8:28).

Jika kita tidak dapat merasakan campur tangan Allah atau mengenali apa yang tengah IA lakukan bagi kita, percaya saja kepada-Nya. Suatu hari, pertanyaan kita itu akan terungkap, dan pada akhirnya kita dapat melihat segala sesuatu berdasarkan perspektif-Nya, lalu berkata:

"Sungguh, Engkau sangat baik, Tuhan terima kasih."***


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Kamis, 21 April 2011

KISAH ARLOJI YG HILANG

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu. “Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu. “Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu. Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:6). ”

SELAMAT SIANG
TUHAN YESUS memberkati.

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Rabu, 20 April 2011

Firman Tuhan
(Mazmur 103)



Seringkali kita memikirkan tentang kebaikan Allah dalam kaitannya dengan berkat-berkat yang kita peroleh dan saat-saat menyenangkan yang kita alami. Hal-hal ini memang merupakan ekspresi dari kebaikan-Nya. Namun bukan berarti kasih Allah hanya dapat kita lihat di dalam cara yang demikian saja. Seringkali kita mengalami kebaikan-Nya yang terbaik justru di waktu-waktu kita yang gelap. Di dalam situasi seperti itu, IA menunjukkan kebaikan-Nya dengan cara yang lebih dalam, yang hanya Dia dapat melakukannya (2 Korintus 12:9).

Salah satu cara-Nya dalam mengekpresikan kebaikan-Nya adalah melalui belas kasihan-Nya, yaitu kasih sayang-Nya yang lemah lembut kepada kita. Di dalam Alkitab, kita sering melihat Yesus dipenuhi belas kasihan (Markus 1:4). IA menyembuhkan orang-orang yang berseru kepada-Nya, karena mereka mengakui kebutuhan mereka (Matius 9:27-29). Bukan orang yang membenarkan diri yang diberkati, melainkan orang berdosa dan memohon belas kasihan, dan yang menyadari bahwa ia tidak layak menerima kebaikan Allah (Lukas 18:9-14).

Di dalam tekanan hidup kita, Allah menjanjikan kelegaan, bukan karena kita layak menerimanya, melainkan karena Dia itu baik. Bahkan kita berharga dimata-Nya, sebab kematian Kristus dan pengorbanan-Nya telah menghasilkan pembenaran bagi kita (2 Korintus 5:21)

Ekpresi lain dari kebaikan Allah adalah anugerah-Nya. Allah yang adil tidak dapat menerima dosa. Namun karena kasih dan kebaikan-Nya yang tak terbatas, Ia sendiri menanggung hukuman menggantikan tempat kita. Jalan anugerah Allah itu dicurahkan melalui darah Kristus. Kebaikan Allah yang luar biasa ini adalah hal terbesar yang patut disyukuri di dalam hidup kita.

Apakah Anda sudah mensyukuri ekspresi kebaikan Allah ini?***


Selamat pagi.

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Selasa, 19 April 2011

Kebaikan ALLAH

Firman Tuhan
(Mazmur 116)



Kebaikan Allah juga merupakan karakter Allah yang tidak terbatas dan tidak berubah. Apa pun yang IA lakukan baik adanya. Kadangkala kita mengalami kesulitan dalam hidup kita, dan di saat seperti itu biasanya kita merasakan bahwa Allah tidak menunjukkan karakter-Nya ini kepada kita. Namun, ketahuilah di dalam situasi yang membingungkan dan keterbatasan pemahaman kita itu, kita tetap tidak dapat mengubahkan siapa Dia, sebab kebaikan Allah sama sekali tidak bergantung pada keadaan.


Kadang kita ingin supaya Allah memilih-milih dalam menunjukkan kemurahan hati-Nya. Apalagi kita melihat orang jahat berhasil dalam hidupnya. Alkitab mengajarkan bahwa DIA itu baik bagi semua orang (Maz 145:9), dan IA tidak pilih kasih (Roma 2:11). Alkitab juga mengajarkan bahwa DIA selalu menunjukkan kemurahan-Nya kepada semua orang. Yesus berkata bahwa Allah "menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan yang baik , dan menurunkan hujan bagi yang benar dan orang yang tidak benar" (Matius 5:45). Jadi jelas, Allah tidak hanya baik sewaktu-waktu saja, dan hanya kepada orang-orang yang IA pilih.

Mungkin kita berpendapat bahwa orang-orang yang jahat tidak layak diperlakukan dengan baik. Namun harus kita ingat bahwa kita pun sebenarnya tidak layak akan kebaikan Allah. IA memberikannya dengan cuma-cuma, karena sifat-Nya memang baik kepada semua orang, dan IA mengasihi seluruh dunia baik orang percaya maupun orang yang tidak percaya.

Inilah doa dan pujian pemazmur yang kita baca pagi ini, Tuhan selalu mendengar doanya, Tuhan bergerak menurut waktu dan kehendak-Nya. IA tidak akan pernah terlambat.

Biarlah kebaikan-Nya terus nyata dan dapat kita rasakan setiap saat.***



Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Posting By : 黄秋婵

Senin, 18 April 2011

MENJADI SAHABAT ALLAH

Mazmur 25:14

"TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."

Setiap kita di dunia ini pasti memiliki seorang teman, tetapi tidak semua memiliki seorang sahabat. Mengapa saya mengatakan seperti itu? Karena dalam kenyataannya menemukan seorang sahabat itu sangatlah sulit. Namun, ketika kita telah menemukannya, maka kita akan terus menjaga hubungan persahabatan antara kita dengan sahabat kita.

Menurut ahli kejiwaan, persahabatan lebih tinggi nilainya dari berpacaran sekalipun. Hal ini disebabkan adanya ikatan emosi dalam ikatan tersebut. Banyak kasus persahabatan yang bubar ketika arahnya berubah menjadi proses saling cinta, itulah yang menjadi bukti betapa persahabatan itu nilainya begitu berharga. Ada sukacita tersendiri saat kita bisa sharing dengan sahabat, saling mendukung dan menolong saat mengalami kesulitan. Begitupun dengan yang Tuhan rindukan dalam menjalin hubungan dengan manusia.

Walaupun Dia adalah Allah yang besar, Pencipta langit dan bumi, Penguasa alam semesta, namun Dia rindu menjadi sahabat manusia. Ayat nats hari ini begitu jelas memberitahukan bahwa Allah mau menjadi sahabat kita. Ada dua pernyataan dalam ayat ini, yakni: Tuhan bergaul karib dengan orang-orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. Terjemahan asli dari pernyataan kedua adalah: "Rahasia Allah ada pada mereka yang takut akan Dia". Kalau Tuhan memberitahukan rahasia-Nya kepada kita, itu berarti kita dekat sekali dengan Tuhan. Tetapi jangan menganggap semua hal rahasia akan Tuhan beritahukan bagi kita, ada porsi dimana rahasia Tuhan itu tetaplah bagian Tuhan. Rahasia Allahini lebih banyak berbicara mengenai hikmat yang Allah beri untuk mengerti firman-Nya (Kolose 2:2).

Hanya kepada orang-orang yang takut Tuhan saja Dia berkenan untuk bergaul karib. Kalau Yesus menjadi sahabat kita, maka Dia akan selalu menaruh kasih setiap waktu dan Dia menjadi saudara dalam kesukaran.

Tidak ada hal yang lebih indah ketika Yesus menjadi sahabat kita


Sumber: Kingdom Magazine - www.jawaban.com


SELAMAT SORE.
TUHAN MEMBERKATI

Post By: Yohana Lina Susanti

Sabtu, 16 April 2011

Alasan Kita Untuk Percaya

Firman Tuhan
(1 Korintus 1:26-31)


Mungkin tidak ada orang yang menyamai rasul Paulus dalam gelar akademis, latar belakang keluarga, ataupun jabatan yang ia miliki. Tetapi ketika ia berjumpa dengan Kristus dalam perjalanannya ke Damaskus, Ia menemukan bahwa semua itu tidak ada artinya. Ia belajar bahwa satu-satunya yang memiliki nilai kekal di bumi ini adalah Yesus, Juruselamatnya yang telah mati di kayu salib demi dosa-dosanya. Pemahaman baru ini membuat ia menganggap sampah semua yang dahulu tampaknya yang merupakan keuntungannya (Filipi 3:8). Sejak itu, kemegahan satu-satunya adalah salib Kristus (Galatia 6:14).

Dalam bacaan pagi ini,Paulus tidak lagi melekatkan penghargaan dirinya kepada riwayat hidupnya, melainkan pada salib dan darah Kristus yang tercurah disana. Meskipun hal ini terdengar bodoh bagi banyak orang, sang Rasul tahu bahwa salib adalah tempat Allah menggenapi janji-Nya, yaitu menyediakan seorang Juruselamat. Di sanalah Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk menanggung dosa seluruh dunia baik dosa masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Salib menjadi tempat penghakiman Allah dijalankan, dan belas kasihan-Nya dicurahkan. Di kayu saliblah, rencana penebusan Allah disingkapkan, kuasa dosa dipatahkan, dan pengampunan dosa diberikan. Melalui darah yang tercurah dan kematian-Nya, kehidupan barupun diberikan kepada semua orang yang menerima Kristus sebagai juru selamat.

Pagi ini, Salib masih berdiri sebagai cermin untuk merefleksikan ketidakberhargaan kita, tetapi juga untuk menyatakan kuatnya kasih Allah, Salib menjadi sebatang magnet untuk menarik orang datang kepada Tuhan (Yohanes 12:32), dan sebuah model dari hidup yang penuh pengorbanan (Yohanes 15:13). Tempat kematian itu kini telah menjadi mercusuar pengharapan, karena di sanalah melalui Yesus Kristus kita mendapatkan keselamatan (Kisah Para Rasul 4:12).***



Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Jumat, 15 April 2011

Menjadi Peka

Firman Tuhan
(Yohanes 10:2-5)



Bapa di surga selalu berbicara secara pribadi kepada anak-anak-Nya lewat berbagai cara. Cara yang sering dipilih-Nya adalah melalui Firman-Nya. Namun Dia juga berkomunikasi dengan kita melalui Roh-Nya. Allah bisa saja memakai setiap situasi dan orang untuk meneguhkan apa yang dikatakan Alkitab. Itulah sebabnya kita perlu menjadi orang yang peka.



Untuk melatih kepekaan itu dengan baik, kita harus ingat bahwa mendengar adalah proses yang aktif dan berkelanjutan. Kita harus selalu menyadari bahwa IA memiliki sesuatu untuk dikomunikasikan kepada kita setiap hari. Karena itu kita perlu memberikan waktu khusus bagi-Nya. Biarlah Allah berbicara kepada Anda dalam berbagai situasi, dan ingatlah IA selalu melakukannya dengan cara yang dapat kita mengerti.

Kunci berikutnya untuk dapat medengar suara Allah, adalah dengan merenungkan Firman-Nya. Bila kita rajin melakukan hal ini, kita sedang membawa hati dan pikiran kita untuk selalu siap dibentuk. Ketika kita membaca Firman, ajukanlah beberapa pertanyaan seperti, "Tuhan, adakah contoh di sini yang harus aku ikuti?" atau "Adakah janji atau perintah yang kubaca adalah untuk diterapkan di dalam situasiku?"

Melatih kepekaan dapat dipupuk dengan cara selalu meresponi apa yang kita baca dan dengar. Masalahnya, kita sering bergumul karena tidak yakin apakah yang kita dengar itu dari Tuhan. Itu sebabnya kita perlu mengkorfirmasi dengan Firman Tuhan. Bila hati kita rindu untuk selalu berjalan bersama-Nya, maka IA pasti dengan lembut mengoreksi setiap langkah yang salah, dan menuntun kita tetap di jalan-Nya.

Selanjutnya dibutuhkan komitmen yang kuat dan praktik yang teratur untuk membangun sikap hati yang mau mendengar. Nah, pastikalah hari ini hati kita sudah kita condongkan untuk medengar Dia.***


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Kamis, 14 April 2011

Si Sabar dan Bodoh

Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur.

Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu.

Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik.

Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele.

Keduanya berdebat tentang hitungan 3×7.

Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27.

Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar.

Spontan si terhukum protes.

Sang hakim menjawab, “Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3×7 adalah 21!”

Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah.

Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan.

**
Yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan.

Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar.

**

SELAMAT MALAM.
TUHAN MEMBERKATI

Post By : Yohana Lina Susanti

Sabtu, 09 April 2011

BERJALAN BERSAMA ALLAH

Firman Tuhan
(Kejadian 39:1-23)


Bagaimana bisa berjalan bersama Allah di dalam kesulitan? Mari kita belajar lewat pengalaman Yusuf:

Kesulitan mungkin akan berlanjut sampai rencana-Nya di genapi. Rencana Allah bagi Yusuf adalah mempersiapkannya untuk menyelamatkan keluarga dan bangsanya dari kelaparan. Untuk sampai posisi yang terhormat itu, Allah membawanya ke rumah potifar. Di sana Yusuf mendapatkan berbagai pelajaran penting yang sangat dibutuhkan bagi masa depannya. Saat itu ia dipakai Allah untuk merajut rencana-Nya. Efesus 2:10, mengatakan: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,.....,Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya." Jadi pastikan, bersama Dia kita pasti bisa bertahan.

Kita akan banyak belajar di saat gelap dari pada di saat terang. Selain menemukan kesetiaan Allah, Yusuf pun belajar untuk menangani pekerjaan yang rendah, ia pun berani berkata TIDAK kepada pencobaan yang datang di saat yang memungkinkan, sebab ia sadar Allah selalu hadir di setiap saat. Kedua prinsip ini tidak akan pernah menjadi milik kita samapai UJIAN itu terjadi di dalam hidup kita.

Apa yang kita pelajari di dalam gelap, harus kita bagikan di dalam terang, Yusuf membagikan iman dan pengetahuannya dengan berani, ia mampu menafsirka mimpi firaun dengan baik (Kejadian 41:15-16). Ia tidak bersedih, walaupun ditahanan tanpa kesalahan, ia selalu siap menolong orang lain (Kejadian 40:1-23). Pengalaman pahit yang Yusuf pelajari membuat ia bertumbuh dan semakin tahu siapa Allah itu.

Kalau kita sedang berada di dalam kesulitan, bersyukurlah, karena lewat saat-saat sulit itu, Allah sedang membentuk kita. IA memakai setiap ujian untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan kita (Ayub 23:10 dan Roma 8:28).
Teruslah memandng Dia dan berjalan bersama-Nya, seperti Yusuf.***


Selamat Sore

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Kamis, 07 April 2011

Bekerja Sesuai Jalan-NYA

Firman Tuhan
(Yohanes 5:19-20)



Apapaun keadaan kita ibu rumah tangga, profesional, pelajar atau tentara. Bapa ingin kita menyebut nama-Nya dalam setiap karya kita. Hal ini dapat terjadi bila kita mengerjakan apa yang IA percayakan pada kita sesuai dengan jalan-Nya, yaitu tunduk kepada pimpinan Roh Kudus. Bagaimana caranya menuntaskan tugas itu?

Miliki cara pandang ilahi atas hambatan hidup yang ada.
Kita kadang memandang penghalang sebagai alasan untuk tidak bergerak maju. Tapi Tuhan memandangnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kuasa-Nya. Lewat kesulitan kita pun belajar sesuatu tentang diri kita. Jadi ketahuilah bila IA memberikan sesuatu tugas, IA akan bertanggung jawab atas segala penghalang yang akan dan dapat menghadang (Amsal 3:6). Taat di tengah kesulitan akan membawa kita makin dekat pada kemuliaan-Nya.

Miliki cara pandang ilahi atas diri kita.
Tuhan ingin kita sadar siapa diri kita. Kita adalah orang yang berdosa yang diselamatkan oleh anugerah. Lalu disebut orang-orang kudus (Roma 1:7). Sebagai orang yang telah dikuduskan, kita sungguh dikasihi-Nya (Efesus 3:18-19). Hal itu akan terjadi bila kita percaya apa kata Firman-Nya, ketimbang mengikuti perasaan kita sendiri, sehingga kita dimampukan untuk menuntaskan tugas yang boleh memuliakan nama-Nya.

Untuk mendapatkan cara pandang ilahi ini memang butuh waktu. Biarkan Roh Kudus bekerja di dalam hidup kita sehingga IA dapat mempermuliakan diri-Nya di dalam kesaksian hidup kita.***



Selamat Malam.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

KEBERHASILAN DITENTUKAN OLEH MENDENGAR

Tokoh revolusioner , DR Sun Yat Sen ketika dia mati pada tahun 1925, ditemukan surat wasiat yang ditulisnya demikian : “Saya adalah seorang Kristen, dan seumur hidup saya, telah berjuang melawan iblis ( maksudnya melawan pemerintahan monarki yang menganggap kaisar china sebagai TUHAN ) selama 40 tahun. Dan seharusnya kamu melakukan hal yang sama. Dan ketika saya mati, saya mau mati sebagai orang Kristen !”Luar biasa bukan ? sampai sekarang, namanya tetap dihormati di China, bahkan sampai seluruh dunia. Majalah TIME pernah memasukan namanya dalam daftar 100 orang yang paling berpengaruh.

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja … “ Yakobus 1:22

Jangan menyepelekan kekuatan dari mendengar. Langkah pertama hidup sebagai orang percaya adalah MENDENGAR lalu langkah kedua adalah MELAKUKAN.

Keberhasilan hidup sebagai orang percaya ditentukan oleh rela atau tidaknya kita untuk belajar mendengar. Banyak orang ingin mengeluarkan luapan perasaan-nya. Mereka ingin didengar ! bukan ingin menjadi pendengar.

Yang saya maksud adalah mendengarkan Firman ! jangan sampai salah langkah. Tidak ada dalam Firman Tuhan yang mengatakan lakukan dulu baru mendengar. Wah ini berbahaya seperti Saul … Tapi mari kita rela untuk belajar mendengar.

Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan”. 1 Samuel 15:22

“Jadi, IMAN timbul dari PENDENGARAN, dan PENDENGARAN oleh firman KRISTUS.” Roma 10;17

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana , –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Matius 17;20

Untuk memindahkan gunung, kita hanya perlu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi. Cara menumbuhkan IMAN itu adalah MENDENGARKAN Firman Tuhan.

Jadi ada PROSES untuk memindahkan gunung. Ada perjalanan waktu untuk menuju keberhasilan. Ada waktu yang harus ditunggu untuk membuat IMAN itu tumbuh. Intinya keberhasilan sebagai orang percaya TIDAK ADA YANG INSTAN !!!!! semuanya perlu PROSES dan WAKTU.

Banyak orang ingin makan buah tapi tidak mau menanam-nya. Mereka ingin HASIL bukan PROSES. Jika mental ini melekat dalam hidup kita, saya mau beritahu, hidup kita TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL.

…..Setiap pagi Ia mempertajam PENDENGARANKU untuk mendengar seperti seorang murid” Yesaya 50:4b

Saat yang terbaik untuk mendengarkan Firman Tuhan adalah disaat kita menyisakan waktu untuk bersekutu dengan Dia pada pagi hari. Cara yang paling ampuh adalah dengan MENGUCAPKAN Firman Tuhan dengan bersuara ketika kita membaca Firman. Disarankan jangan membaca dalam hati. Tapi ucapkanlah itu, minimal telinga kita mendengar.

Ibarat tanah yang selalu dipupuk dan disirami, maka tanah itu akan menumbuhkan benih yang sudah ditanam. Begitu juga IMAN. Jika setiap pagi kita rajin membaca Firman dengan bersuara, akan tiba waktunya IMAN itu tumbuh dengan sendirinya. Nah kalau IMAN itu sudah tumbuh, saatnya kita untuk MELAKUKAN FIRMAN. Dengan cara bagaimana ? dengan cara memindahkan gunung ! entah itu gunung masalahmu, gunung sakit penyakitmu, gunung persoalan pribadimu atau gunung apa saja yang menghalangi. Saya yakin, ketika gunung hidupmu sudah terangkat, maka didepanmu akan nampak jalan keberhasilan di depan matamu.

Jangan mendengarkan sesuatu yang salah. Seperti nasihat orang fasik ( mazmur 1;1 ). Orang fasik itu adalah gambaran dunia yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan didalamnya juga termasuk orang Kristen yang tidak pernah membaca Firman Tuhan.

DR Creflo Dollar dalam kotbahnya pernah memberikan langkah-langkah yang akan ditempuh manusia jika manusia itu salah mendengar. Yaitu :

1. SALAH MENDENGAR : ketika dia salah mendengar, maka dia akan
2. SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN : ketika dia salah mengambil keputusan, maka langkah selanjutnya dia akan
3. SALAH MELAKUKAN TINDAKAN : ketika dia sadar telah melakukan kesalahan, maka pada umumnya manusia akan
4. MULAI MENYALAHKAN TUHAN ATAU ORANG LAIN : karena manusia akan berkata,”kenapa ENGKAU tidak memberitahukanku?” padahal kesalahan bukan pada Tuhan, melainkan manusia yang salah mendengar. Dan jika tetap seperti itu, maka
5. KITA AKAN SULIT BERTUMBUH DAN BERKEMBANG, TERLEBIH LAGI BERHASIL.

Demikian juga DR Sun Yat Sen, seumur hidupnya dia terus berusaha mengejar keberhasilan hidupnya yaitu membawa masuk dalam kehidupan orang percaya. Mungkin bagi manusia, impian nya dikatakan kandas, tapi di dalam Tuhan, dia dipandang sebagai hamba yang berhasil karena terus MENGEJAR sekuat tenaga untuk membawa kemuliaan nama Tuhan.

Keberhasilan kita kelak, biarlah tujuan nya Cuma 1, yaitu membawa kemuliaan bagi nama Tuhan, dan bukan untuk memuaskan keinginan kita sendiri ( self oriented ).

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Yakobus 4:3

SUMBER:(ferdinand-nelwan-nothingwithoutjesus)

SELAMAT PAGI.
TUHAN MEMBERKATI.


Yohana Lina Susanti 小兰

Rabu, 06 April 2011

Membuang Kesombongan

Firman Tuhan
(1 Petrus 5:1-7)


Bagaimana kita bisa membuang kesombongan dalam hati kita? Berikut ini adalah beberapa area yang biasanya terinfeksi dengan virus ini, lalu pelajari juga pernangkalnya.

HARTA -- Belajarlah melepaskannya.
Kita bisa memulai dengan memuliakan Tuhan lewat perpuluhan kita. IA telah berjanji bahwa sembilan per sepuluh milik kita akan lebih besar ketimbang sepuluh per sepuluh. Langkah berikutnya adalah mendermakan harta kita pada mereka yang membutuhkan dan kepada mereka yang tidak akan pernah mampu membalas kebaikan kita (Matius 6:1-4).

JABATAN -- Sadarilah bahwa segala yang kita miliki adalah karya Allah (Yesaya 26:12). Kemudian mintalah pada-Nya untuk menunjukkan di mana bagian pelayanan kita. Tuhan menghargai setiap pelayanan, jadi kita tidak perlu ragu meminta petunjuk-Nya. Posisi kita di dunia hanya akan berguna bila kita dapat memakainya untuk kemuliaan Tuhan (Yakobus 1:9-11).

HAK KHUSUS -- Mudah sekali untuk sombong atas hak khusus yang kita miliki. Ingat tidak ada satu orang pun yang dapat berhasil karena usahanya sendiri. Ada banyak orang yang secara langsung atau tidak membantu kita mendapatkan kesempatan yang kita nikamati saat ini. Ingat, semua ini adalah anugerah Allah semata.

Bila kita bersedia mengobati penyakit kesombongan ini maka Allah akan menggantikannya dengan roh kerendahan hati yang sesuai dengan status kita di dalam Kristus. Maukah kita membuangnya?.***


Selamat pagi.

Tuhan memberkati.


Post By : 黄秋婵

Selasa, 05 April 2011

PENGHALANG

Firman Tuhan
(Ibrani 12:1-3)


Allah memiliki pengetahuan dan hikmat yang sempurna. Karena itu, tentu Dia tahu persis bagaimana anak-anak-Nya harus hidup (Roma 11:33). Namun seringkali kita harus berjuang untuk mengetahuinya. Dalam hal apa kita perlu membuang:

* Keraguan adalah salah satu alasan mengapa kita seringkali kehilangan apa yang telah direncanakan Allah. Kalau kita sering meragukan Dia maka dapat dipastikan kita akan meragukan solusi yang sudah disediakan-Nya.

*Merasa tidak layak, ini juga menjadi penyebab kita tersandung. Allah selalu menjalankan skenario-Nya untuk masa depan kita. Namun bila kita merasa tidak layak, kita tidak dapat menerima itu.

*Kesibukan. Hal ini seringkali membawa kita jauh dari Allah. Kita tidak ada waktu lagi bertanya apa yang dikehendaki Allah bagi kita. Akibatnya kita akan membuat kesalahan demi kesalahan.

*Perasaan takut. Jenisnya ada dua: Pertama adalah kecemasan bahwa Allah akan meminta kita melakukan apa yang tidak kita kehendaki.
Kedua, adalah ketakutan bahwa kita akan gagal menjalankan apa yang ditugaskan-Nya kepada kita. Kedua macam kegelisahan tersebut mengaburkan keputusan yang akan kita ambil. Dia tidak mungkin memberikan toleransi sedikit pun kepada dosa.

Buanglah segera empat penghalang itu. Salib Kristus jelas menyatakan bahwa kita layak dan berharga dimata-Nya. Salib juga menunjukkan bahwa Dia sungguh berarti dalam hidup kita, rencana-Nya sungguh sempurna bagi kita, dan kita sungguh telah dibebaskan dari belenggu dosa.

Bacaan pagi ini mengajarkan kita rahasia lainnya untuk dapat melakukan semua itu, yaitu untuk terus mengarahkan mata kita kepada-Nya, yang sanggup memimpin kita masuk ke dalam kesempurnaan. ***



Selamat pagi.

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Sabtu, 02 April 2011

BATU DAN MUTIARA

________________________________________
Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya.

Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati batu itu. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali.

Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. “Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman”. Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta”. Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada.

Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu. Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia.

Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu “Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian ? Mengapa engkau mengecewakan aku ?”

Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh ? Mengapa engkau berkeluh kesah ? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu ? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku ? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali”.

Mengertikah apakah maksud cerita di atas ? Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat ? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu ? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita ? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau ? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

Ingatlah Yer 29:11 Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. dan ingatlah akan ayat 12: Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.


SELAMAT PAGI.
TUHAN MEMBERKATI.


Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Jumat, 01 April 2011

4 KOMITMEN ORANG PERCAYA


1. Tidak akan meninggalkan Tuhan sekalipun dalam masalah yang sangat berat.
Mazmur 73:26, Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Dalam Alkitab ada kisah mengenai Daniel yang meskipun di buang ke lubang singa ia tetap mengasihi Tuhan dan menyembah Tuhan. Ia tidak gentar dengan ancaman atas nyawanya. Ia tetap berdoa 3 kali sehari dan menyembah Tuhan meskipun ia dimusuhi dan dianggap melanggar hukum.

Meskipun anda harus menghadapi tantangan berat dalam menyembah Tuhan, mungkin gereja anda ditutup, atau anda dipinggirkan karena menjadi pengikut Yesus.

Jangan takut Tuhan menyertai Anda. Hanya peganglah komitmen ini saya tidak akan meninggalkan Tuhan meskipun dalam masalah apapun. Sekalipun daging dan hati lenyap karena penderitaan, masalah bahkan kelaparan komitmen kita adalah tidak akan meninggalkan Tuhan.

Dalam Lukas 5:11 dikatakan: "Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus." Sayangnya murid-murid yang tadinya mengikuti Yesus berbalik saat Yesus menderita dan bahkan dihukum mati. Mereka meninggalkan Dia. Mereka menyangkal Yesus.

2. Mau melayani Tuhan seumur hidup
Mazmur 27:4, Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait- Nya.

Frase diam di rumah Tuhan seumur hidupku bisa ditafsirkan sebagai, "melayani Tuhan seumur hidup." Ada orang-orang yang masa mudanya sangat giat melayani Tuhan. Mereka menjadi pengurus kaum muda, guru sekolah minggu dll. namun setelah Tuhan berikan pekerjaan dan usaha yang baik, mereka jauh dari Tuhan dan tidak mau melayani lagi. Ada orang-orang yang sangat giat melayani sebelum menikah dan sebelum punya anak. Tapi setelah menikah dan memiliki anak mereka jadi lupa Tuhan.

Komitmen kedua dari orang percaya adalah mau melayani Tuhan seumur hidup. Biarlah ini terpatri dalam sanubari anda. Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. (1 Tawarikh 17:20 20).

Meskipun Anda sudah menjadi tua, meskipun Anda sudah menjadi direktur, meskipun Anda sudah menjadi sangat kaya, meskipun Anda sudah sangat sibuk, jangan lupa melayani Tuhan. Bahkan Anda harus lebih lagi memberikan waktu, tenaga, dan uang untuk pekerjaan Tuhan.

3. Bersedia memegang Firman Tuhan Sampai selamanya.
Amsal 3:1-2, Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

Dalam Alkitab banyak dikisahkan raja-raja Israel dan Yehuda yang sangat taat pada firman Tuhan pada awal mereka berkuasa. Namun sayang begitu mereka sudah kuat dan jaya mereka tidak lagi memegang Firman Tuhan. Mereka malahan berpaling pada berhala dan menyembah dewa-dewa.

Akhir hidup mereka sangat tragis dan seringkali umur mereka tidak panjang. Saat ini banyak pengajaran dalam dunia ini tapi lebih baik kita memegang apa yang Firman Tuhan katakan. Periksalah segala pengajaran apa sudah sesuai Alkitab atau tidak?

4. Mau mengasihi sesama bahkan musuh sekalipun.
Yohanes 13:34, Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Banyak orang menjadi percaya Yesus karena Ia mengasihi mereka. Ia memberi mereka makan, Ia mengobati mereka dan Ia memberitakan jalan Tuhan kepada mereka. Demikian juga saat ini banyak orang akan menjadi percaya kepada Yesus jika mereka melihat dalam diri kita orang Kristen ada kasih Allah yang mengalir. Orang akan sangat susah datang kepada Tuhan kalau mereka melihat kita sebagai orang Kristen tidak memiliki kasih.

Konon Mahatma Gandi sering masuk gereja tapi ia tidak bisa menjadi percaya kepada Yesus karena orang-orang dalam gereja tidak memiliki kasih. Dengan merasa tidak bersalah kita selalu mengatakan jangan tiru aku atau dia tapi tirulah Tuhan.

Memang benar. Tapi Tuhan sangat abstrak dan tidak kelihatan. Yang kelihatan adalah anak-anakNya yakni orang Kristen. Kita semua. Jika kita memiliki kasih sudah pasti akan kelihatan jelas Tuhan di dalam kita dan bagaimana wujud Tuhan itu. Orang-orang pasti akan datang juga kepadaNya. *


SELAMAT SORE.
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

e-mail from GOD

Anak-Ku Tercinta,
Setiap orang membutuhkan sahabat—dengan siapa mereka bisa menjadi diri sendiri—tanpa kepalsuan, tanpa bertopeng, tanpa bersandiwara, tanpa menyembunyikan sesuatu. Aku ingin menjadi Sahabat yang demikian bagimu.


Aku mengenalmu, dan Aku menyukaimu sebagaimana adanya. Aku menyukai caramu berpikir, berbicara dan tersenyum. Aku menyukai selera humormu. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu—hanya kita berdua. Kamu tak perlu belajar berdoa yang sangat spiritual. Berbicaralah saja kepada-Ku! Aku ingin mendengar yang perlu kamu katakan. Kamu tak perlu berlaku sangat suci atau sempurna. Hanya sepenuhnya jujur terhadap-Ku. Aku ingin bersamamu, bukan bersama sebuah karakter yang kamu ciptakan untuk membuat Aku terkesan.


Akulah yang menciptakan dirimu yang sebenarnya—benar-benar sebagaimana adanya dirimu—dan Aku menyukai hasil karya-Ku


Sahabatmu,
Tuhan


Ada juga sahabat, yang lebih karib daripada seorang saudara. (Amsal 18:24)


SELAMAT MALAM
TUHAN MEMBERKATI.


Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Rabu, 30 Maret 2011

IA Selalu Hadir

Firman Tuhan
(Kejadian 37:12-17; 19-22,33-36)


Banyak penderitaan terus kita alami, semuanya di luar kendali, seringkali kita tidak melihat jalan keluarnya. Apakah ada yang masih dapat kita pegang? Jawabannya adalah YA, sebab:

* DIA selalu menyertai kita. Roh-Nya akan selalu siap menghibur kita, Karena IA mengenal kita dan memahami setiap pencobaan dan rintangan yang kita hadapi. Bahkan IA berjanji memikul janji anak-anak-Nya (Mazmur 68-19), IA rindu memberikan damai sejahtera bagi hati kita yang mudah terluka. IA selalu rindu berjalan bersama kita, dan IA tidak dapat dibatasi oleh apapun.

* IA selalu mempunyai tujuan dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Bacaan kita pagi ini jelas menggambarkan hal itu. Kakak-kakak kandung Yusuf berniat membunuhnya tetapi berubah lalu menjualnya menjadi budak, namun ALLAH memakai masa-masa itu mempersiapkannya menjadi menteri Mesir. Yusuf sendiri tidak dapat mengerti rencana itu dengan spesifik. Ia hanya berserah total, dan percaya penuh kepada Tuhan. Akhirnya Yusuf mendapatkan upahnya (Kejadan 45:1-8).

Bukankah kita dipanggil untuk hidup oleh iman. Itu berarti kita harus percaya pada janji-janji ALLAH, bahkan situasi terasa mustahil untuk kita hadapi. Oleh sebab itu jika kesulitan datang, peganglah kebenaran ini: ALLAH tidak akan membiarkan atau meninggalkan kita (Ibrani 13:5). Semua rencana-Nya selalu baik bagi kita, dan itu akan terjadi karena IA turut mengerjakan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13).

Ingat, IA selalu hadir dan siap menolong kita. Jangan pernah ragu, IA selalu bersama kita. Pastikan itu terjadi setiap hari di dalam hidup kita. Janji-Nya pasti, sepasti fajar yang selalu merekah setiap hati. Kehadiran Tuhan selalu nyata bagi Yusuf, dan hal itupun pasti akan menjadi pengalaman kita juga.***



Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Kasih-NYA Tak Berkesudahan

Firman Tuhan
(Ratapan 3:22-25)


Pada waktu kita berada di persimpangan jalan kehidupan ini, kita perlu Allah untuk menunjukkan jalan mana yang harus kita ambil. Jalan yang menurut kita baik bisa saja ujungnya buntu bila kita mendahului kehendak-Nya. Kita memang cenderung ingin mendapatkan yang terbaik dan biasanya kita akan kecewa bila ada sesuatu yang menghambat kita. Pada hal mungkin saja Allah bekerja di balik hambatan itu.

Melalui peristiwa-peristiwa itu sebenarnya Dia ingin: membangun iman kita. Allah memiliki rencana yang spesifik untuk setiap kita. Ujian yamg paling berat adalah menghadapi masa-masa sulit. Biasanya kita ingin Allah segera menghardik badai itu, namun ternyata Ia menghendaki agar kita melaluinya sehingga boleh lebih memahami Dia.

Allah tidak dapat digerakkan oleh perasaan dan keinginan kita. Bisa saja Dia terlebih dahulu mengatur serangkaian kejadian atau mengubah pikiran seseorang sebelum orang itu mendapatkan apa yang diinginkan.

Kesabaran kita biasanya akan terbayar dengan upah yang melebihi permohonan kita. Allah ingin kita yakin ketika kita belum melihat buktinya. Kita tidak perlu tenggelam di dalam laut penyesalan, kita dapat berjalan di jalan yang terbentang jelas. Semua telah dibersihkan dan digelar oleh tangan Allah sendiri.

Bacaan kita hari ini lebih menyakinkan kita, bahwa Ia menyediakan semua itu dengan pasti setiap hari. Bahkan dikatakan selalu baru setiap hari dan tidak berkesudahan. Renungkanlah sekali lagi, jangan ssmpai kita menjadi orang yang tahu ada banyak janji-janji Allah, namun kita tidak pernah menikmatinya.***



Selamat pagi.

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Selasa, 29 Maret 2011

Nasi Kotak

Hari ini saya mendengar sebuah kisah mengharukan dari seorang teman. Ada seorang nenek setiap hari membuat nasi kotak kasih. Satu kotak nasi seharga enam ribu rupiah, dalam nasi kotak tersebut berisi daging dan empat jenis sayuran, keseluruhan nasi kotak ini terlihat mewah.

Teman saya bertanya kepada nenek itu, “Mengapa Anda jual nasi kotak itu begitu murah?”

Nenek itu berkata, sekarang situasi ekonomi sedang lesu, sangat sulit mencari uang. Banyak anak kecil tidak memiliki uang jajan untuk membeli makanan, ataupun membayar uang sekolah. Sedangkan orang dewasa sangat sulit mendapatkan pekerjaan, walaupun sudah mendapatkan pekerjaan gajinya juga sangat minim.

Oleh karenanya Nenek sangat berharap bisa membuat kelompok pekerja menghabiskan uang yang paling minim, bisa menikmati nasi kotak yang bergizi. Dia juga sangat berharap orang lain bisa meniru tindakannya, agar lebih banyak orang lagi yang bisa memberikan perhatian kepada kaum buruh dan pekerja tingkat menengah bawah.
“Lantas, berapakah modal Nenek untuk membuat satu kotak nasi? Jika uangnya tidak mencukupi siapa yang mendukung Nenek?” tanya teman saya.

Nenek itu berkata, “Sekarang ini harga barang terus naik, modal untuk membuat satu kotak nasi sebesar sepuluh ribu rupiah, berapa uang yang Nenek miliki maka sebanyak itu nasi kotak yang akan Nenek buat. Jika uang hasil penjualan tidak mencukupi, maka dia akan mengambil uang bulanan dari anaknya untuk menutupi kekurangan itu.
Akhirnya teman saya itu bertanya lagi, “Apakah keluarga Nenek mendukung kebaikan ini?”

Nenek itu mengatakan, putranya pernah menasehatinya untuk menikmati hari tua, tanpa perlu bersusah payah setiap hari membuat nasi kotak. Sibuk bekerja dari siang hingga malam. Tetapi putranya melihat nenek melakukan hal ini dengan riang gembira, akhirnya dia mendukung keinginan Nenek.

Nenek itu menambahkan, perbuatan baik bisa dan boleh dilakukan setiap orang. Asalkan semua orang bersedia mengorbankan sedikit rasa kasih, maka masyarakat ini semakin lama makin mempunyai harapan.

Seorang Ibu negara AS pernah mengatakan, “Ada orang yang memberikan waktu, ada orang yang menyumbangkan uang, ada yang menyediakan teknik dan relasi mereka, ada pula yang benar-benar mengorbankan jiwa dan raganya. Dapat dikatakan setiap orang memiliki sesuatu yang bisa didermakan. Jiwa dan kasih kesemuanya ini disulut dan membara dari lubuk hati kebaikan.”

Ketika kita hidup di tengah-tengah masyarakat, mungkin bisa merasakan realitas masyarakat, lingkungan yang dingin tidak ada kepedulian. Juga mungkin sekarang ini kita tidak bisa mengubah apapun, juga tidak bisa menuntut orang lain untuk meniru kita. Tetapi kita bisa mengubah diri kita sendiri.

Jika semua orang bisa berpikir pada sudut kebaikan, bisa lebih dulu memikirkan orang lain sebelum melakukan sesuatu, maka dunia ini akan lebih indah, sumber dari kebaikan ini akan terus mengalir selamanya. (Wen Qi/The Epoch Times)

"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." (Galatia 6:10)


SELAMAT MALAM.
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰