Mawar Sharon Jemaat Kasih Karunia Oesao

Sabtu, 30 April 2011

Ekspresi Sang BAPA

Firman Tuhan
(Matius 6:8-13)



Tuhan Yesus mengajar kita mengekspresikan kerinduan-Nya di dalam persekutuan yang intim dengan Bapa. Melalui doa yang diajarkan kepada murid-murid-Nya di dalam bacaan kita pagi ini. Perhatikan:"Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu"(ayat 9). Ada kata Bapa dan Kudus di dalam satu kalimat. Di sini Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kita pun dapat memiliki persekutuan pribadi dengan Allah. Kita dapat meminta kepada Bapa untuk mencukupi segala kebutuhan kita sehari-hari, dan mengampuni dosa-dosa kita dengan sempurna. Kita juga dapat meminta-Nya untuk memberikan kuasa, agar dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Bila kita datang kepada Allah dengan hati yang tenang dan teduh, kita akan dimampukan merasakan hadirat-Nya, dan selanjutkan IA akan menyingkapkan lebih dalam lagi tentang diri-Nya. Kita akan semakin memahami kehendak-Nya. Hal ini dapat kita percaya, sebab Yesus berkata,"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu"(Lukas 11:9).

Kasih Allah yang tak bersyarat adalah ekspresi terbesar dari Bapa. Kasih-Nya bagi orang-orang yang meneriman-Nya tidaklah berbeda dengan mereka yang menolak-Nya. Namun siapa yang menolak Tuhan, artinya ia telah membuat dirinya sedemikian rupa, sehingga ia tidak menikmati ekspresi kasih itu. Tetapi, kita yang 'tinggal" di dalam kasih Kristus, dan mengikuti Dia, akan dapat menikmati kasih itu sepenuhnya (Yohanes 15:9-11). Puji Tuhan.

Alkitab mencatat IA berjanji untuk menyertai kita selamanya (Yohanes 14:16-18). Betapa luar biasa bukan? Jangan ragu-ragu lagi, kenalilah Bapa yang sempurna, IA siap bersekutu dengan kita, dan siap memberikan kasih-Nya yang tak bersyarat dan tak pernah berkesudahan, sampai selam-lamanya.***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.


Post By : DR. CHARLES F.STANLEY

Jumat, 29 April 2011

Memahami Kebaikan Allah

*** Sungguh menyedihkan bila kita menganggap Allah, yang kebaikan-Nya sempurna itu, tak ubahnya seperti Penguasa Yang Sadis.Semakin kita percaya bahwa Allah melukai untuk menyembuhkan, maka kita akan semakin percaya bahwa tidak ada gunanya meminta-minta kebaikan-Nya. Seorang jahat masih dapat berubah sebentar dari temperamennya yang buruk, karena ia mungkin masih memiliki kesadaran, walaupun waktunya sedikit dan untuk sementara waktu saja. Tetapi ketahuilah, Allah tidak seperti itu.

Mungkin gambaran yang lebih mendekati untuk kebaikan Allah, adalah seperti seorang ahli bedah yang tujuannya selalu baik. Semakin baik dan semakin tulus dia, semakin tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam melakukan aksi pembedahan. Bila ia mengikuti permintaan Anda untuk berhenti atau karena Anda merasa kesakitan, dan ia menghentikan tugasnya sebelum operasi itu selesai, maka semua usahanya menjadi tidak ada gunanya sama sekali.

Satu pertanyaan yang besar bagi kita adalah: Apakah penderitaan, bahkan sampai pada tingkat yang ekstrim, memang diperlukan? Jawabannya ada pada diri Anda, kebaikan-Nya selalu tersedia pada saat penderitaan seperti itu harus Anda alami. Jika kita katakan bahwa penderitaan tidak perlu bagi kita, maka tidak akan ada yang disebut dengan Allah yang baik, bahkan tidak akan ada yang disebut Allah. Karena bagaimana mungkin kita dapat menyebut Dia sebagai Allah yang baik, sedangkan tidak ada keburukan yang kita alami, padahal Dia mengijinkan berbagai hal yang buruk untuk terjadi , demi kabaikan-Nya untuk kedewasaan kita.

Sahabat GMA, mungkin saat ini Anda sedang mengalami ujian dan pencobaan, jangan menyerah, IA selalu ada di dekat kita, IA selalu siap menolong Anda. Masalahnya apakah Anda sudah berseru kepada-Nya?*


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.


Post By: 黄秋婵

Kamis, 28 April 2011

KEINGINAN HATI

Firman Tuhan
(Mazmur 37:6-8)


Bacaan kita pagi ini adalah bacaan yang paling sering dikutip dengan penuh semangat namun dengan pemahaman yang salah. Kita suka mendengar bahwa Allah akan memberikan apa saja yang kita inginkan. Namun bila kita hanya memfokuskan diri pada soal "menerima" saja, maka kita akan kehilangan konteks dari Mazmur ini. Isi Mazmur ini bukan hanya mengandung janji Allah, melainkan juga kewajiban kita.

Ketertarikan Allah yang terbesar bukanlah tentang memberikan apa yang kita inginkan, melainkan memberikan diri-Nya sendiri bagi kita. Doa yang egosentris akan mengabaikan syarat pertama agar janji-Nya dapat digenapi: "bergembiralah karena Tuhan" Kita harus dapat menemukan kesukaan pada saat sedang bersekutu dan melayani-Nya. Pada saat kita merenungkan Firman dan berdoa. Ya, pada saat itulah IA akan berkarya dalam hidup kita, sehingga iman kita akan bertambah dalam. Itulah syarat oertama yang harus menjadi perhatian kita.

Syarat kedua adalah menyerahkan hidup kepada Tuhan dan percaya penuh kepada-Nya, artinya mengambil komitmen pada rencana-Nya. Ini berarti memperbaharui keinginan hati kita sampai menjadi selaras dengan kehendak-Nya. Kadang apa yang telah disediakan Allah tampak sangat berbeda dengan apa yang kita minta. Namun kita harus ingat bahwa Dia menjawab permohonan kita berdasarkan kehendak dan kasih-Nya yang tanpa batas. Jadi Dia tidak memberikan kepada kita apa yang paling kita inginkan, melainkan Dia memberikan yang sempurna atas doa kita.

Jadi,"IA akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." adalah merupakan bonus dari kehidupan yang bergembira di dalam Tuhan. Upah kita yang utama adalah bersekutu dengan Allah, dimana Dia memberikan diri-Nya sendiri kepada kita.***


Selamat pagi
Tuhan memberkati.




Post By : DR.CHARLES F. STANLEY.

Rabu, 27 April 2011

IA Memulihkan Pengharapan Yang Telah Hilang

Firman Tuhan
(Roma 5:1-5)



Kristus bukan hanya sumber pengharapan sejati. IA pun akan memulihkan pengharapan yang telah hilang. Bila kita tidak waspada untuk menjaga perspektif yang kita miliki, berbagai situasi dapat mengikis optimisme dan rasa percaya kita. Prinsip-prinsip Alkitabiah adalah pertahanan terbaik untuk melawan hal-hal yang akan membuat kita putus asa.

Situasi sulit yang tidak berubah dapat membuat kita kehilangan harapan dan merampok makna hidup ini, namun Roma 5:1-5 mengatakan kepada kita bahwa Tuhan memiliki pandangan yang jauh berbeda mengenai nilai pencobaan. Kita begitu ingin agar Bapa segera menyelesaikan masalah kita atau meringankan penderitaan kita, namun Ia memiliki maksud yang kekal bagi kita. Maksud yang IA miliki dalam setiap pencobaan adalah untuk menghasilkan karakter yang tahan uji di dalam diri kita, yang akan menghasilkan pengharapan, dan bukan kekecewaan.

Kegagalan juga menjadi pencuri dari pengharapan yang kita miliki. Terkadang keputusasaan disebabkan karena kita gagal mencapai apa yang kita harapkan. Hal ini menjadi bukti bahwa kita yakin akan kemampuan dan rencana Tuhan. Ingatlah bahwa "kesanggupan kita adalah pekerjaan Allah" (2 Korintus 3:5).

Di waktu lain, kita mungkin kehilangan harpan karena, sekalipun kita telah sangat berusaha, kita tetap tidak dapat menjalani hidup kekristenan yang berkemenangan. Cara hidup yang lama mungkin nampak lebih baik. Namun sebagaimana kegagalan berasal dari dalam diri kita, begitu pula dengan solusinya -- yaitu Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Jika kita berserah pada otoritas-Nya dan hidup bergantung kepada-Nya, IA akan mulai mengubah kita dari dalam diri kita.

Kehilangan harapan adalah jebakan yang begitu menyedihkan, yang membutakan orang percaya sehingga ia tidak dapat melihat Tuhan. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan berfokus kepada Kristus melalui pujian, doa dan Firman Tuhan. Hal ini mungkin adalah hal terakhir yang ingin dilakukan seseorang yang sedang berkecil hati, namun pengharapan sedang menantikan mereka yang bersedia untuk memandang hidup ini dari perspektif Allah.***


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Selasa, 26 April 2011

Demonstrasi Kasih Ilahi

Firman Tuhan
(1 Yohanes 4:7-19)


Ada berbagai macam tentang kasih. Namun ketika kita berbicara tentang kasih Allah yang tak bersyarat, bagaimanakah kita memahaminya? Seperti apakah kasih itu?

Kita menemui kesulitan jika berusaha mendefinisikannya dengan lawan katanya kasih yang "palsu" yaitu 'kasih' yang penuh dengan syarat-syarat dan selalu menahan sesuatu. "Kasih" seperti ini suka mengendalikan, dan tidak suka bila tidak dihargai. Sebaliknya, kasih sejati berarti mengasihi orang karena siapa dia, bukan karena apa yang telah ia beri. Kasih sejati berarti memahami siapa orang lain sebenarnya, dan mengasihinya tanpa batasan. Kasih sejati berarti juga tidak menggenggam erat-erat apa yang menjadi haknya., dan menyatakan ketulusan hati yang sempurna. Tanpa pemahaman akan semua itu, sesungguhnya kita belum mengerti akan kasih yang sejati.

Mengingat Yesus Kristus yang tergantung di kayu salib, kita melihat suatu demonstrasi kasih yang sempurna, yang tidak dapat ditemukan dimanapun. Sang Juruselamat memperlihatkan kepada kita, betapa tidak terbatas kasih-Nya, IA memberikan diri-Nya kepada kita, dan tidak menahan apapun! (Roma 8:32). IA juga melepaskan apa yang sebenarnya merupakan hak-Nya. IA tidak menunjukkan kasih-Nya untuk memanipulasi kita, melainkan IA memberikan kepada kita kehendak bebas, sehingga kita dapat memilih menerima atau menolak Dia. IA mengasihi manusia, meskipun IA tahu banyak orang akan menolak kasih-Nya bahkan merendahkan dan mencemooh-Nya. IA mengasihi dengan sepenuh hati-Nya, IA bersedia bahkan untuk diludahi dan dilukai.


Show


Jika kita ingin tahu apakah kasih itu, pandanglah Salib. Yesus memberikan yang terbaik bagi kita, yakni seluruh hidup-Nya, sebagai bukti kasih-Nya, agar kita dapat menjadi anak-anak Allah.


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Jumat, 22 April 2011

Allah Selalu Baik

Firman Tuhan
(Roma 11:33-36)



Seringkali pujian seperti bacaan pagi ini sulit keluar dari mulut kita, bahkan kita lupa untuk mengucapkannya. Sadarkah kita kalau pikiran Allah jauh lebih dalam dan luas daripada pikiran kita. Itulah sebabnya kita tidak akan dapat memahami kebaikan-Nya. Kita bisa saja bertanya, Jika Allah itu baik, mengapa hal-hal yang buruk terjadi pada kita? Atau, Mengapa harus ada neraka? Tetapi jawabannya adalah : IA tetap baik bahkan sangat baik.

Penderitaan dan masalah ini dimulai ketika Adam dan Hawa meragukan kebaikan Allah. Si ular meyakinkan mereka bahwa Tuhan sudah menipu mereka untuk tidak memiliki pengetahuan. Pikiran mereka terpengaruh dan akhirnya mereka berdosa. Bukankah kita pun sering mengalami kepahitan seperti itu, khususnya pada waktu Allah mengingatkan kita tentang suatu kegiatan atau keputusan kita? Padahal IA tetap ada di balik setiap keputusan kita, sebab IA selalu mendorong kita untuk taat pada perintah-Nya. IA selalu hadir dengan kebaikan-Nya dan IA selalu ingin melindungi kita dari perbuatan dosa yang dapat merusak, dan menghalangi keintiman kita dengan-Nya.

Dia bukanlah penyebab apapun yang jahat atau dosa. Kehendak-Nya yang sempurna tidak menghendaki kita memberontak terhadap Dia. IA memberikan kita kehendak bebas, sehingga kita dapat memilih untuk mengasihi atau menolak-Nya. Namun hal itu sama sekali tidak mengurangi kebaikan Allah. IA dapat membawa kebaikan dari situasi yang terburuk sekalipun, bagi mereka yang taat kepada kehendak-Nya (Roma 8:28).

Jika kita tidak dapat merasakan campur tangan Allah atau mengenali apa yang tengah IA lakukan bagi kita, percaya saja kepada-Nya. Suatu hari, pertanyaan kita itu akan terungkap, dan pada akhirnya kita dapat melihat segala sesuatu berdasarkan perspektif-Nya, lalu berkata:

"Sungguh, Engkau sangat baik, Tuhan terima kasih."***


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Kamis, 21 April 2011

KISAH ARLOJI YG HILANG

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu. “Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu. “Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu. Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:6). ”

SELAMAT SIANG
TUHAN YESUS memberkati.

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Rabu, 20 April 2011

Firman Tuhan
(Mazmur 103)



Seringkali kita memikirkan tentang kebaikan Allah dalam kaitannya dengan berkat-berkat yang kita peroleh dan saat-saat menyenangkan yang kita alami. Hal-hal ini memang merupakan ekspresi dari kebaikan-Nya. Namun bukan berarti kasih Allah hanya dapat kita lihat di dalam cara yang demikian saja. Seringkali kita mengalami kebaikan-Nya yang terbaik justru di waktu-waktu kita yang gelap. Di dalam situasi seperti itu, IA menunjukkan kebaikan-Nya dengan cara yang lebih dalam, yang hanya Dia dapat melakukannya (2 Korintus 12:9).

Salah satu cara-Nya dalam mengekpresikan kebaikan-Nya adalah melalui belas kasihan-Nya, yaitu kasih sayang-Nya yang lemah lembut kepada kita. Di dalam Alkitab, kita sering melihat Yesus dipenuhi belas kasihan (Markus 1:4). IA menyembuhkan orang-orang yang berseru kepada-Nya, karena mereka mengakui kebutuhan mereka (Matius 9:27-29). Bukan orang yang membenarkan diri yang diberkati, melainkan orang berdosa dan memohon belas kasihan, dan yang menyadari bahwa ia tidak layak menerima kebaikan Allah (Lukas 18:9-14).

Di dalam tekanan hidup kita, Allah menjanjikan kelegaan, bukan karena kita layak menerimanya, melainkan karena Dia itu baik. Bahkan kita berharga dimata-Nya, sebab kematian Kristus dan pengorbanan-Nya telah menghasilkan pembenaran bagi kita (2 Korintus 5:21)

Ekpresi lain dari kebaikan Allah adalah anugerah-Nya. Allah yang adil tidak dapat menerima dosa. Namun karena kasih dan kebaikan-Nya yang tak terbatas, Ia sendiri menanggung hukuman menggantikan tempat kita. Jalan anugerah Allah itu dicurahkan melalui darah Kristus. Kebaikan Allah yang luar biasa ini adalah hal terbesar yang patut disyukuri di dalam hidup kita.

Apakah Anda sudah mensyukuri ekspresi kebaikan Allah ini?***


Selamat pagi.

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Selasa, 19 April 2011

Kebaikan ALLAH

Firman Tuhan
(Mazmur 116)



Kebaikan Allah juga merupakan karakter Allah yang tidak terbatas dan tidak berubah. Apa pun yang IA lakukan baik adanya. Kadangkala kita mengalami kesulitan dalam hidup kita, dan di saat seperti itu biasanya kita merasakan bahwa Allah tidak menunjukkan karakter-Nya ini kepada kita. Namun, ketahuilah di dalam situasi yang membingungkan dan keterbatasan pemahaman kita itu, kita tetap tidak dapat mengubahkan siapa Dia, sebab kebaikan Allah sama sekali tidak bergantung pada keadaan.


Kadang kita ingin supaya Allah memilih-milih dalam menunjukkan kemurahan hati-Nya. Apalagi kita melihat orang jahat berhasil dalam hidupnya. Alkitab mengajarkan bahwa DIA itu baik bagi semua orang (Maz 145:9), dan IA tidak pilih kasih (Roma 2:11). Alkitab juga mengajarkan bahwa DIA selalu menunjukkan kemurahan-Nya kepada semua orang. Yesus berkata bahwa Allah "menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan yang baik , dan menurunkan hujan bagi yang benar dan orang yang tidak benar" (Matius 5:45). Jadi jelas, Allah tidak hanya baik sewaktu-waktu saja, dan hanya kepada orang-orang yang IA pilih.

Mungkin kita berpendapat bahwa orang-orang yang jahat tidak layak diperlakukan dengan baik. Namun harus kita ingat bahwa kita pun sebenarnya tidak layak akan kebaikan Allah. IA memberikannya dengan cuma-cuma, karena sifat-Nya memang baik kepada semua orang, dan IA mengasihi seluruh dunia baik orang percaya maupun orang yang tidak percaya.

Inilah doa dan pujian pemazmur yang kita baca pagi ini, Tuhan selalu mendengar doanya, Tuhan bergerak menurut waktu dan kehendak-Nya. IA tidak akan pernah terlambat.

Biarlah kebaikan-Nya terus nyata dan dapat kita rasakan setiap saat.***



Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Posting By : 黄秋婵

Senin, 18 April 2011

MENJADI SAHABAT ALLAH

Mazmur 25:14

"TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."

Setiap kita di dunia ini pasti memiliki seorang teman, tetapi tidak semua memiliki seorang sahabat. Mengapa saya mengatakan seperti itu? Karena dalam kenyataannya menemukan seorang sahabat itu sangatlah sulit. Namun, ketika kita telah menemukannya, maka kita akan terus menjaga hubungan persahabatan antara kita dengan sahabat kita.

Menurut ahli kejiwaan, persahabatan lebih tinggi nilainya dari berpacaran sekalipun. Hal ini disebabkan adanya ikatan emosi dalam ikatan tersebut. Banyak kasus persahabatan yang bubar ketika arahnya berubah menjadi proses saling cinta, itulah yang menjadi bukti betapa persahabatan itu nilainya begitu berharga. Ada sukacita tersendiri saat kita bisa sharing dengan sahabat, saling mendukung dan menolong saat mengalami kesulitan. Begitupun dengan yang Tuhan rindukan dalam menjalin hubungan dengan manusia.

Walaupun Dia adalah Allah yang besar, Pencipta langit dan bumi, Penguasa alam semesta, namun Dia rindu menjadi sahabat manusia. Ayat nats hari ini begitu jelas memberitahukan bahwa Allah mau menjadi sahabat kita. Ada dua pernyataan dalam ayat ini, yakni: Tuhan bergaul karib dengan orang-orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. Terjemahan asli dari pernyataan kedua adalah: "Rahasia Allah ada pada mereka yang takut akan Dia". Kalau Tuhan memberitahukan rahasia-Nya kepada kita, itu berarti kita dekat sekali dengan Tuhan. Tetapi jangan menganggap semua hal rahasia akan Tuhan beritahukan bagi kita, ada porsi dimana rahasia Tuhan itu tetaplah bagian Tuhan. Rahasia Allahini lebih banyak berbicara mengenai hikmat yang Allah beri untuk mengerti firman-Nya (Kolose 2:2).

Hanya kepada orang-orang yang takut Tuhan saja Dia berkenan untuk bergaul karib. Kalau Yesus menjadi sahabat kita, maka Dia akan selalu menaruh kasih setiap waktu dan Dia menjadi saudara dalam kesukaran.

Tidak ada hal yang lebih indah ketika Yesus menjadi sahabat kita


Sumber: Kingdom Magazine - www.jawaban.com


SELAMAT SORE.
TUHAN MEMBERKATI

Post By: Yohana Lina Susanti

Sabtu, 16 April 2011

Alasan Kita Untuk Percaya

Firman Tuhan
(1 Korintus 1:26-31)


Mungkin tidak ada orang yang menyamai rasul Paulus dalam gelar akademis, latar belakang keluarga, ataupun jabatan yang ia miliki. Tetapi ketika ia berjumpa dengan Kristus dalam perjalanannya ke Damaskus, Ia menemukan bahwa semua itu tidak ada artinya. Ia belajar bahwa satu-satunya yang memiliki nilai kekal di bumi ini adalah Yesus, Juruselamatnya yang telah mati di kayu salib demi dosa-dosanya. Pemahaman baru ini membuat ia menganggap sampah semua yang dahulu tampaknya yang merupakan keuntungannya (Filipi 3:8). Sejak itu, kemegahan satu-satunya adalah salib Kristus (Galatia 6:14).

Dalam bacaan pagi ini,Paulus tidak lagi melekatkan penghargaan dirinya kepada riwayat hidupnya, melainkan pada salib dan darah Kristus yang tercurah disana. Meskipun hal ini terdengar bodoh bagi banyak orang, sang Rasul tahu bahwa salib adalah tempat Allah menggenapi janji-Nya, yaitu menyediakan seorang Juruselamat. Di sanalah Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk menanggung dosa seluruh dunia baik dosa masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Salib menjadi tempat penghakiman Allah dijalankan, dan belas kasihan-Nya dicurahkan. Di kayu saliblah, rencana penebusan Allah disingkapkan, kuasa dosa dipatahkan, dan pengampunan dosa diberikan. Melalui darah yang tercurah dan kematian-Nya, kehidupan barupun diberikan kepada semua orang yang menerima Kristus sebagai juru selamat.

Pagi ini, Salib masih berdiri sebagai cermin untuk merefleksikan ketidakberhargaan kita, tetapi juga untuk menyatakan kuatnya kasih Allah, Salib menjadi sebatang magnet untuk menarik orang datang kepada Tuhan (Yohanes 12:32), dan sebuah model dari hidup yang penuh pengorbanan (Yohanes 15:13). Tempat kematian itu kini telah menjadi mercusuar pengharapan, karena di sanalah melalui Yesus Kristus kita mendapatkan keselamatan (Kisah Para Rasul 4:12).***



Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Jumat, 15 April 2011

Menjadi Peka

Firman Tuhan
(Yohanes 10:2-5)



Bapa di surga selalu berbicara secara pribadi kepada anak-anak-Nya lewat berbagai cara. Cara yang sering dipilih-Nya adalah melalui Firman-Nya. Namun Dia juga berkomunikasi dengan kita melalui Roh-Nya. Allah bisa saja memakai setiap situasi dan orang untuk meneguhkan apa yang dikatakan Alkitab. Itulah sebabnya kita perlu menjadi orang yang peka.



Untuk melatih kepekaan itu dengan baik, kita harus ingat bahwa mendengar adalah proses yang aktif dan berkelanjutan. Kita harus selalu menyadari bahwa IA memiliki sesuatu untuk dikomunikasikan kepada kita setiap hari. Karena itu kita perlu memberikan waktu khusus bagi-Nya. Biarlah Allah berbicara kepada Anda dalam berbagai situasi, dan ingatlah IA selalu melakukannya dengan cara yang dapat kita mengerti.

Kunci berikutnya untuk dapat medengar suara Allah, adalah dengan merenungkan Firman-Nya. Bila kita rajin melakukan hal ini, kita sedang membawa hati dan pikiran kita untuk selalu siap dibentuk. Ketika kita membaca Firman, ajukanlah beberapa pertanyaan seperti, "Tuhan, adakah contoh di sini yang harus aku ikuti?" atau "Adakah janji atau perintah yang kubaca adalah untuk diterapkan di dalam situasiku?"

Melatih kepekaan dapat dipupuk dengan cara selalu meresponi apa yang kita baca dan dengar. Masalahnya, kita sering bergumul karena tidak yakin apakah yang kita dengar itu dari Tuhan. Itu sebabnya kita perlu mengkorfirmasi dengan Firman Tuhan. Bila hati kita rindu untuk selalu berjalan bersama-Nya, maka IA pasti dengan lembut mengoreksi setiap langkah yang salah, dan menuntun kita tetap di jalan-Nya.

Selanjutnya dibutuhkan komitmen yang kuat dan praktik yang teratur untuk membangun sikap hati yang mau mendengar. Nah, pastikalah hari ini hati kita sudah kita condongkan untuk medengar Dia.***


Selamat pagi.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Kamis, 14 April 2011

Si Sabar dan Bodoh

Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur.

Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu.

Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik.

Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele.

Keduanya berdebat tentang hitungan 3×7.

Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27.

Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar.

Spontan si terhukum protes.

Sang hakim menjawab, “Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3×7 adalah 21!”

Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah.

Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan.

**
Yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan.

Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar.

**

SELAMAT MALAM.
TUHAN MEMBERKATI

Post By : Yohana Lina Susanti

Sabtu, 09 April 2011

BERJALAN BERSAMA ALLAH

Firman Tuhan
(Kejadian 39:1-23)


Bagaimana bisa berjalan bersama Allah di dalam kesulitan? Mari kita belajar lewat pengalaman Yusuf:

Kesulitan mungkin akan berlanjut sampai rencana-Nya di genapi. Rencana Allah bagi Yusuf adalah mempersiapkannya untuk menyelamatkan keluarga dan bangsanya dari kelaparan. Untuk sampai posisi yang terhormat itu, Allah membawanya ke rumah potifar. Di sana Yusuf mendapatkan berbagai pelajaran penting yang sangat dibutuhkan bagi masa depannya. Saat itu ia dipakai Allah untuk merajut rencana-Nya. Efesus 2:10, mengatakan: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,.....,Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya." Jadi pastikan, bersama Dia kita pasti bisa bertahan.

Kita akan banyak belajar di saat gelap dari pada di saat terang. Selain menemukan kesetiaan Allah, Yusuf pun belajar untuk menangani pekerjaan yang rendah, ia pun berani berkata TIDAK kepada pencobaan yang datang di saat yang memungkinkan, sebab ia sadar Allah selalu hadir di setiap saat. Kedua prinsip ini tidak akan pernah menjadi milik kita samapai UJIAN itu terjadi di dalam hidup kita.

Apa yang kita pelajari di dalam gelap, harus kita bagikan di dalam terang, Yusuf membagikan iman dan pengetahuannya dengan berani, ia mampu menafsirka mimpi firaun dengan baik (Kejadian 41:15-16). Ia tidak bersedih, walaupun ditahanan tanpa kesalahan, ia selalu siap menolong orang lain (Kejadian 40:1-23). Pengalaman pahit yang Yusuf pelajari membuat ia bertumbuh dan semakin tahu siapa Allah itu.

Kalau kita sedang berada di dalam kesulitan, bersyukurlah, karena lewat saat-saat sulit itu, Allah sedang membentuk kita. IA memakai setiap ujian untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan kita (Ayub 23:10 dan Roma 8:28).
Teruslah memandng Dia dan berjalan bersama-Nya, seperti Yusuf.***


Selamat Sore

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Kamis, 07 April 2011

Bekerja Sesuai Jalan-NYA

Firman Tuhan
(Yohanes 5:19-20)



Apapaun keadaan kita ibu rumah tangga, profesional, pelajar atau tentara. Bapa ingin kita menyebut nama-Nya dalam setiap karya kita. Hal ini dapat terjadi bila kita mengerjakan apa yang IA percayakan pada kita sesuai dengan jalan-Nya, yaitu tunduk kepada pimpinan Roh Kudus. Bagaimana caranya menuntaskan tugas itu?

Miliki cara pandang ilahi atas hambatan hidup yang ada.
Kita kadang memandang penghalang sebagai alasan untuk tidak bergerak maju. Tapi Tuhan memandangnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kuasa-Nya. Lewat kesulitan kita pun belajar sesuatu tentang diri kita. Jadi ketahuilah bila IA memberikan sesuatu tugas, IA akan bertanggung jawab atas segala penghalang yang akan dan dapat menghadang (Amsal 3:6). Taat di tengah kesulitan akan membawa kita makin dekat pada kemuliaan-Nya.

Miliki cara pandang ilahi atas diri kita.
Tuhan ingin kita sadar siapa diri kita. Kita adalah orang yang berdosa yang diselamatkan oleh anugerah. Lalu disebut orang-orang kudus (Roma 1:7). Sebagai orang yang telah dikuduskan, kita sungguh dikasihi-Nya (Efesus 3:18-19). Hal itu akan terjadi bila kita percaya apa kata Firman-Nya, ketimbang mengikuti perasaan kita sendiri, sehingga kita dimampukan untuk menuntaskan tugas yang boleh memuliakan nama-Nya.

Untuk mendapatkan cara pandang ilahi ini memang butuh waktu. Biarkan Roh Kudus bekerja di dalam hidup kita sehingga IA dapat mempermuliakan diri-Nya di dalam kesaksian hidup kita.***



Selamat Malam.
Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

KEBERHASILAN DITENTUKAN OLEH MENDENGAR

Tokoh revolusioner , DR Sun Yat Sen ketika dia mati pada tahun 1925, ditemukan surat wasiat yang ditulisnya demikian : “Saya adalah seorang Kristen, dan seumur hidup saya, telah berjuang melawan iblis ( maksudnya melawan pemerintahan monarki yang menganggap kaisar china sebagai TUHAN ) selama 40 tahun. Dan seharusnya kamu melakukan hal yang sama. Dan ketika saya mati, saya mau mati sebagai orang Kristen !”Luar biasa bukan ? sampai sekarang, namanya tetap dihormati di China, bahkan sampai seluruh dunia. Majalah TIME pernah memasukan namanya dalam daftar 100 orang yang paling berpengaruh.

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja … “ Yakobus 1:22

Jangan menyepelekan kekuatan dari mendengar. Langkah pertama hidup sebagai orang percaya adalah MENDENGAR lalu langkah kedua adalah MELAKUKAN.

Keberhasilan hidup sebagai orang percaya ditentukan oleh rela atau tidaknya kita untuk belajar mendengar. Banyak orang ingin mengeluarkan luapan perasaan-nya. Mereka ingin didengar ! bukan ingin menjadi pendengar.

Yang saya maksud adalah mendengarkan Firman ! jangan sampai salah langkah. Tidak ada dalam Firman Tuhan yang mengatakan lakukan dulu baru mendengar. Wah ini berbahaya seperti Saul … Tapi mari kita rela untuk belajar mendengar.

Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan”. 1 Samuel 15:22

“Jadi, IMAN timbul dari PENDENGARAN, dan PENDENGARAN oleh firman KRISTUS.” Roma 10;17

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana , –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Matius 17;20

Untuk memindahkan gunung, kita hanya perlu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi. Cara menumbuhkan IMAN itu adalah MENDENGARKAN Firman Tuhan.

Jadi ada PROSES untuk memindahkan gunung. Ada perjalanan waktu untuk menuju keberhasilan. Ada waktu yang harus ditunggu untuk membuat IMAN itu tumbuh. Intinya keberhasilan sebagai orang percaya TIDAK ADA YANG INSTAN !!!!! semuanya perlu PROSES dan WAKTU.

Banyak orang ingin makan buah tapi tidak mau menanam-nya. Mereka ingin HASIL bukan PROSES. Jika mental ini melekat dalam hidup kita, saya mau beritahu, hidup kita TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL.

…..Setiap pagi Ia mempertajam PENDENGARANKU untuk mendengar seperti seorang murid” Yesaya 50:4b

Saat yang terbaik untuk mendengarkan Firman Tuhan adalah disaat kita menyisakan waktu untuk bersekutu dengan Dia pada pagi hari. Cara yang paling ampuh adalah dengan MENGUCAPKAN Firman Tuhan dengan bersuara ketika kita membaca Firman. Disarankan jangan membaca dalam hati. Tapi ucapkanlah itu, minimal telinga kita mendengar.

Ibarat tanah yang selalu dipupuk dan disirami, maka tanah itu akan menumbuhkan benih yang sudah ditanam. Begitu juga IMAN. Jika setiap pagi kita rajin membaca Firman dengan bersuara, akan tiba waktunya IMAN itu tumbuh dengan sendirinya. Nah kalau IMAN itu sudah tumbuh, saatnya kita untuk MELAKUKAN FIRMAN. Dengan cara bagaimana ? dengan cara memindahkan gunung ! entah itu gunung masalahmu, gunung sakit penyakitmu, gunung persoalan pribadimu atau gunung apa saja yang menghalangi. Saya yakin, ketika gunung hidupmu sudah terangkat, maka didepanmu akan nampak jalan keberhasilan di depan matamu.

Jangan mendengarkan sesuatu yang salah. Seperti nasihat orang fasik ( mazmur 1;1 ). Orang fasik itu adalah gambaran dunia yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan didalamnya juga termasuk orang Kristen yang tidak pernah membaca Firman Tuhan.

DR Creflo Dollar dalam kotbahnya pernah memberikan langkah-langkah yang akan ditempuh manusia jika manusia itu salah mendengar. Yaitu :

1. SALAH MENDENGAR : ketika dia salah mendengar, maka dia akan
2. SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN : ketika dia salah mengambil keputusan, maka langkah selanjutnya dia akan
3. SALAH MELAKUKAN TINDAKAN : ketika dia sadar telah melakukan kesalahan, maka pada umumnya manusia akan
4. MULAI MENYALAHKAN TUHAN ATAU ORANG LAIN : karena manusia akan berkata,”kenapa ENGKAU tidak memberitahukanku?” padahal kesalahan bukan pada Tuhan, melainkan manusia yang salah mendengar. Dan jika tetap seperti itu, maka
5. KITA AKAN SULIT BERTUMBUH DAN BERKEMBANG, TERLEBIH LAGI BERHASIL.

Demikian juga DR Sun Yat Sen, seumur hidupnya dia terus berusaha mengejar keberhasilan hidupnya yaitu membawa masuk dalam kehidupan orang percaya. Mungkin bagi manusia, impian nya dikatakan kandas, tapi di dalam Tuhan, dia dipandang sebagai hamba yang berhasil karena terus MENGEJAR sekuat tenaga untuk membawa kemuliaan nama Tuhan.

Keberhasilan kita kelak, biarlah tujuan nya Cuma 1, yaitu membawa kemuliaan bagi nama Tuhan, dan bukan untuk memuaskan keinginan kita sendiri ( self oriented ).

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Yakobus 4:3

SUMBER:(ferdinand-nelwan-nothingwithoutjesus)

SELAMAT PAGI.
TUHAN MEMBERKATI.


Yohana Lina Susanti 小兰

Rabu, 06 April 2011

Membuang Kesombongan

Firman Tuhan
(1 Petrus 5:1-7)


Bagaimana kita bisa membuang kesombongan dalam hati kita? Berikut ini adalah beberapa area yang biasanya terinfeksi dengan virus ini, lalu pelajari juga pernangkalnya.

HARTA -- Belajarlah melepaskannya.
Kita bisa memulai dengan memuliakan Tuhan lewat perpuluhan kita. IA telah berjanji bahwa sembilan per sepuluh milik kita akan lebih besar ketimbang sepuluh per sepuluh. Langkah berikutnya adalah mendermakan harta kita pada mereka yang membutuhkan dan kepada mereka yang tidak akan pernah mampu membalas kebaikan kita (Matius 6:1-4).

JABATAN -- Sadarilah bahwa segala yang kita miliki adalah karya Allah (Yesaya 26:12). Kemudian mintalah pada-Nya untuk menunjukkan di mana bagian pelayanan kita. Tuhan menghargai setiap pelayanan, jadi kita tidak perlu ragu meminta petunjuk-Nya. Posisi kita di dunia hanya akan berguna bila kita dapat memakainya untuk kemuliaan Tuhan (Yakobus 1:9-11).

HAK KHUSUS -- Mudah sekali untuk sombong atas hak khusus yang kita miliki. Ingat tidak ada satu orang pun yang dapat berhasil karena usahanya sendiri. Ada banyak orang yang secara langsung atau tidak membantu kita mendapatkan kesempatan yang kita nikamati saat ini. Ingat, semua ini adalah anugerah Allah semata.

Bila kita bersedia mengobati penyakit kesombongan ini maka Allah akan menggantikannya dengan roh kerendahan hati yang sesuai dengan status kita di dalam Kristus. Maukah kita membuangnya?.***


Selamat pagi.

Tuhan memberkati.


Post By : 黄秋婵

Selasa, 05 April 2011

PENGHALANG

Firman Tuhan
(Ibrani 12:1-3)


Allah memiliki pengetahuan dan hikmat yang sempurna. Karena itu, tentu Dia tahu persis bagaimana anak-anak-Nya harus hidup (Roma 11:33). Namun seringkali kita harus berjuang untuk mengetahuinya. Dalam hal apa kita perlu membuang:

* Keraguan adalah salah satu alasan mengapa kita seringkali kehilangan apa yang telah direncanakan Allah. Kalau kita sering meragukan Dia maka dapat dipastikan kita akan meragukan solusi yang sudah disediakan-Nya.

*Merasa tidak layak, ini juga menjadi penyebab kita tersandung. Allah selalu menjalankan skenario-Nya untuk masa depan kita. Namun bila kita merasa tidak layak, kita tidak dapat menerima itu.

*Kesibukan. Hal ini seringkali membawa kita jauh dari Allah. Kita tidak ada waktu lagi bertanya apa yang dikehendaki Allah bagi kita. Akibatnya kita akan membuat kesalahan demi kesalahan.

*Perasaan takut. Jenisnya ada dua: Pertama adalah kecemasan bahwa Allah akan meminta kita melakukan apa yang tidak kita kehendaki.
Kedua, adalah ketakutan bahwa kita akan gagal menjalankan apa yang ditugaskan-Nya kepada kita. Kedua macam kegelisahan tersebut mengaburkan keputusan yang akan kita ambil. Dia tidak mungkin memberikan toleransi sedikit pun kepada dosa.

Buanglah segera empat penghalang itu. Salib Kristus jelas menyatakan bahwa kita layak dan berharga dimata-Nya. Salib juga menunjukkan bahwa Dia sungguh berarti dalam hidup kita, rencana-Nya sungguh sempurna bagi kita, dan kita sungguh telah dibebaskan dari belenggu dosa.

Bacaan pagi ini mengajarkan kita rahasia lainnya untuk dapat melakukan semua itu, yaitu untuk terus mengarahkan mata kita kepada-Nya, yang sanggup memimpin kita masuk ke dalam kesempurnaan. ***



Selamat pagi.

Tuhan memberkati.

Post By : 黄秋婵

Sabtu, 02 April 2011

BATU DAN MUTIARA

________________________________________
Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya.

Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati batu itu. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali.

Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. “Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman”. Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta”. Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada.

Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu. Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia.

Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu “Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian ? Mengapa engkau mengecewakan aku ?”

Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh ? Mengapa engkau berkeluh kesah ? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu ? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku ? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali”.

Mengertikah apakah maksud cerita di atas ? Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat ? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu ? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita ? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau ? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

Ingatlah Yer 29:11 Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. dan ingatlah akan ayat 12: Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.


SELAMAT PAGI.
TUHAN MEMBERKATI.


Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

Jumat, 01 April 2011

4 KOMITMEN ORANG PERCAYA


1. Tidak akan meninggalkan Tuhan sekalipun dalam masalah yang sangat berat.
Mazmur 73:26, Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Dalam Alkitab ada kisah mengenai Daniel yang meskipun di buang ke lubang singa ia tetap mengasihi Tuhan dan menyembah Tuhan. Ia tidak gentar dengan ancaman atas nyawanya. Ia tetap berdoa 3 kali sehari dan menyembah Tuhan meskipun ia dimusuhi dan dianggap melanggar hukum.

Meskipun anda harus menghadapi tantangan berat dalam menyembah Tuhan, mungkin gereja anda ditutup, atau anda dipinggirkan karena menjadi pengikut Yesus.

Jangan takut Tuhan menyertai Anda. Hanya peganglah komitmen ini saya tidak akan meninggalkan Tuhan meskipun dalam masalah apapun. Sekalipun daging dan hati lenyap karena penderitaan, masalah bahkan kelaparan komitmen kita adalah tidak akan meninggalkan Tuhan.

Dalam Lukas 5:11 dikatakan: "Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus." Sayangnya murid-murid yang tadinya mengikuti Yesus berbalik saat Yesus menderita dan bahkan dihukum mati. Mereka meninggalkan Dia. Mereka menyangkal Yesus.

2. Mau melayani Tuhan seumur hidup
Mazmur 27:4, Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait- Nya.

Frase diam di rumah Tuhan seumur hidupku bisa ditafsirkan sebagai, "melayani Tuhan seumur hidup." Ada orang-orang yang masa mudanya sangat giat melayani Tuhan. Mereka menjadi pengurus kaum muda, guru sekolah minggu dll. namun setelah Tuhan berikan pekerjaan dan usaha yang baik, mereka jauh dari Tuhan dan tidak mau melayani lagi. Ada orang-orang yang sangat giat melayani sebelum menikah dan sebelum punya anak. Tapi setelah menikah dan memiliki anak mereka jadi lupa Tuhan.

Komitmen kedua dari orang percaya adalah mau melayani Tuhan seumur hidup. Biarlah ini terpatri dalam sanubari anda. Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. (1 Tawarikh 17:20 20).

Meskipun Anda sudah menjadi tua, meskipun Anda sudah menjadi direktur, meskipun Anda sudah menjadi sangat kaya, meskipun Anda sudah sangat sibuk, jangan lupa melayani Tuhan. Bahkan Anda harus lebih lagi memberikan waktu, tenaga, dan uang untuk pekerjaan Tuhan.

3. Bersedia memegang Firman Tuhan Sampai selamanya.
Amsal 3:1-2, Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

Dalam Alkitab banyak dikisahkan raja-raja Israel dan Yehuda yang sangat taat pada firman Tuhan pada awal mereka berkuasa. Namun sayang begitu mereka sudah kuat dan jaya mereka tidak lagi memegang Firman Tuhan. Mereka malahan berpaling pada berhala dan menyembah dewa-dewa.

Akhir hidup mereka sangat tragis dan seringkali umur mereka tidak panjang. Saat ini banyak pengajaran dalam dunia ini tapi lebih baik kita memegang apa yang Firman Tuhan katakan. Periksalah segala pengajaran apa sudah sesuai Alkitab atau tidak?

4. Mau mengasihi sesama bahkan musuh sekalipun.
Yohanes 13:34, Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Banyak orang menjadi percaya Yesus karena Ia mengasihi mereka. Ia memberi mereka makan, Ia mengobati mereka dan Ia memberitakan jalan Tuhan kepada mereka. Demikian juga saat ini banyak orang akan menjadi percaya kepada Yesus jika mereka melihat dalam diri kita orang Kristen ada kasih Allah yang mengalir. Orang akan sangat susah datang kepada Tuhan kalau mereka melihat kita sebagai orang Kristen tidak memiliki kasih.

Konon Mahatma Gandi sering masuk gereja tapi ia tidak bisa menjadi percaya kepada Yesus karena orang-orang dalam gereja tidak memiliki kasih. Dengan merasa tidak bersalah kita selalu mengatakan jangan tiru aku atau dia tapi tirulah Tuhan.

Memang benar. Tapi Tuhan sangat abstrak dan tidak kelihatan. Yang kelihatan adalah anak-anakNya yakni orang Kristen. Kita semua. Jika kita memiliki kasih sudah pasti akan kelihatan jelas Tuhan di dalam kita dan bagaimana wujud Tuhan itu. Orang-orang pasti akan datang juga kepadaNya. *


SELAMAT SORE.
TUHAN MEMBERKATI.

Post By : Yohana Lina Susanti 小兰

e-mail from GOD

Anak-Ku Tercinta,
Setiap orang membutuhkan sahabat—dengan siapa mereka bisa menjadi diri sendiri—tanpa kepalsuan, tanpa bertopeng, tanpa bersandiwara, tanpa menyembunyikan sesuatu. Aku ingin menjadi Sahabat yang demikian bagimu.


Aku mengenalmu, dan Aku menyukaimu sebagaimana adanya. Aku menyukai caramu berpikir, berbicara dan tersenyum. Aku menyukai selera humormu. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu—hanya kita berdua. Kamu tak perlu belajar berdoa yang sangat spiritual. Berbicaralah saja kepada-Ku! Aku ingin mendengar yang perlu kamu katakan. Kamu tak perlu berlaku sangat suci atau sempurna. Hanya sepenuhnya jujur terhadap-Ku. Aku ingin bersamamu, bukan bersama sebuah karakter yang kamu ciptakan untuk membuat Aku terkesan.


Akulah yang menciptakan dirimu yang sebenarnya—benar-benar sebagaimana adanya dirimu—dan Aku menyukai hasil karya-Ku


Sahabatmu,
Tuhan


Ada juga sahabat, yang lebih karib daripada seorang saudara. (Amsal 18:24)


SELAMAT MALAM
TUHAN MEMBERKATI.


Post By : Yohana Lina Susanti 小兰